fbpx
Connect with us

Sosial

Kebijakan Beri Izin Buka Heha Sky View Lukai Hati Pedagang Pantai Selatan

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Diterbitkannya izin untuk kembalinya Heha Sky View yang terletak di Kecamatan Patuk mendapatkan kecaman keras dari para pelaku wisata lain. Kebijakan Pemkab Gunungkidul ini dianggap sebagai kebijakan yang pilih kasih. Hal ini tentunya melukai hati para pedagang di pesisir Pantai Selatan. Di tengah pandemi ini, wisata pantai memang ditutup oleh pemerintah sejak akhir Maret lalu sehingga nafkah para pedagang pun ikut tertutup.

Seperti yang diketahui, wisata sejauh ini menjadi tambang utama pendapatan asli daerah Gunungkidul. Dari lokasi wisata itu pula, puluhan ribu masyarakat Gunungkidul mengais rejeki.

Salah seorang pedagang makanan di Pantai Kukup, Muji mengaku sangat kecewa dengan kebijakan Pemkab Gunungkidul yang menerbitkan izin dibukanya Heha Sky View. Menurutnya, restoran mewah tersebut belakangan ini viral ini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Sebuah hal yang tak didapatkan oleh para pedagang kecil seperti dirinya yang sama-sama mengais rezeki dari dunia pariwisata.

“Saya mumet dewe sama keputusan pemerintah, tidak welas asih sama pedagang kecil seperti kami ini. Yang besar justru yang diistimewakan,” ucap Muji saat diwawancarai pidjar.com, Kamis (21/05/2020) pagi.

Sejauh ini, Muji mengaku, pihaknya tidak mempermasalahkan keputusan pemerintah untuk menutup pariwisata di pantai selatan. Meski hal ini tentu saja membuatnya kehilangan nafkah. Selama penutupan ini pula tidak ada sedikitpun perhatian dari Pemkab Gunungkidul terhadap para pengusaha kecil di pinggiran pantai. Padahal, ekonomi rekan-rekannya lumpuh total.

Berita Lainnya  Mata Buta Setelah Dua Bulan Terserang Penyakit Misterius, Petani Miskin Ini Kehilangan Semangat Hidup

“Ya kami ini semua punya keluarga, tidak semua dapat bantuan. Bisa dibayangkan dua bulan terakhir ini bagaimana ekonomi kami,” ungkap dia.

Di sisi lain, dibuka kembalinya Heha Sky View ini sama saja mengabaikan pedagang kecil. Sebagai rakyat yang mengaku mematuhi imbauan pemerintah, ia mengaku bingung.

“Pemerintah mengeluarkan kebijakan yang melarang berkerumun serta mengampanyekan untuk beli makanan dibungkus dimakan di rumah. Lha ini resto mewah yang memberikan suguhan pemandangan kok diistimewakan dengan diberikan izin buka, judek saya,” tukas dia kesal.

Di tengah pandemi yang tidak tahu kapan berhenti ini, Muji tak berharap banyak. Ia hanya ingin tidak diabaikan oleh pemerintah.

“Wisata lumpuh, ekonomi kami ini juga lumpuh, sebetulnya tidak berharap banyak paling gak dikaruhke sama pemerintah, lha ini tidak sama sekali,” kata Muji.

Dikatakan Muji, sejauh ini para pedagang di pesisir pantai selatan tengah tersebar informasi yang simpang siur. Hal tersebut mempengaruhi mental pedagang.

Berita Lainnya  Serangan Demam Berdarah Meningkat Drastis, Dinkes Telusuri Informasi 1 Korban Meninggal Dunia

“Ya kami pasti bingung sama keputusan pemerintah, misal kwasan pantai dibuka lagi apa yang perlu kami lakukan, kan gak jelas makanya kami butuh para penggede itu sopo aruh sama pedagang di sini, paling gak biar mental kami tatag,” ujar dia.

Terpisah, salah satu pedagang dan persewaan tikar di Pantai Ngrenehan, Tugi juga tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan pemerintah. Dengan dibukanya Heha Sky View ia merasa pemerintah pilih kasih.

“Giliran resto yang mewah dipikirkan, lha nasib pengusaha kecil pantai selatan mbok ya juga dipikirkan,” tandas dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler