Peristiwa
Tim SAR Evakuasi Jasad Tanpa Organ di Bawah Tebing Pantai Ngluwen
Saptosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Jajaran Tim Search and Rescue Linmas Wilayah II Pantai Baron, pada Sabtu (12/06/2021) dini hari sekitar 01.30 WIB mengevakuasi jasad yang sudah tak memiliki kepala tangan dan kaki. Jasad mister X tersebut ditemukan di bawah tebing Pantai Ngluwen. Diduga kuat, jasad tersebut merupakan jasad Muhamad Rois (19) warga Nitikan, UH rt 49/13, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta yang hulang di sekitar Pantai Ngluwen pada Minggu (30/06/2021) lalu.
Sekretaris SAR Linmas Wilayah II Gunungkidul, Surisdiyanto mengatakan, perostiwa penemuan jasad Mister X tersebut bermula saat Posko SAR Baron menerima laporan dari Dukuh Bedalo Krambil Sawit Saptosari, Sumidar sekitar pukul 19.00 WIB. Sumidar melapor kepada Posko SAR bahwa warganya yang beraktivitas di tepi Pantai Ngluwen melihat benda yang tergeletakndi bebatuan tebing.
“Setelah mendapatkan laporan, kami bergegas ke lokasi untuk melakulan evakuasi,” kata Surisdiyanto.
Gelombang pasang, kondisi lokasi begitu gelap dan tebing yang curam tak menurutkan langkah Tim gabungan untuk melakukan evakuasi. Meskipun sampai di lokasi mereka tak bisa langsung bisa melakukan misi penyelamatan.
“Setelah beberapa saat jasad yang dicurigai tersebut berhasil kami angkat, dugaan kuat jenazah tersebut merupakan wisatawan yang hilang dua pekan lalu,” jelasnya.
Pihaknya lantas membawa jasad tersebut ke RSUD Wonosari untuk dilakukan pemeriksaan. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Dua wisatawan terlibat kecelakaan laut di Pantai Ngluwen, Krambil Sawit, Saptosari, Minggu (30/05/2021) pagi. Satu di antaranya hingga meninggal dunia sementara satu lainnya hingga Minggu siang ini belum ditemukan.
Koordinator SAR Linmas Wilayah I Pantai Baron, Marjono mengatakan, peristiwa ini bermula saat Derbita Nadifa Sahira (19) warga Demangan (02/04), Bakipandean, Sukoharjo dan Muhammad Rois Chaq warga Nitikan 6/330 (049/013), Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta mendatangi Pantai Ngluwen untuk camping. Minggu pagi, keduanya lantas bermain di tepi pantai.
“Kondisi gelombang cukup tinggi sehingga menyapu keduanya,” papar Marjono.
Nelayan yang melihat peristiwa ini kemudian berusaha untuk memberikan pertolongan. Namun nahas, satu korban perempuan yang diketahui bernama Derbita sudah tak bernyawa. Operasi pemcarian sendiri ditutup pada hari ketujuh yakni pada Sabtu (05/06/2021) lalu.
-
Uncategorized2 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized7 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial3 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
