fbpx
Connect with us

Sosial

Kondisi Dinilai Kondusif, Warga Plumbungan Tetap Laksanakan Sholat Ied Berjamaah

Diterbitkan

pada tanggal

Patuk,(pidjar.com)–Pemerintah melalui Menteri Agama dan juga Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan himbauan untuk tidak menyelenggarakan sholat Idul Fitri di masjid ataupun lapangan di tengah pandemi corona yang sekarang tengah terjadi. Namun demikian, sejumlah titik nampaknya masih berencana akan menyelenggarakan sholat Idul Fitri. Salah satunya yang direncanakan oleh takmir Masjid Al Ikhlas yang berada di Kampung Emas Plumbungan, Desa Putat, Kecamatan Patuk.

ketua Takmir Masjid di plumbungan, Tugiran pihaknya mendapatkan informasi, dimana . Namun begitu, kegiatan ini dilaksanakan dengan beberapa persyaratan dan tetap menerapkan protokoler kesehatan. Menurut Tugiran, kebijakan ini diambil mengingat Plumbungan dalam kondisi masyarakat yang kondusif.

“Plumbungan dalam kategori zona hijau dan kesadaran masyarakat yang baik dalam menerapkan prosedur penanganan pandemi covid 19. Sehingga kemudian kami berani untuk menggelar sholat Ied,” kata Tugiram, Kamis (21/5/2020).

Sholat Ied berjamaah sendiri rencanaya akan dilaksanakan di Masjid maupun sejumlah titik di Padukuhan Plumbungan. Untuk mengurangi jumlah jamaah agar tidak berdesakan, maka akan dipecah di 4 tempat. Panitia telah menentukan 4 tempat pelaksanaan di mana tempat tersebut telah dilakukan penyemprotan disinfektan untuk sterilisasi dan juga disediakan alat cuci tangan.

Jamaah akan dibagi di beberapa tempat masing-masing di Balai Padukuhan untuk jamaah dari RT 16 dan RT 17 dengan imam dan khotib warga kedua RT tersebut. Kemudian di Masjid Al ikhlas dengan jamaah RT 14 dan bagian utara dengan imam salah satu marbot masjid tersebut.

“Yang lain ada di rumah kampung Emas dengan jamaah RT 14 bagian selatan. Dan aula TK Negeri Patuk dengan jamaah warga RT 15,” tambahnya.

Takmir masjid juga telah menetapkan prosedur yang harus dipenuhi oleh jamaah yang akan mengikuti sholat ied. Mulai dari jamaah wajib menggunakan masker, bersedia mengikuti aturan jarak dalam membuat shof yang diawasi panitia. Jamaah juga dilarang berjabat tangan saat bermaafan, apalagi berpelukan sebagaimana yang dilakukan seperti kondisi biasa. Sementara untuk khotbah Idul Fitri akan diberikan oleh panitia.

Sementara untuk peserta dari luar dusun Plumbungan maupun dari jauh yang belum memenuhi prosedur karantina tidak diijinkan ikut pelaksanaan dalam area yang ditentukan dan berada dalam jarak yg ditentukan panitia. Panitia juga telah menyediakan hand sanitizer, sehingga jamaah sebelum masuk ke area sholat wajib menggunakannya.

“Setelah sholat dan khotbah selesai maka langsung akan kami bubarkan,” tukasnya.

Salah seorang warga Plumbungan, Linangkung mengatakan dirinya telah mendapatkan edaran mengenai diadakannya sholat ied tersebut.

“Ya ada edaran itu,”kata dia.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Agung Al Ikhlas Wonosari, Andar Jumaelan menuturkan, sesuai dengan anjuran Kemenag dan MUI serta para ulama, maka pihaknya untuk tahun ini tidak menyelenggarakan Sholat Ied di Masjid tersebut. Tak hanya masjid, pelaksanaan sholat ied berjamaah di Alun-alun Pemda juga ditiadakan. Kebijakan ini diambil juga untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

“Kita himbau jamaah sholat ied di rumah masing-masing saja,” ujarnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler