Connect with us

Pemerintahan

Kurangi Penumpukan Sampah Organik DLH Dorong Budidaya Maggot

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendorong masyarakat dan kelompok pengelolaan sampah organik menggunakan metode yang lebih modern dengan memperhatikan lingkungan dan memanfaatkan mikroorganisme (biokonversi) maggot. Hal tersebut dikarenakan pemanfaatan maggot memiliki keunggulan terendiri, mulai dari ramah lingkungan hingga memiliki nilai ekonomis tinggi.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Aris Suryanto mengungkapkan, pihaknya tengah mendorong para pengelola sampah untuk dapat mengolah sampah organik agar menjadi sebuah barang yang lebih bermanfaat kembali. Pemanfaatan maggot dinilai menjadi sebuah inovasi yang sangat menguntungkan. Pihaknya meyakini, jika sampah organik dikelola menggunakan maggot, maka dapat mengurangi volume sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir sampah.

“Ini hanya khusus sampah organik. Kami adakan studi banding dan pendampingan, pengelolaan sampah yang baik. Sampah organik dipisahkan dan diolah dan dimanfaatkan kembali, kemudian untuk sampah lain ada yang bisa didaur ulang atau bisa dibuang ke TPAS,” kata Aris Suryanto, Jumat (13/11/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan, sekarang ini sudah ada beberapa kelompok pengelolaan sampah yang memanfaatkan maggot untuk pengolahan sampah organic. Mereka tersebar di wilayah Logandeng, Banaran, dan Nglanggeran yang sudah sukses menerapkan pengelolaa sampah dengan metode biokonversi.

Berita Lainnya  Genjot Penerimaan PBB, Pemkab Gunungkidul Perpanjang Masa Bebas Denda dan Sediakan Hadiah 5 Motor

“Jadi sampahnya tidak menumpuk dan ada nilai ekonomisnya yang bisa dirasakan oleh masyarakat,” imbuh dia.

Dijelaskan Magot BSF (Black Soldier Fly) adalah larva dari jenis lalat besar berwarna hitam yang terlihat seperti tawon.Maggot BSF adalah bentuk dari siklus pertama (larva) Black Soldier Fly yang nantinya bermetamorfosa menjadi lalat dewasa.Fase metamorfosa maggot BSF dimulai dari telur, larva, prepupa, pupa, dan lalat dewawa, semuanya memakan waktu 40 sampai 45 hari saja. Maggot sendiri bisa digunakan untuk pakan ternak, sementara hasil penguraiannya dapat dimanfaatkan untuk pupuk di sektor pertanian.

“Karena belum banyak yang menggunakan metode ini masih perlu disosialisasikan kembali ke perseorangan ataupun kelompok. Belumlama ini ada study banding yang kami fasilitasi untuk beberapa kelompok pengelolaan sampah dari beberapa kalurahan. Sehingga diharapkan banyak yang tertarik, produknya kan awet dan aman,” jelas dia.

Sementara itu, Carik Kalurahan Semanu, KApanewon Semanu, Suhartanto mengatakan, di kalurahan ini terdapat kelompok pengelolaan sampah yang tertarik untuk memanfaatkan metode biokonversi menggunakan maggot. Beberapa waktu lalu juga telah mengikuti study banding di wilayah Nglanggeran, Kapanewon patuk.

Berita Lainnya  Lelang Buku Ajar Tingkat SD Tahun 2017 Senilai Rp3,7 Miliar Gagal

“Tertarik menerapkan metode ini karena bisa mengurangi sampah-sampah organic sebelum di buang ke TPA karena selama ini sebenarnya sampah organic banyak dan belum maksimal dalam pengelolaanya, juga berkaitan dengan keuntungan dari budidayanya . Itukan bisa menambah pengkasilan juga,” sambung Suhartanto.

Rencana pemanfaatan maggot sendiri di mulai tahun 2021 mendatang. Sekarang pihak pengelola dan pemerintah kalurahan sedang melakukan persiapan lainnya, pendampingan juga akan dibertikan masuk pada APBD Kalurahan di 2021.

“Nanti akan dibuatkan Peraturan Kalurahan (Desa) mengenai pengelolaan sampah. Minimal masyarakat dapat membiasakan memilah sampah dan menerapkan pola hidup sehat. Kemudian untuk budidaya maggot ini dapat meningkatkan ekonomi di pengelolaannya,” ujar dia.

Sementara itu, Lurah Nglanggeran, Senen mengatakan di wilayahnya sudah sejak beberapa waktu silam memanfaatkan maggot untuk pengolahan sampah organic. Metode ini dianggap sangat baik dan menguntungka, memilki nilai ekonomis tinggi dan kegunaan produknya beraga.

Berita Lainnya  Pembangunan Kantor Kapanewon Playen Hampir Selesai, Pemerintah Pastikan Tahun Depan Mulai Bisa Ditempati

“Kalau di kami sekarang pengelolaanya di BUMDes Ngalnggeran dan akan dikembangkan pada kelompok masyaralat yang berminat. Bersyukur progresnya cukup baik selama ini,” tutup dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata7 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler