Sosial
Klaster Karangmojo, Tambahan 3 Kasus Positif dan Ratusan Kepala Keluarga Jalani Isolasi Mandiri
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Klaster baru dari wilayah Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo terus menyebar. Pada Sabtu (06/06/2020) ini, sebanyak 3 orang kembali dinyatakan positif setelah hasil swab testnya keluar. Dengan ini, dari cluster Karangmojo ini, telah ada total 5 orang yang dinyatakan positif. Selain 5 orang itu, juga terdapat ratusan kepala keluarga yang harus menjalani karantina mandiri di Desa Bejiharjo. Dinas Kesehatan sendiri terus melakukan tracing berkaitan dengan cluster Karangmojo.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, berdasarkan hasil swab yang diterima, terdapat 3 tambahan kasus baru di Gunungkidul yang berasal dari klaster Karangmojo. Mereka yang dinyatakan positif diketahui merupakan warga Kecamatan Wonosari dan Kecamatan Karangmojo.
“Dua dari Karangmojo dan 1 orang merupakan warga Kecamatan Wonosari,” ujar Dewi, Sabtu (06/06/2020).
Ia menjelaskan, 3 orang tersebut merupakan dua orang laki-laki berusia 27 tahun dan seorang laki-laki berusia 34 tahun. Mereka merupakan orang luar, dalam arti bukan lingkup keluarga dari dua orang positif sebelumnya.
Diketahuinya adanya tambahan 3 kasus positif tersebut setelah pihaknya melakukan tracing kontak yang berkaitan dengan dua pasien positif beberapa waktu lalu. Dinkes pun telah melakukan rapid tes terhadap ratusan orang warga.
“Total yang dirapid tes ada 331 orang. Yang 3 terbaru ini hasil dari rapid 331 orang tersebut,” terang Dewi.
Dengan adanya 3 kasus baru ini membuat Dinkes Gunungkidul harus bekerja keras. Sebab, Dinkes akan melakukan tracing kontak dari 3 kasus baru tersebut.
“Kita akan tracing mulai besok, terhadap mereka yang kontak dengan 3 orang positif ini,” ungkapnya.
Ratusan Kepala Keluarga Jalani Karantina Mandiri
Saat ini, ratusan Kepala Keluarga di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo melakukan isolasi mandiri. Hal ini berkaitan dengan adanya klaster anyar di desa mereka. Untuk mencukupi permakanan, mereka yang melaksanakan isolasi mandiri ini mendapatkan bantuan dari pemerintah dan sejumlah pihak yang peduli dengan kondisi masyarakat.
Kepala Desa Bejiharjo, Yanto mengatakan, di wilayahnya total ada 250 KK yang melakukan isolasi mandiri. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus di desanya menyusul adanya dua warga Bejiharjo yang dinyatakan positif covid-19.
“Untuk ratusan orang yang rapid tes, yang reaktif ada 12 warga,” jelas Yanto.
Ia menambahkan, untuk kebutuhan sehari-hari pihaknya memberikan bantuan permakanan yang berasal dari anggaran desa dan anggaran padukuhan. Setiap harinya, masing-masing KK mendapat jatah bahan pangan yang diletakan di depan pintu tiap rumah. Selain itu para warga juga mendapatkan bantuan dari pihak ketiga.
“Tidak hanya bantuan makanan untuk keluarga yang melakukan isolasi mandiri. Kami juga membantu makanan ternak. Jadi setiap keluarga bisa tetap di rumah dengan tenang,” kata Yanto.
Sementara itu, Dukuh Bulu, Agung Subekti menambahkan, untuk mencukupi kebutuhan ternak warga yang diisolasi, warga mengadakan kegiatan ngarit bersama-sama. Namun begitu, banyaknya ternak yang dipelihara warga membuat relawan kewalahan mengurus ternak milik warga yang menjalani isolasi.
“Kami mengerahkan sekitar 10 sampai dengan 15 pemuda untuk mencari pakan ternak. Baik di kawasan Perhutani maupun di lahan mereka masing-masing,” beber Agung.
Pada Jumat pagi tadi, Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul Eri Agustin bersama rombongan melakukan monitoring serta kunjugan ke wilayah Bejiharjo. Eri mengatakan, pihaknya datang langsung ke Desa Bejiharjo untuk melakukan pemantauan warga yang melakukan isolasi mandiri. Menurut dia sampai saat ini kebutuhan masyarakat sudah terpenuhi dengan baik.
“Penyaluran bantuan cukup baik, hari ini kami juga menyalurkan sayuran yang berasal dari petani di Desa Pampang, Kecamatan Paliyan,” kata Eri.
-
Uncategorized4 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya3 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized3 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial5 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
