fbpx
Connect with us

Info Ringan

Lima Alasan Mengapa Arsitek Memiliki Gaji Tinggi

Published

on

Jogja,(pidjar.com)–Pekerjaan arsitek bukan hanya memastikan bangunan nyaman dihuni, tapi juga memberi dampak yang baik bagi lingkungan di sekitarnya. Jadi, gak sembarangan gunakan desain ini dan itu. Perusahaan besar biasanya berani membayar mahal jasa arsitek profesional. Menurut Nikita Eleonara, salah satu arsitek muda Indonesia, seorang arsitek yang sudah profesional sangat mungkin mendapatkan penghasilan hingga ratusan juta, bahkan sampai miliaran. Tapi, bukan berarti profesi ini bisa dijalani dengan mulus oleh siapa aja. Anda  yang tergiur sama besarnya gaji arsitek, ketahui dulu fakta-fakta mengenai profesi ini dilansir dari moneysmart.com!

Harus siap lembur sampai pagi

Sejak jadi mahasiswa, Anda  sudah harus siap meluangkan sebagian besar waktu buat mengerjakan tugas. Pasalnya, jurusan arsitektur terkenal dengan beban tugas yang tinggi serta deadline yang ketat. Dengan tumpukan tugas yang menanti, mau gak mau Anda  harus siap begadang tiap hari. Kebiasaan ini gak jauh berbeda di dunia kerja nanti.

Honor pertama bisa di bawah UMR

Menurut Angky, seorang arsitek yang telah 8 tahun menggeluti profesi ini, honor pertama setelah lulus kuliah bagi seorang arsitek sangatlah kecil. Jika dibandingkan dengan bidang profesi lain, gaji arsitek terbilang yang paling minim. Dari pengalaman Angky, ia mendapatkan gaji di bawah UMR meski harus lembur sampai menginap di kantor. Meski begitu, pekerjaan pertamanya ini adalah ladang ilmu baginya. Selain itu, bagi seorang fresh graduate, mencari banyak portofolio lebih penting daripada besarnya bayaran.

Berita Lainnya  Tujuh Manfaat Baik Dari Minuman Susu Jahe

Punya prospek karier yang bagus

Salah satu penyebab banyaknya peminat profesi arsitek adalah karena prospek karier arsitek cukup bagus. Lulusan arsitektur dapat menjadi konsultan arsitek mandiri, bekerja sebagai arsitek di biro konsultan, arsitek di perusahaan developer atau perusahaan kontraktor, serta menjadi pegawai negeri sipil di instansi pemerintahan, seperti kementerian pekerjaan umum, pemukiman dan prasarana wilayah, dan dinas pemerintahan daerah seperti dinas tata kota. Di sisi lain, semakin berkembangnya pembangunan di tiap wilayah Indonesia maupun luar negeri membuat profesi arsitek gak akan kehabisan lahan kerja selama memiliki skill yang memadai.

Bertemu dengan banyak orang

Menjadi arsitek harus siap bekerja sebagai tim. Faktanya, arsitektur suatu bangunan bukan semata karya seorang arsitek. Dalam praktiknya, pekerjaan arsitek baru bisa berjalan lancar jika didukung oleh berbagai pihak, mulai dari kontraktor, sampai tukang bangunan yang terlibat. Selain itu, arsitek juga harus pandai berkomunikasi. Pekerjaan ini menuntut Anda  untuk bisa meyakinkan klien serta memahami keinginan klien. Kemudian baru mewujudkan keinginan klien, prinsip-prinsip arsitektur ideal, serta imajinasimu sebagai arsitek ke dalam sebuah desain hingga menjadi bangunan yang nyata.

Berita Lainnya  Enam Manfaat Baik jika Mengkonsumsi Apel

Bukan hanya menciptakan keindahan

Siapa pun bisa menciptakan desain rumah yang artistik. Jika tidak memiliki daya imajinasi yang tinggi, Anda  cukup buka contoh berbagai desain di Internet. Pertanyaannya, apakah desain yang Anda  buat sudah terjamin berdampak baik buat lingkungan? Itulah yang seharusnya jadi pembeda antara arsitek dan non arsitek saat membuat suatu rancangan. Arsitek harus mampu memberikan solusi jika desain yang diinginkan klien ternyata berpotensi tidak ramah lingkungan. Jadi, bukan hanya menciptakan bentuk yang indah, tapi juga memperhatikan dampak yang diberikan.

Gaji arsitek memang bisa sampai ratusan hingga miliaran. Tapi, untuk sampai pada posisi tersebut, kerja keras yang dibutuhkan pun gak main-main. Saat awal merintis karier, lembur hingga menginap di kantor, desain dibawa kabur tanpa dibayar, dan duka lainnya juga mau gak mau mesti dijalani.

 

 

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler