fbpx
Connect with us

Peristiwa

Tim SAR Evakuasi Jasad Tanpa Organ di Bawah Tebing Pantai Ngluwen

Published

on

Saptosari,(pidjar.com)–Jajaran Tim Search and Rescue Linmas Wilayah II Pantai Baron, pada Sabtu (12/06/2021) dini hari sekitar 01.30 WIB mengevakuasi jasad yang sudah tak memiliki kepala tangan dan kaki. Jasad mister X tersebut ditemukan di bawah tebing Pantai Ngluwen. Diduga kuat, jasad tersebut merupakan jasad Muhamad Rois (19) warga Nitikan, UH rt 49/13, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta yang hulang di sekitar Pantai Ngluwen pada Minggu (30/06/2021) lalu.

Sekretaris SAR Linmas Wilayah II Gunungkidul, Surisdiyanto mengatakan, perostiwa penemuan jasad Mister X tersebut bermula saat Posko SAR Baron menerima laporan dari Dukuh Bedalo Krambil Sawit Saptosari, Sumidar sekitar pukul 19.00 WIB. Sumidar melapor kepada Posko SAR bahwa warganya yang beraktivitas di tepi Pantai Ngluwen melihat benda yang tergeletakndi bebatuan tebing.

Setelah mendapatkan laporan, kami bergegas ke lokasi untuk melakulan evakuasi,” kata Surisdiyanto.

Gelombang pasang, kondisi lokasi begitu gelap dan tebing yang curam tak menurutkan langkah Tim gabungan untuk melakukan evakuasi. Meskipun sampai di lokasi mereka tak bisa langsung bisa melakukan misi penyelamatan.

Setelah beberapa saat jasad yang dicurigai tersebut berhasil kami angkat, dugaan kuat jenazah tersebut merupakan wisatawan yang hilang dua pekan lalu,” jelasnya.

Pihaknya lantas membawa jasad tersebut ke RSUD Wonosari untuk dilakukan pemeriksaan. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Dua wisatawan terlibat kecelakaan laut di Pantai Ngluwen, Krambil Sawit, Saptosari, Minggu (30/05/2021) pagi. Satu di antaranya hingga meninggal dunia sementara satu lainnya hingga Minggu siang ini belum ditemukan.

Koordinator SAR Linmas Wilayah I Pantai Baron, Marjono mengatakan, peristiwa ini bermula saat Derbita Nadifa Sahira (19) warga Demangan (02/04), Bakipandean, Sukoharjo dan Muhammad Rois Chaq warga Nitikan 6/330 (049/013), Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta mendatangi Pantai Ngluwen untuk camping. Minggu pagi, keduanya lantas bermain di tepi pantai.

Kondisi gelombang cukup tinggi sehingga menyapu keduanya,” papar Marjono.

Nelayan yang melihat peristiwa ini kemudian berusaha untuk memberikan pertolongan. Namun nahas, satu korban perempuan yang diketahui bernama Derbita sudah tak bernyawa. Operasi pemcarian sendiri ditutup pada hari ketujuh yakni pada Sabtu (05/06/2021) lalu.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler