fbpx
Connect with us

Sosial

Kisah Allin, Anak Guru PAUD Yang Terima Beasiswa Dari 7 Universitas Luar Negeri

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)– Bisa mengenyam pendidikan di tingkat yang lebih tinggi dan menjadi salah satu mahasiswa di universitas favorit menjadi impian banyak orang, terlebih di perguruan tinggi yang berada di luar negeri. Dengan segala keterbatasan yang ada, sebagian orang berusaha semaksimal mungkin untuk mampu meraih impian itu.

Sama halnya dengan yang dialami oleh Allin Alya Yasmin (18) warga Padukuhan Budegan II, Kalurahan Piyaman, Kapanewon Wonosari yang berhasil mewujudkan mimpinya mengenyam pendidikan lebih tinggi dan lebih baik. Bisa dibilang Allin cukup beruntung lantaran berkat kerja keras dan kecerdasannya, sebagian dari mimpi besarnya bisa dibilang telah terwujud.

Bagaimana tidak, Allin yang merupakan putri dari Siti Widyaningsih ini berhasil mendapatkan beasiswa Indonesia Maju untuk bersekolah di luar negeri. Tak tanggung-tanggung berkat kecerdasannya ia berhasil diterima di 7 universitas ternama di luar negeri, diantaranya yaitu University of Toronto, Canada; Monash University, Australia; Curtin University, Australia; University of Western, Australia; Wageningen University, Belanda; University of British Columbia, Canada; dan Hong Kong University of Science and Technology.

Berita Lainnya  Angka Pengangguran Terbuka di Gunungkidul Naik 50%

Berkat kegigihan dan kecerdasan remaja perempuan ini berhasil menujukkan jika warga pribumi Gunungkidul juga bisa mengenyam pendidikan di luar negeri dan mendapatkan beasiswa. Allin bukanlah berasal dari keluarga yang lengkap dan berada. Ibunya selama ini berprovesi sebagai tenaga pendidik di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayahnya. Selain itu juga sebagai guru ngaji dan kegiatan sosial.

Untuk meraih semua ini, tentunya tidaklah mudah. Perjalanan panjang dilalui oleh Allin, dirinya sendiri juga tidak menyangka jika berhasil mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di luar negeri. Saat duduk di bangku kelas XI di SMA Unggulan CT Arsa Foundation, Sukoharjo, Jawa Tengah ia sudah mulai mempersiapkan diri.

“Saat itu ada informasi dari kakak kelas, ada Beasiswa Indonesia Maju dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Waktunya cukup singkat, saya kemudian mencoba di 7 university tersebut berbagai persyaratan harus dilengkapi,” kata Allin usai melakukan audiensi dengan Bupati Gunungkidul, Kamis (31/08/2023).

Berita Lainnya  Tingginya Angka Kesembuhan Corona di Gunungkidul, Tinggal 9 Orang Yang Jalani Perawatan

Remaja kelahiran 26 Februari 2005 ini menjalani beberapa tes mulai dari bahasa inggris, akademik, hingga tes kesehatan dan lainnya. Beberapa waktu kemudian mendapatkan pengumuman bila diterima di 7 university terbaik di internasional tersebut.

“Sebenarnya rencana awal mau ambil yang Hong Kong University of Science and Technology, namun setelah saya mencari referensi ternyata di bidang itu yang unggul adalah di University of Toronto maka saya putuskan memilih University of Toronto, Kanada dengan jurusan Life Science, rencananya tahun kedua mau ambil farmasi,” sambung dia.

Ia merasa bersyukur atas capaiannya saat ini. Kedepan jika belajarnya di luar negeri telah selesai sekitar 3 tahun lamanya akan kembali ke Indonesia untuk turut membangun dan memajukan tanah airnya.

“Saya tentunya akan kembali lagi ke Indonesia setelah pendidikan saya selesai. Pada program ini pun juga mewajibkan mahasiswanya untuk kembali ke Indonesia,” jelas dia.

Berita Lainnya  Kasus Perceraian di Gunungkidul, Gugatan Dari Istri Dominan

“Selain belajar (kuliah) disana saya juga akan berusaha memperluas jaringan relasi, dan memperkenalkan budaya indonesia. Pesannya untuk pelajar Gunungkidul harus mau mencari informasi beasiswa karena sebenarnya banyak sekali beasiswa yang belum dijangkau. Siapapun memiliki hak yang sama untuk pendidikan,” ucapnya.

Secara khusus, Bupati Gunungkidul pagi tadi mengundang Allin dan keluarganya ke Kantor Bupati untuk audiensi. Beberapa pesan disampaikan terhadap pemuda yang akan segera terbang untuk mengenyam pendidikan di negeri orang tersebut.

“Jaga kehormatan, kesuksesan ada pada diri sendiri. Ibadah jangan lupa dan pastinya berbakti kepada orang tua,” ucap Sunaryanta.

Menurutnya, siapapun bisa mengakses beasiswa dan berkesempatan bersekolah di luar negeri. Seperti halnya Allin ini yang berasal dari keluarga sederhana. Ibunya seorang janda dengan pendapatan yang tidak menentu.

“Bisa dilihat dari adik ini, memiliki kesempatan yang luar biasa. Harapan saya ini bisa memotivasi pelajar Gunungkidul,”tutup dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler