fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Perkuat Mitigasi di Pesisir Selatan, Kalurahan Kemadang Diusulkan Sebagai Desa Tangguh Tsunami Secara Internasional

Published

on

Tanjungsari,(pidjar.com)–Kabupaten Gunungkidul memiliki garis pantai yang cukup panjang, yaitu berkisar 72 km dari ujung barat ke ujung timur. Dengan begitu potensi bencana tsunami di pesisir selatan Gunungkidul sangatlah tinggi. Maka dari itu tim dari Stasiyn Geofisika Sleman, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY berupaya melakukan peningkatan kewaspadaan terhadap tsunami.

Kalurahan Kemadang merupakan salah satu daerah di Gunungkidul yang memiliki potensi pantai cukup luas. Pengetahuan mengenai tsunami pastinya harus diberikan kepada masyarakat setempat, maka dari itu, kalurahan ini membentuk kalurahan tangguh tsunami.

Adapun Kalurahan Kemadang juga akan diusulkan sebagai Kalurahan Tangguh Tsunami secara Internasional. Adapun pada Rabu dan Kamis kemarin dilakukan verifikasi bagaimana kesiapan dan indikator lainnya.

“Sebagai tindak lanjut dari tsunami ready maka kami lakukan verifikasi di Kalurahan Kemadang. Termasuk di pantai yang masuk pada kawasan ini,” terang Nugroho Budi Wibowo, Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Geofisika Yogyakarta, Jumat (13/08/2021).

Verifikasi yang dilakukan diantaranya Verifikasi Lapangan Peta Bahaya Tsunami, Penentuan Jalur Evakuasi Tsunami, dan Pemenuhan Dokumen Indikator Tsunami Ready di Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul.

BMKG berupaya menyempurnakan peta bahaya tsunami dan peta evakuasi tsunami yang telah ada di Kalurahan Kemadang dengan memberikan masukan pemodelan tsunami untuk skenario terburuk yaitu tsunami dengan kekuatan gempa sebesar 8,8 yang terjadi di selatan Jawa.

“Output dari kegiatan ini, hasil verifikasi yang ada akan kami kirimkan ke Unesco apakah Kalurahan Kemadang Layak untuk menjadi Kalurahan Tangguh Tsunami Internasional atau tidak,” jelas dia.

Jika nantinya layak, maka Kalurahan ini akan mendapatkan pengakuan secara internasional. Pastinya daya dukung dan program-program di lapangan harus kian disempurnakan.

Sementara itu, Anggota FPRB Kalurahan Kemadang, Surisdiyanto mengatakan kegiatan yang dilakukan ini juga memberikan edukasi kepada anggota FPRB berkaitan dengan mitigasi bencana khususnya tsunami dalam rangka pengurangan resiko bencana.

Anggota FPRB dan BPBD Gunungkidul selama 2 hari kemarin mendapatkan banyak arahan serta turut melakukan pemetaan jalur-jalur evakuasi.

“Ini bentuk persiapan Kalurahan Kemadang menjadi masyarakat Siaga Tsunami (Tsunami Ready Community) yang diakui secara internasional yang diprakarsai oleh IOC-UNESCO,” ujar Surisdiyanto.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler