fbpx
Connect with us

Peristiwa

Longsor di Ponjong Serta Nglipar Rusak Talud Senilai Ratusan Juta dan Tembok Rumah Warga

Diterbitkan

pada

BDG

Ponjong,(pidjar.com)–Tak hanya pohon tumbang, cuaca buruk yang terjadi di kawasan Gunungkidul sejak beberapa hari ini juga memicu bencana tanah longsor. Tercatat 2 titik terdampak dari bencana tersebut. Yang pertama adalah ambrolnya talud sepanjang puluhan meter di Padukuhan Ngampelombo, Desa Sumbergiri, Kecamatan Ponjong. Sementara yang kedua, longsor juga terjadi di Padukuhan Geger, Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar. Dalam kejadian di Nglipar ini, rumah salah seorang warga mengalami kerusakan cukup berat lantaran terhantam material longsor.

Untuk kejadian longsor di Kecamatan Ponjong sendiri terjadi pada Selasa (22/01/2019) kemarin. Sebuah talud mengalami longsor sepanjang 50 meter usai tergerus air hujan yang melanda wilayah setempat. Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai puluhan juta mengingat talud itu baru selesai dibangun menggunakan dana desa pada tahun 2018 lalu. Tak hanya itu, akses lalu lintas di sekitar lokasi kejadian pun saat ini juga masih terganggu.

Berita Lainnya  Berdiri di Tanah Pemda DIY, Warung Bakmi Ini Dibongkar Sat Pol PP

Kasi Humas Polsek Ponjong, Aipda Agus Gunawan memaparkan, hujan deras kemarin menggerus bangunan talud jalan yang menghubungkan Desa Ngampelombo dengan Padukuhan Gimeng. Usai dilakukan pengukuran panjang longsoran pun mencapai 50 meter, sebagian tanah tergerus air lantaran tak kuat menahan derasnya air saat hujan kemarin.

“Ketinggian kurang lebih 3 meter ke bawah, mendekati lahan pertanian milik warga,” terang Aipda Agus Gunawan, Rabu (23/01/2019) pagi.

Lantaran mengganggu akses lalu lintas dan membahayakan jika masyarakat berlalu lalang di malam hari, pihak kepolisian dan warga akhirnya memberi rambu-rambu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk kendaraan sepeda motor masih dapat melewati akses jalan ini, namun untuk kendaraan pribadi roda empat perlu waspada atau paling tidak mencari jalur yang lebih aman.

Berita Lainnya  Serangan Jantung, Bardi Meninggal Dunia Mendadak di Hadapan Sang Istri

“Semua sudah dikondisikan, koordinasi tentu langsung dilakukan. Dari kepolisian menekankan pada warga untuk lebih berhati-hati,” tambah dia.

Sementara dalam kejadian di Padukuhan Geger Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar merusak bangunan rumah milik, Jumingan (70) warga setempat. Hujan kurang lebih 13 jam yang mengguyur wilayah setempat menggerus tanah di perbukitan yang terletak di sekitar rumah korban.

Material tanah dan bebatuan yang runtuh menghantam tembok permanen di bagian dapur. Derasnya hantaman sendiri mengakibatkan tembok rumah tersebut ambrol. Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Meski begitu, tidak sampai ada korban jiwa atas kejadian tersebut.

“Kami terus lakukan update data terkait kebencanaan ini. Untuk longsor di Padukuhan Geger pagi ini akan dilakukan kerja bakti,” papar Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki.

Berdasarkan data kebencanaan yang terlaporkan sejak kemarin, terdapat 10 titik yang terdampak bencana akibat hujan deras. Mulai dari tanah longsor, talud longsor, pohon tumbang serta atap rusak akibat hujan serta sapuan angin kencang. Pendataan ini terus dilakukan untuk menentukan langkah lanjutan terkait penanganan bencana yang akan dilakukan oleh petugas di lapangan.

Berita Lainnya  Masih Membandel, Ratusan Wisatawan Tak Kenakan Masker Terjaring Razia

Diantaranya  yakni pohon tumbang di padukuhan Dengok 4 menimpa bangunan warung dan kabel listrik. Kemudian satu buah pohon tumbang menimpa atap rumah milik warga di Jimbaran, Tambakromo, Kecamatan Ponjong. Berdasarkan laporan yang masuk, angin kencang juga berdampak bencana di Padukuhan Gedong, Desa Sawahan, Kecamatan Ponjong.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler