Sosial
Kisah Sedih 3 Bocah Anak Pemulung, Kehilangan Ibu Yang Meninggal Dunia Saat Keguguran
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Duka mendalam dialami oleh Iswanto (30) warga Padukuhan Sawahan 1, Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen. Pasalnya, ia harus kehilangan istrinya, Nimas Sari (27) yang meninggal dunia karena pendaharan hebat akibat keguguran pada Senin (09/08/2021) silam. Nimas meninggalkan 3 orang anak yang semuanya masih kecil.
Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Iswanto menceritakan, sebelum kehamilan keempatnya, ia dan Nimas telah memiliki tiga anak yang berusia 8 tahun, 5 tahun, dan 2 tahun. Setelah melahirkan anak ketiga, Nimas sebenarnya telah memutuskan untuk memasang KB spiral. Namun kemudian beberapa waktu lalu, perempuan asal Kapanewon Semanu tersebut mengalami keputihan dan ada pendarahan. Pada saat diperiksakan ke klinik, ternyata Nimas dketahui sedang mengandung 4 bulan.
Setelah itu, kemudian diberi obat untuk menjalani rawat jalan. Beberapa hari menjalani perawatan di rumah, Nimas kembali mengalami pendarahan. Pada saat itu, dia kemudian dilarikan ke sebuah klinik untuk mendapatkan perawatan. Akan tetapi klinik tersebut menolak karena kamar penuh, sehingga harus dirujuk ke rumah sakit.
Di rumah sakit tersebut harus sesuai dengan prosedur yang berlaku, di mana dilakukan pengecekan covid19. Pada waktu perawatan pertama di IGD, Nimas justru menghembuskan nafas terakhirnya.
“Sekitar pukul 16.00 WIB istri saya dinyatakan meninggal dunia,” ucap Iswanto.

Pada saat itu, prosedur covid19 diterapkan oleh pihak rumah sakit guna mengantisipasi penyebaran covid19 sampai dengan pemakamannya di Padukuhan Sawahan 1 tersebut.
Kepergian Nimas menjadi pukulan berat bagi Ismanto, apalagi dengan 3 anaknya yang masih kecil-kecil di mana mereka masih membutuhkan perhatian dari seorang ibu. Secara pribadi, Iswanto sudah mengikhlaskan kepergian istrinya.
Keluarganya terus menguatkan dirinya untuk tetap semangat menjalani hidup tanpa sosok Nimas. Sebagai orang tua tunggal, maka Iswanto akan lebih fokus dalam mengurus 3 buah hatinya itu.
Beberapa hari kepergian sosok ibu, anaknya yang masih sangat kecil-kecil masih sering menanyakan keberadaan Nimas. Sebisa mungkin dengan bahasa yang sederhana, ia menjawabnya dengan jika ibu mereka sekarang berada di surga.
“Kalau anak yang pertama sudah memahami jika ibunya sudah tidak ada. Tapi kalau untuk yang tengah dan paling kecil masih sering mencari ibunya,” imbuh dia.
Adapun keluarga tersebut selama ini tinggal di sekitar Pasar Gendeng, Yogyakarta. Iswanto sendiri bekerja sebagai pemulung di kawasan tersebut dengan hasil yang tidak menentu. Terkadang dari hasil memmulung, ia bisa mendapatkan uang 50 ribu.
“Ya mulung biasa, untuk tinggalnya di sebuah kos. Kalau untuk bantuan selama ini belum pernah mendapat,” paparnya.
Sekarang ini, Iswanto bersama dengan 3 anaknya yang masih sangat kecil ini tinggal di Padukuhan Sawahan 1. Di rumah orang tuanya. Ismanto menyekat sebuah ruangan dengan ukuran sekitar 4X6 meter, dengan bangunan semi permanen, berlantai sebagian masih tanah.
Kakak kandung Nimas, Andika (32) mengatakan pada surat keterangan kematian adiknya dari rumah sakit tercatat bahwa dia meninggal dengan status positif covid. Untuk pemakaman pada malam itu dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dari pihak keluarga hanya mengikuti apa yang menjadi ketentuan.
“Sekitar jam 22.00 WIB sampai sini kemudian langsung dimakamkan dengan prosedur covid19,” ucap Andika.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized4 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
-
Uncategorized2 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
