fbpx
Connect with us

Peristiwa

Miris, Belasan Pelajar SMP di Kecamatan Playen Buat Video Asusila di Ruang Kelas

Published

on

Playen,(pidjar.com)–Dunia pendidikan Gunungkidul tercoreng dengan beredar luasnya video asusila di situs sosial media. Ironisnya, pelaku video asusila berdurasi 38 detik tersebut berdasarkan seragamnya diduga kuat masih duduk di bangku SMP. Dikabarkan bahwa belasan siswa pelaku adegan asusila tersebut berasal dari sebuah SMP di Kecamatan Playen.

Dari video yang diterima pidjar.com, Nampak 2 orang siswa dan 9 orang siswa yang masih berseragam SMP berkumpul di ruang kelas. Salah seorang siswi merekam video menggunakan kamera ponsel sementara siswi lainnya duduk di bangku sebelahnya. Di belakang keduanya, telah berkumpul 9 orang siswa sekelasnya. Tak berapa lama, muncul suara sawer dari siswi perekam dan kemudian memasukan bungkus rokok ke dalam baju siswi di sebelahnya. Seakan menjadi komando, para siswa yang berada di belakang kemudian maju mengerumuni siswi tersebut. Secara bersamaan, para siswa langsung memasukan uang ke dalam baju salah seorang siswa sembari memeganginya. Video kemudian diakhiri dengan siswi tersebut mengeluarkan uang dari dalam bajunya sembari siswa lainnya masih meremas-remas bagian dada siswi itu.

Anjar (30), warga Kecamatan Wonosari mengaku telah mendapatkan video asusila itu sejak beberapa waktu lalu. Video itu ia dapatkan dari sebuah grup Whatsapp. Dalam sekejap, video itu langsung mendapatkan tanggapan senada dari kawan-kawannya. Hampir semuanya mengutuk perbuatan itu karena mencoreng dunia pendidikan.

“Apalagi para pelakunya masih kecil-kecil. Memang sangat memprihatinkan ya,” ucap Anjar, Senin (19/02/2018) siang.

Warga Wonosari lainnya, Yusuf menambahkan, video tersebut sangat cukup untuk menggambarkan betapa mengerikannya pergaulan para pelajar jaman sekarang. Meski tidak bisa dipukul rata, akan tetapi menurutnya hal ini bisa menjadi bahan evaluasi bersama antara pihak sekolah maupun orang tua untuk menangkal kebobrokan moral dan mental para generasi muda.

Ia mengetahui secara persis bahwa dari seragam yang dikenakan, para siswa tersebut merupakan pelajar sebuah SMP Negeri di Kecamatan Playen.

“Saya meminta ada pembinaan. Jangan hanya dibiarkan saja,” kata Yusuf.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rosyid menyatakan bahwa pihaknya masih belum mendapatkan laporan perihal adanya video asusila yang melibatkan pelajar Gunungkidul. Meski begitu, pihaknya menjanjikan akan melakukan penelusuran terkait dengan beredarnya video. Jika nantinya memang benar video ini dilakukan dan direkam oleh pelajar Gunungkidul, Disdikpora Gunungkidul akan mengambil langkah tegas.

“Jika memang benar anak didik kami, tentu akan kami lakukan pembinaan. Tapi sebelumnya kita akan lakukan penelusuran terlebih dahulu,” urai Bahron.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler