fbpx
Connect with us

Info Ringan

Mengenal Penyakit Jenius Low Latent Inhibition

Diterbitkan

pada tanggal

Jogja,(pidjar.com)–Biasanya penyakit itu merugikan atau mengancam kesehatan seseorang. Tapi ada suatu penyakit yang justru membuat orang menjadi pintar dan jenius. kedengarannya memang aneh, namun hal itu yang benar-benar terjadi pada beberapa kasus. Saat tubuh bertumbuh dan berkembang, pikiran belajar untuk mengenal dan menyaring berbagai macam objek dan informasi, proses ini normal disebut dengan Latent Inhibition. Tapi dalam beberapa kasus, manusia mempunyai kepekaan berlebih terhadap berbagai kondisi lingkungan, seperti bunyi-bunyian, nomor seri telepon genggam di meja anda, atau merek dan tanggal produksi lampu di kamar anda. Proses ini disebut dengan Low Latent Inhibition (LLI).

Penyakit ini sangat bertolak belakang dengan Autis, yang mana Autis menyebabkan seseorang tidak bisa fokus, tidak bisa berkonsentrasi terhadap apa yang diterima dan didengarnya. Sedangkan Low Laten Inhibition, sebaliknya menampung semua informasi yang diterima. Secara normal otak akan menyaring aliran konstan rangsangan yang masuk, sesuai dengan kemampuan otak, namun pada orang yang mengidap LLI, seluruh informasi yang diterima akan masuk seluruhnya ke dalam otak. Bagi orang yang tingkat IQ nya tidak cukup, mungkin akan mengalami kegilaan dan keterbelakangan mental, karena mereka tidak bisa mengembangkan ide-ide kreatifnya, dan akhirnya menjadi frustasi dan depresi atau stress, hal ini lah yang dapat menimbulkan kegilaan atau keterbelakangan mental. Tapi dari beberapa kasus, orang yang memiliki IQ yang cukup, hal ini justru akan membuat dirinya menjadi seorang jenius.

Berbeda dengan orang yang pintar karena belajar. Mereka pintar karena terus mengasah kemampuan otak mereka, tetapi itu bukanlah yang dimaksud. Low Latent Inhibition adalah sebuah penyakit yang bisa membuat orang menjadi jenius. Mengapa tidak, orang yang menderita penyakit ini biasanya akan lebih banyak memikirkan sesuatu yang mana orang biasa tidak pernah memikirkannya atau bisa dikatakan pikirannya lebih mendetail dari pemikiran orang biasa. Tetapi penderita penyakit ini memiki 2 kemungkinan yaitu akan menjadi jenius, atau malah menjadi idiot diakibatkan karena ketidakmampuan ia menerima semua informasi yang didapatnya. Adapun kemampuan orang-orang yang menderita LLI yaitu:

Sangat Peka Terhadap Informasi

Melihat, mendengar dan mencium bau lebih banyak dari orang lain, dan merasa lebih melalui kontak sentuhan. Tanpa disadari pikiran memiliki sebuah asupan informasi yang lebih luas. Setelah menghadapi segala bentuk rangsangan, pikiran secara otomatis mengeksplorasi komponen-komponennya. Jadi dapat mendapatkan informasi tentang sesuatu yang terlewatkan oleh orang normal.

Mampu Belajar Dengan Cepat

Ketika belajar, dapat membuat perubahan seketika. Dapat mempraktekkan pelajaran yang baru saja diserap, dan mampu membuat koneksi atau asosiasi antara 2 hal atau lebih yang biasanya pada orang normal, tampak seperti tidak berhubungan sama sekali. Mudah memahami penjelasan. Melihat informasi latar belakang non-verbal dan ini sering memberikan gambaran yang lebih komprehensif daripada apa yang diucapkan.

Sulit Untuk Mengungkapkan Apa Yang Ada Dalam Pikiran

Karena pikiran sangat teliti dan mendetail tentang hal-hal yang dianggap sepele oleh orang lain, maka akan sulit untuk menjelaskannya secara verbal kepada orang lain.

Orang Lain Terlihat Bodoh dan Membosankan Dengan Penjelasannya

Akan merasa kesal dan tidak sabar bila mendengarkan penjelasan orang normal karena dalam pikiran, orang tersebut menjelaskan tentang sesuatu yang dianggap seharusnya sudah dijelaskan beberapa jam sebelumnya. Jadi ibarat, seseorang berbicara masih sampai di poin A, sedangkan pikiran si pengidap LLI sudah mencapai poin Z.

Ilmu Pengetahuan Adalah Sumber Ketenangan

Dapat menemukan ketenangan dan ketenteraman dalam mempelajari berbagai hal yang berbau sains. Tapi negatifnya, penyakit ini dapat merusak otak seseorang dan mengakibatkan keterbelakangan mental, apabila orang tersebut tidak memiliki IQ yang cukup, untuk memproses segala informasi yang dia dapatkan dari lingkungan sekitarnya.

 

Adapun kesulitan yang dihadapi si pengidap LLI tidaklah mudah. Di satu sisi  menguntungkan, namun di satu sisi banyak hal yang mereka timbulkan dalam pemikiran-pemikiran mereka dan tidak banyak orang mampu memahaminya, seperti:

Lebih Susah Mendapatkan Ketenangan. Bayangkan saja orang orang yang tidak memikirkan sebuah hal hal yang sebenarnya tidak perlu untuk dipikirkan malah terfikir olehnya. Contoh ketika ia melihat sebuah mobil berjalan maka hal yang terfikir adalah semua tentang pertanyaan bagaimana mobil itu berjalan, berapa kecepatan rata-rata, bagaimana gesekan yang terjadi pada mobil ketka ia sedang berjalan. Nah apakah anda nyaman dengan hidup seperti ini di mana orang normal bisa menikmati perjalan dengan santainya sambil menikmati perjaran tentu tidak.

Terlalu Banyaknya Pengetahuan Yang Sangat Mendetail. Akan sangat sulit untuk menjelaskan apa yang dipikirkan kepada yang lainnya karena orang lain tidak dapat menerima pemikiran yang terlalu mendetail, jadi agak susah untuk curhat.

Pemikiran Terlampau Jauh Ke depan. Mengetahui apa yang akan terjadi bahkan akan menghitung segala persentasi persentasi atau resiko resiko yang akan ditimbulkan dari suatu hal, yang semestinya tidak perlu diperhitungkan.

Malas Untuk Membuat Diri Sendiri Menjadi Senang. Yang membuat senang hanyalah sebuah pengetahuan dan pengetahuan sehingga sangat sulit mendapatkan perasaan kesenangan yang orang normal rasakan di setiap hari harinya.

Akan Sulit Mencari Teman Yang Tepat. Orang jenius biasanya tidak suka berbicara hal hal yang dibicarakan orang normal baginya itu bukanlah hal yang perlu untuk dibicarakan, jadi dia butuh teman yang genius seperti dirinya juga. Dan menemukan orang yang jenius sangatlah sulit di dunia ini.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler