fbpx
Connect with us

Sosial

Macet di Pusat Kota Wonosari, Polisi Tutup Pertigaan Amigo

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Arus lalu lintas di kawasan Kota Wonosari pada H-4 Lebaran 2018 ini mulai padat. Sepanjang jalur kota saat ini ramai oleh kendaraan baik roda empat maupun roda dua. Alhasil, kemacetan pun terjadi di kawasan kota.

Mengantisipasi hal ini, Sat Lantas Polres Gunungkidul menggelar tim urai untuk melancarkan arus lalu lintas di seputaran pusat kota Wonosari. Lantaran semakin padatnya jumlah kendaraan utamanya yang melintas di jalan Mgr Soegijapranata hingga jalan Sumarwi maupun Brigjen Katamso, polisi akhirnya menerapkan jalur satu arah di Simpang Tiga Amigo. Arus lalu lintas dari arah timur ditutup dan kendaraan diarahkan menuju ke Jalan Baron.

Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Mega Tetuko mengatakan, saat ini memang telah terjadi peningkatan aktifitas arus lalu lintas di dalam Kota Wonosari. Menurutnya, hal tersebut terjadi lantaran banyak masyarakat yang melakukan aktifitas di pusat-pusat perbelanjaan.

Berita Lainnya  Warga Playen Pengurus Pondok Pesantren Meninggal Dunia Akibat Demam Berdarah

“Penggelaran tim urai ini kita prioritaskan di dalam kota untuk mengurai kemacetan akibat banyaknya kendaraan yang melintas di tengah kota,” ujar Mega, Sabtu (01/06/2019).

Ia menjelaskan, pihaknya melakukan rekayasa lalu lintas dengan penutupan sebagian jalur menuju arah Jl Sumarwi atau depan pusat perbelanjaan Amigo. Hal tersebut dilakukan untuk memecah kepadatan kendaraan di seputar jalan tersebut.

“Rekayasa pengurangan arus yang mengarah ke barat terutama roda empat pada ruas depan pusat perbelanjaan Amigo dan toko emas Semar,” terang Mega.

Antisipasi lain yang dilakukan jajaran kepolisian saat ini untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan yakni dengan memberikan himbauan kepada juru parkir terutama yang beroperasi di pusat kota agar lebih rapi dalam menata kendaraan. Hal ini sangat penting agar nantinya titik-titik parkir ini tidak menjadi pemicu kemacetan. Selain itu, beberapa ruas jalan yang sekiranya dapat menyumbat laju kendaraan untuk tidak digunakan sebagai lahan parkir.

Berita Lainnya  Desain Tengkoraknya Rambah Eropa Hingga Amerika, Pemuda Ini Raup Belasan Juta Tiap Bulan

“Kita berikan himbauan agar parkir tidak menganggu arus lalu lintas. Kita harapkan semua pihak dapat bekerja sama,” kata dia.

Mega menjelaskan, rekayasa lalu lintas ini bersifat tentatif. Artinya jika kondisi lalu lintas kembali normal, jalan yang semula ditutup akan dibuka kembali.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan pantauan melalui drone di beberapa titik, termasuk jalan Jogja-Wonosari. Saat ini, di jalur terbesar menuju Gunungkidul itu masih tergolong ramai lancar.

Sementara itu, pantauan di lokasi, untuk menempuh perjalanan dari arah barat atau Alun-alun kota Wonosari hingga sampai pada simpang tiga Amigo membutuhkan waktu sekitar 4 kali lipat dari waktu biasanya. Hal ini lantaran para pengguna jalan khususnya mobil tidak bisa melaju lancar. Selain karena banyaknya kendaraan roda empat, bahu jalan semakin sempit lantaran banyaknya kendaraan yang terparkir.

Berita Lainnya  Permohonan BPBD Dikabulkan, Dana Cadangan Tanggap Darurat Bencana Kekeringan Bisa Segera Dicairkan

Untuk jenis kendaraan, didominasi oleh kendaraan roda dua yang berada di bahu jalan dan terpantau melintas di jalur dalam kota Wonosari. Namun begitu banyak juga kendaraan roda empat dengan plat nomor luar daerah yang telah melintas.

Tak hanya itu, akitifitas masyarakat yang menyeberang di seputaran toko pakaian hingga pasar Argosari saat ini terpantau padat. Masyarakat dihimbau berhati-hati baik bagi pengendara sepeda motor, mobil maupun pejalan kaki.

“Kita himbau bagi semua pengguna jalan untuk tetap waspada dan mengurangi kecepatan saat kondisi jalan ramai,” pungkas Mega.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler