Sosial
Jeritan Peternak Ayam Petelur, Setiap Hari Nombok Hingga Rencana Berhenti Produksi
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Harga telur ayam yang terus mengalami penurunan mebuat peternak tekor. Harga telur yang anjlok sementara harga pakan yang terus melonjak dikeluhkan sejumlah peternak. Kondisi yang terus berlarut-larut seperti ini bahkan membuat sejumlah peternak berpikir untuk sementara berhenti berproduksi.
Salah seorang peternak ayam petelur di Kalurahan Banaran, Kapanewon Playen, Mantoro menuturkan, sejak beberapa waktu terakhir ini, harga jual telur ayam memang terus menurun. Bahkan saat ini, per kilogram telur ayam hanya dihargai Rp. 17 ribu per kilogram. Menurutnya, harga jual ini tak sebanding dengan biaya produksi yang cukup besar. Tak heran apabila kemudian, ia terus merugi.
“Harga telurnya murah banget, sedangkan harga pakannya naik terus,” keluh Mantoro, Minggu (12/09/2021) siang.
Mantoro menambahkan, sulitnya impor pakan masuk ke Indonesia diduga menjadi penyebab mahalnya harga pakan ayam petelur. Setiap harinya, ia harus mengeluarkan uang Rp. 2 juta lebih hanya untuk membeli pakan. Situasi sendiri semakin sulit lantaran di tengah naiknya harga pakan itu, harga jual hasil telur tak bisa diharapkan untuk menutupnya.
“Tidak masuk sama sekali kalau dihitung, sementara mau stop ternak ayam petelur dulu,” jelasnya.

Bagaimana tidak, dengan populasi 3.000 ekor ayam petelur yang ia milik, saban harinya ia membutuhkan kurang lebih 360 kilogram pakan. Sementara hasil yang ia dapatkan yakni telur 150 kilogram per hari. Jumlah ini tentu saja tidak cukup untuk menutup biaya produksinya. Alhasil, setiap harinya ia harus tombok.
“Dikali saja 150 x Rp 17ribu itu cuma berapa, belum upah buruh yang ngurusi kandang,” ujar Mantoro.
Ia menyebut, harga telur memang cenderung menurun selama pandemi covid19. Namun harga yang begitu anjlok terasa sejak PPKM darurat diberlakukan.
“Keuntungannya semakin tipis, malah sejak beberapa bulan ini nombok terus,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan, Disperindag Gunungkidul, Yuniarti Ekoningsih mengatakan, harga telur ayam di level pengecer yakni Rp. 20 ribu per kilogram. Menurutnya, memang sempat ada trend kenaikan harga beberapa waktu lalu. Namun itu terjadi hanya saat pemerintah mulai membagikan bantuan pangan. Setelah itu, harga telur cenderung mengalami penurunan.
“Harganya memang lebih murah jika dibandingkan sebelum pandemi,” tandas dia.
-
Pemerintahan1 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa1 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized2 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa1 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized2 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized1 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
