fbpx
Connect with us

Peristiwa

Kondisi Pasca Terjangan Gelombang Pasang di Kawasan Pesisir Selatan Gunungkidul

Published

on

Girisubo, (pidjar.com)–Gelombang laut di pesisir selatan Gunungkidul kembali menerjang kawasan pantai selatan Gunungkidul. Gelombang tinggi sendiri mencapai puncaknya sejak Rabu (11/08/2021) malam hingga Kamis (12/08/2021) siang. Gelombang pasang menerjang hingga daratan, tempat lapak-lapak para pedagang. Beruntung, meski cukup deras, namun insiden ini tak sampai menimbulkan kerusakan maupun memakan korban. Pada Jumat (13/08/2021) ini, gelombang mulai berangsur menurun.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah 1 Gunungkidul, Sunu Handoko Banyu Segoro mengungkapkan, gelombang tinggi tersebut sempat menerjang beberapa pantai di wilayahnya. Diantara pantai-pantai yang terdampak adalah Pantai Wediombo, Pantai Jungwok, Pantai Siung, dan Pantai Sadeng. Ia melaporkan jika gelombang tinggi tersebut bahkan merangsek sampai di batas tanggul pantai.

Namun meski intensitasnya cukup deras, gelombang pasang sendiri tak sampai merusak fasilitas-fasilitas maupun bangunan milik para pedagang. Pihaknya belum menerima adanya laporan kerugian material yang ditimbulkan akibat gelombang pasang ini.

“Tidak ada kerusakan yang terjadi baik di warung milik warga maupun di fasilitas umum,” jelas Sunu saat dihubungi Jumat (13/08/2021).

Sebelumnya ia telah mendapatkan laporan mengenai adanya gelombang tinggi yang akan terjadi, selanjutnya ia memberikan informasi tersebut kepada warga setempat. Pihaknya pun tetap melakukan pemantauan di wilayahnya dari Rabu hingga Jumat ini untuk memastikan perkembangan gelombang tinggi yang akan berlangsung. Para nelayan di wilayahnya juga telah mengantisipasi gelombang tinggi dengan mengevakuasi kapal-kapalnya ke tempat yang lebih aman. Selain itu aktifitas melaut para nelayan juga dihentikan hingga gelombang laut kembali normal.

“Kemungkinan Sabtu (14/08/2021) besok, para nelayan mulai beraktifitas kembali karena saat ini gelombang sudah terpantau menurun,” sambungnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Koordinator SAR Satlinmas Wilayah 2 Gunungkidul, Marjono. Ia mengungkapkan jika puncak gelombang tinggi terjadi pada Rabu malam yang mencapai 16,5 kaki atau setara 5 meter. Meski menurun, gelombang sendiri terus meninggi hingga Kamis siang kemarin. Walau begitu, pihaknya memastikan tidak adanya kerusakan yang terjadi akibat terjangan gelombang tinggi tersebut.

“Dampak gelombang pasang tadi malam di wilayah Baron aman, tidak ada kerusakan,” jelasnya saat dihubungi.

Sebelumnya, Marjono telah mendapatkan informasi adanya gelombang tinggi yang akan terjadi. Pihaknya lantas mengkoordinasikan hal tersebut kepada nelayan. Lantas mengantisipasi adanya kerusakan dengan mengevakuasi kapal-kapal ke tempat yang lebih aman.

“Sekarang gelombang laut sudah mulai menurun,” lanjut dia.

Gelombang tinggi yang beberapa pekan kerap menerjang pesisir selatan Gunungkidul menurutnya adalah hal lumrah. Siklus gelombang tinggi tersebut sering terjadi pada bulan Juli hingga Agustus, tak lupa ia pun terus memantau perkembangan informasi melalui BMKG untuk mendapatkan kabar terbaru agar sewaktu-waktu dapat segera melakukan mitigasi terhadap nelayan maupun warga setempat.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler