fbpx
Connect with us

Peristiwa

Lima Pelajar Tenggelam di Pantai Ngandong, Satu Tewas Terseret Arus

Published

on

Tepus,(pidjar.com)–Liburan maut dialami oleh serombongan wisatawan asal Sleman pada Selasa (01/05/2018) siang tadi. Sebanyak 5 orang anggota rombongan terseret gelombang Pantai Ngandong, Desa Tepus, Kecamatan Tepus. Sebanyak 4 orang korban berhasil diselamatkan sementara 1 orang lainnya harus meregang nyawa setelah tersapu arus hingga tenggelam. Hingga berita ini dilansir, korban meninggal dunia atas nama Muhammad Koyim Autad (17) pelajar SMK warga Desa Sangonan, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman tengah dibawa ke RSUD Wonosari untuk mendapatkan visum.

Sekretaris Tim SAR Wilayah II Pantai Baron, Surisdiyanto menerangkan, para korban bersama rombongan dari Sleman berwisata menggunakan sepeda motor ke Pantai Ngandong sekitar pukul 12.00 WIB. Sesaat setelah sampai di area pantai, rombongan pelajar itu lantas bermain air di kawasan perairan Pantai Ngandong.

Diceritakan Suris, saat itu korban bersama 4 temannya yaitu Maulana Ahmad Adi Triadi (17) warga Gabahan, Sumberadi, Sleman; Muhammad Ilham Khusnul (17) warga Sampakan, Kecamatan Seyegan, Sleman; Raihan Aulia (17) warga Medari Kecil, Sleman; dan Muhammad Sarif (17) warga Sampakan, Seyegan, Sleman bermain air terlalu ke tengah.

"Anggota sudah berkali-kali mengingatkan akan tetapi kelima bocah itu tidak menghiraukan dan tetap bermain air di tengah," beber dia, Selasa siang.

Bencana pun terjadi ketika gelombang besar akhirnya datang di tempat para pelajar tersebut bermain air. Derasnya gelombang membuat mereka tak mampu menghindar maupun menyelamatkan diri. Kelimanya lalu terseret arus ke selatan.

Ia melanjutkan, anggota SAR yang melihat hal tersebut lantas terjun dan melakukan penyelamatan. Upaya cepat tersebut membuahkan hasil lantaran 4 orang korban kemudian berhasil dievakuasi menuju daratan.

"Sementara untuk Muh. Koyim tidak berhasil kami selamatkan pada kesempatan pertama dan terseret arus hingga ke tengah," kata dia.

Setelah berhasil mengevakuasi keempat korban selamat ke daratan, petugas kembali terjun ke laut untuk mencari Kosim. Berselang setengah jam kemudian, petugas akhirnya berhasil menemukan Kosim yang mengapung sekitar puluhan meter dari bibir pantai.

"Namun saat kami temukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," imbuh Suris.

Adapun keempat korban yang selamat mengalami shock berat dan lalu dibawa ke Pos SAR guna mendapatkan perawatan medis. Menurut Suris, kondisi keempatnya lalu membaik dan tak mengalami luka lantaran hanya terlalu banyak meminum air laut.

"Untuk jemazah korban yang meninggal dunia kami bawa ke RSUD Wonosari guna mendapatkan visum," pungkasnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler