Pariwisata
Lolosnya Ratusan Wisatawan Saat Akhir Pekan, Dinas Salahkan Jalan Tikus
Tepus,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pesona keindahan 70 kilometer garis pantai di Bumi Handayani memang tak bisa dipungkiri. Bisa dibilang, Gunungkidul memiliki pantai paling indah di kawasan DIY. Dengan akses yang saat ini sangat mudah serta ragam pantai yang banyak, kawasan selatan Gunungkidul menjadi primadona bagi para wisatawan. Jutaan orang berkunjung ke kawasan pesisir Gunungkidul.
Adanya kebijakan penerapan PPKM sejak 3 Juli 2021 silam tak membuat niat para wisatawan berkunjung ke Gunungkidul surut. Ribuan orang nekat mendatangi kawasan pantai meski harus mendapati penjagaan ketat aparat. Sebagian harus kecewa tak bisa berkunjung ke pantai, sebagian lagi berusaha dengan berbagai cara untuk tetap bisa berwisata. Salah satunya adalah dengan membayar joki untuk memandu menuju kawasan pantai.
Terutama pada sebulan terakhir ini, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus kelabakan dalam menghalau wisatawan. Tak bisa dpungkiri, ratusan wisatawan khususnya setiap akhir pekan tetap bisa menerobos masuk ke lokasi pantai meskipun petugas mengetatkan lokasi-lokasi pintu masuk wisata.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono mengatakan, sejumlah kendala di lapangan ia hadapi selama pemberlakuan penutupan lokasi wisata di Gunungkidul. Banyaknya jalan tikus menuju pantai menjadi salah satu penyebab lolosnya sejumlah wisatawan saat lokasi wisata pantai ditutup.
“Terlebih banyak oknum masyarakat yang membuka jasa pengantaran ke pantai, ini yang membuat kami cukup kewalahan,” terang Harry, Rabu (29/09/2021).

Harry menambahkan, selain itu, para wisatawan yang hendak menuju pantai juga banyak membaca situasi lengahnya petugas penjagaan. Misalnya saja, datang saat petugas sedang beristirahat pada tengah malam hingga waktu subuh.
“Tenaga kami terbatas sementara animo masyarakat baik dalam maupun luar Gunungkidul untuk berwisata cukup tinggi menjadi kendala kami,” jelas dia.
Untuk itu, ia meminta masyarakat bersabar untuk tidak berwisata. Hal ini dilakukan semata-mata untuk menekan angka covid19 khususnya di Gunungkidul.
“Kami juga mulai mempersiapkan persyaratan kelengkapan uji coba, QR code peduli lindungi dan sertifikat CHSE dari Kemenparekraf,” terangnya.
Terpisah, Koordinator SAR Linmas Wilayah I, Sunu Handoko Bayu Sagara mengatakan, tak bisa dipungkiri, di wilayahnya banyak sekali joki wisata. Namun begitu, semuanya bisa dikendalikan.
“Kami juga mengedepankan pendekatan emosional kepada oknum joki, justru sekarang ini banyak joki yang membantu kami dengan informasi pengunjung yang menerobos,” tandas Sunu.
-
Uncategorized2 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial3 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 hari yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized3 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan3 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized1 hari yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized1 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
