Sosial
Kompaknya Para Pakar Sebut Pulung Gantung Tak Ada
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tingginya angka kasus bunuh diri pada tahun ini menjadi keprihatinan berbagai pihak di Gunungkidul. Yang ironis, bertepatan dengan hari pencegahan bunuh diri sedunia pada Jumat (10/09/2021) lalu, saat ini kejadian bunuh diri di Gunungkidul sudah tercatat 35 kasus. Jumlah ini menjadi capaian tertinggi sejak satu dekade silam. Guna menyelesaikan masalah tingginya bunuh diri di Gunungkidul perlu adanya peran dari berbagai pihak dalam upaya pencegahan. Namun begitu memang permasalahan pencegahan ini sangat kompleks dan sama sekali jauh dari kata sederhana. Terlebih, sebagian masyarakat masih menganggap jika bunuh diri erat kaitannya dengan adanya pulung gantung.
Psikiater RSUD Wonosari, Ida Rochmawati, menegaskan, kejadian bunuh diri ini sama sekali tak ada kaitannya dengan adanya mitos pulung gantung. Menurutnya, seseorang melakukan bunuh diri karena terganggu kesehatan mentalnya yang kemudian memicu aksi nekat tersebut.
“Artinya kalau kita bisa memberikan dukungan, maka kemungkinan besar bunuh diri itu dapat dicegah. Seseorang akan melakukan bunuh diri juga ada tanda-tandanya, seperti penyintas bunuh diri, perubahan perilaku, kondisi penyakit kronis, dan kesendirian,” urai Ida, Minggu (12/09/2021) siang.
Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengakui jika kejadian pada tahun ini terbilang cukup tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sama seperti Ida, Endah juga menegaskan jika kejadian mitos pulung gantung tak ada kaitannya dengan kasus bunuh diri. Dengan angka rata-rata per tahun di Gunungkidul terjadi 30 kasus bunuh diri, hal ini patut menjadi keprihatinan bersama. Tingginya kasus tersebut menurutnya dapat menjadi stigma buruk bagi Kabupaten Gunungkidul yang dapat dianggap warganya mudah melakukan bunuh diri.
“Kejadian bunuh diri ini tentu terus diupayakan untuk pencegahannya dengan adanya program-program yang berkaitan dengan hal itu. Selain itu, dukungan anggaran juga diperlukan untuk mendorong OPD-OPD terkait dan Satgas Berani Hidup Kabupaten Gunungkidul untuk lebih gencar melakukan sosialisasi,” ungkapnya.
Penyelesaian banyaknya kasus bunuh diri menjadi tanggungjawab setiap lapisan pemerintahan dan masyarakat. Selain itu, perlu memberikan pemahaman jika masalah gantung diri ialah masalah kesehatan mental, khususnya bagi masyarakat yang masih menganggap penyebab gantung diri ialah pulung gantung.
Founder LSM IMAJI, Joko Yanuwidiasta, menambahkan, pedoman pencegahan bunuh diri sebenarnya sudah tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) nomor 56 tahun 2018 tentang Penanggulangan Bunuh Diri. Namun kemudian memang pelaksanaan satuan tugas di dalamnya masih belum optimal.
Lebih lanjut ia memaparkan, menurut analisis IMAJI, terdapat pergeseran lokasi kejadian-kejadian bunuh diri di Gunungkidul. Sebelum tahun 2015, lokasi kejadian didominasi terjadi di wilayah-wilayah yang identik dengan kemiskinan dan kekeringan. Namun pada catatan tahun 2015 hingga 2020 kasus bunuh diri saat ini telah merata di wilayah-wilayah yang ekonominya mulai berkembang.
“Bunuh diri berkaitan erat dengan masalah sosio-ekonomi, bukan mitos apalagi pulung gantung. Menurut data kami, kejadian bunuh diri didominasi oleh jenis kelamin laku-laki dengan presentase sebanyak 57,43%,” paparnya.
Merujuk pada data IMAJI, sebaran kejadian bunuh diri menurut umur pada tahun 2015 hingga 2020 ini lebih banyak terjadi pada usia produktif. Hal ini menjadi catatan khusus dalam upaya pencegahan bunuh diri yang identik dilakukan oleh lansia.
“Pelaku bunuh diri yang berusia 60 tahun sebanyak 44%, usia 46-59 sebesar 31%, usia 19-45 sebesar 24%, dan di bawah 18 tahun sebanyak 1%. Kalau dijumlah, usia produktif mendominasi, yaitu sampai 56%,” ucap Joko.
“Dengan data yang ada, kalau mau membaca data sebetulnya tidak ada kaitannya antara kejadian gantung diri dengan mitos pulung gantung yang sudah lama beredar,” pungkasnya.
-
Uncategorized3 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan2 minggu yang lalu5 Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Gunungkidul, Ditarget Rampung Desember
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Kualitas 6 Sumber Air Gunungkidul, BBWSSO Temukan Amonia hingga Coliform
