Connect with us

Politik

Laporan Tidak Disertai Terlapor, Proses Penyelidikan Kasus Dugaan Perusakan APK Milik Suharno Dihentikan Bawaslu

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Setelah melalui beberapa tahapan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul akhirnya memutuskan untuk menghentikan proses penyelidikan atas laporan dari Caleg Partai Nasdem Suharno berkaitan dengan pengrusakan puluhan alat peraga kampanye (APK) miliknya. Langkah penghentian proses ini lantaran bukti-bukti yang disertakan dianggap tidak memenuhi unsur pidana kampanye.

Ketua Bawaslu Gunungkidul, Is Sumarsono mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan dan pengkajian oleh Bawaslu serta melibatkan semua lini yang berkepentingan, jajarannya menyepakati jika proses penyelidikan terkait laporan perusakan APK ini terpaksa dihentikan. Hal ini tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga menjadi latar belakang yang kuat untuk penghentian penyelidikan.

Pasalnya pelaporan Suharno beberapa waktu lalu atas ditemukannya puluhan APK miliknya dan milik putranya Rian Eko Wibowo di kawasan Karangmojo, Ponjong, dan Wonosari mengalami kerusakan tidak terdapat terlapor. Atas dasar ini pula, Bawaslu menyimpulkan jika pelaporan tersebut tidak memenuhi unsur formal.

Berita Lainnya  Sudah Sesuai Aturan, Dinas Minta Masyarakat Dengok II Legowo Terima Dukuh Terlantik

“Salah satu diantaranya karena syarat formal tidak terpenuhi yakni terlapor atas pengrusakan tersebut tidak ada,” terang Is Sumarsono, Rabu (20/02/2019).

Penghentian penyelidikan kasus pengrusakan ini menambah daftar kasus laporan perusakan APK yang tidak terpenuhi unsur formalnya. Seperti misalnya beberapa waktu lalu juga caleg dari PDI-P juga melaporkan jika terdapat sejumlah APK yang rusak. Namun sama nasibnya dengan laporan Suharno, proses penyelidikan laporan ini mentah setelah Bawaslu memutuskan bahwa laporan itu tidaklah memenuhi unsur pidana pemilu.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady mengatakan, proses penyelidikan atas kasus pengrusakan APK ini sepenuhnya merupakan ranah Bawalsu Gunungkidul. Pasalnya untuk APK atau politik memang merupakan kewenangan dari Bawaslu. Jika dari pihak kepolisian kemarin telah melakukan penyelidikan dan mengambil sejumlah sampel hal ini untuk memenuhi pengkajian dan menindaklanjuti laporan atau tembusan dari Bawaslu.

Berita Lainnya  Gerilya Gerindra Gunungkidul, Lantik Ribuan Kader Untuk Menangkan Pemilu Hingga Pilkada

“Kalau secara keseluruhan telah memenuhi unsur tentu akan ditangani ke ranah hukum selanjutnya. Jika ini tidak memenuhi unsur tentu ranahnya Bawaslu dalam penyelesaiannya,” kata AKBP Ahmad Fuady.

Jajaran kepolisian juga terus berusaha untuk semaksimal mungkin dalam menekan atau meredam gejolak di kalangan politisi maupun para timses dan masyarakat. Hal ini dilakukan agar nantinya tidak ada perseteruan ataupun perpecahan di tahun politik ini. Semua lini digandeng agar dalam gelaran pesta demokrasi tahun 2019 jauh lebih aman dan tidak ada permasalahan yang besar.

“Semua kami berdayakan untuk meredam gejolak yang ada. Memang sangat rawan kondisi menjelang pemilu seperti sekarang,” tanbah dia.

Terpisah, Suharno yang juga merupakan mantan Ketua DPRD Gunungkidul mengatakan, jika pihaknya telah mendapat informasi mengenai diberhentikannya proses penyelidikan laporannya itu. Ia masih akan meminta instansi terkait untuk mengusut tuntas perkara perusakan puluhan APK milik dirinya dan milik putranya itu.

Berita Lainnya  Mengejutkan, Heri Nugroho Mundur Dari Ketua DPD Golkar Gunungkidul

Kendati demikian ketika disinggung mengenai langkah lanjutan yang akan ditempuh, Suharno memilih untuk tidak berkomentar banyak, yang jelas ia masih akan terus berkoordinasi untuk dapat mengungkap siapa pelaku pengrusakan sedikitnya 50 apk jenis baliho dan rotek miliknya yang rusak.

“Ya pokoke harus ada penyelidikan lebih lanjut,” ujar dia.

Sebagaimana diketahui, puluhan baliho dan APK jenis rotek milik Suharno dan Rian Eko Wibowo dari Partai Nasdem diketahui rusak. Beberapa waktu lalu saat sejumlah petugas terjun ke lapangan juga diketahui selain sobek atau disobek, juga terdapat baliho yang diduga rusak lantaran terkena lemparan cat.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler