fbpx
Connect with us

Politik

Sinyal Koalisi Mulai Mengerucut, Ini 3 Pasangan Calon Yang Diprediksi Bersaing Dalam Pilkada Gunungkidul

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Peta politik dalam menyambut pilkada 2020 ini semakin mengerucut dalam arah koalisi. Meskipun hingga kini belum ada yang menyatakan secara resmi mengusung nama-nama, namun sedikit demi sedikit, pola dari pergerakan partai politik maupun kandidat calon mulai dapat dibaca. Diperkirakan, minimal akan ada 3 pasangan calon bupati dan wakil bupati dari koalisi partai politik yang akan berlaga dalam Pilkada Gunungkidul 2020. Jumlah ini dapat berkembang menjadi 4 pasangan yang tentunya akan sangat bergantung pada manuver-manuver diantara pembentukan koalisi di kalangan elit parpol.

Adapun 3 pasangan yang santer akan maju bertarung memperebutkan kursi GK-1 dan GK-2 ini adalah, pasangan Sunaryanta-Martanty Soenar Dewi; kemudian ada nama pasangan Wahyu Purwanto-Bahron Rosyid, serta pasangan Bambang Wisnu Handoyo-Benyamin Sudarmadi.

Untuk nama pasangan Wahyu Purwanto-Bahron Rosyid sendiri adalah pasangan paling nyaman dan paling besar kemungkinannya untuk maju dalam Pilkada Gunungkidul. Pasangan ini santer akan diusung oleh Partai NasDem bersama dengan partai-partai koalisi. Meski belum secara resmi rekomendasi turun, namun sejumlah pengurus Partai NasDem baik di tingkat Gunungkidul maupun DIY telah mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan berlatarbelakang akademisi dan birokrat ini.

Dukungan terhadap pasangan Wahyu Purwanto-Bahron Rosyid telah disampaikan oleh Ketua DPW Partai NasDem DIY, Subardi. Pasangan ini disebutnya adalah pilihan terbaik, baik untuk NasDem maupun Gunungkidul.

“Melihat elektabilitas yang semakin naik, kami mendukung penuh Wahyu Purwanto-Bahron Rosyid,” ujar dia beberapa waktu lalu.

Ketua DPD Partai NasDem Gunungkidul, Suparjo menjelaskan, Partai Nasdem saat ini masih membuka lebar pintu koalisi. Pihaknya sangat berharap adanya koalisi dengan partai politik yang memiliki kesamaan visi dan misi untuk membangun Gunungkidul.

“Kita berharap bisa koalisi kerena membangun Gunungkidul perlu kebersamaaan,” ungkap dia.

“Kita aktif sama kawan kawan hanya saja saya belum berani bicara banyak nunggu kepastian dari DPP dalam hal ini rekomendasi resmi,” lanjut Suparjo.

Pasangan lain yang saat ini santer terdengar yakni pasangan Bambang Wisnu Handoyo-Benyamin Sudarmadi. Pasangan berlatarbelakang birokrat dan pengusaha ini dikabarkan akan diusung oleh partai pemenang Pemilu Legislatif sekaligus pemegang kursi terbanyak di DPRD Gunungkidul, PDIP.

Berita Lainnya  Panwaslu: Penyelenggara Pemilu Masuk Dalam Pusaran Money Politic Berpotensi Hasilkan Wakil Rakyat Yang Korup

Bersatunya Bambang Wisnu dengan Benyamin ini sendiri mendapatkan dukungan dari tokoh senior PDIP, Ternalem Perangin-angin. Kekuatan pemilih PDIP dengan loyalis Benyamin disebut Ternalem akan menjadi kekuatan besar dan berpeluang memenangkan PDIP untuk pertama kalinya dalam kontestasi Pilkada.

“Pasti akan sangat kuat, Pak Bambang dengan segala keunggulan programnya serta Benyamin dengan pendukung loyalisnya,” beber Ternalem.

Ia menambahkan, jika nantinya pasangan tersebut maju, maka suara yang akan didulang oleh keduanya cukup besar. menurutnya, PDIP setiap Pilkada maupun Pileg mampu meraup suara hingga 100 ribu lebih.

“Benyamin sendiri juga katakanlah 60 ribu suara. Kalau ditotal kan ada 160 ribu itu sangat besar dan berpeluang memenangkan kontestasi,” ungkap dia.

Kendati demikian, dirinya tidak mengetahui secara pasti arah koalisi dan perkembangan yang ada di tubuh PDIP. Namun secara pribadi, Ternalem berharap pasangan tersebut dapat diusung.

“Saya kan bukan pengurus, hanya mengamati saja kalau harapannya ya menang dengan pasangan hebat ini (Bambang Wisnu Handoyo-Benyamin),” beber politisi senior ini.

Sementara yang paling seru adalah dinamika koalisi parpol pengusung pasangan Sunaryanta-Martanty Soenar Dewi. Dinamika politik dalam pendekatan parpol pengusung yang dilakukan Sunaryanta akan sangat berpengaruh terhadap jumlah pasangan yang berlaga dalam Pilkada. Sebagaimana diketahui, Sunaryanta saat ini tengah melakukan pendekatan intensif dengan PAN. Perwira menengah TNI AD ini bahkan telah menggelar pertemuan dengan Ketua DPP PAN, Zulkifli Hasan bersama dengan Bendahara Umum DPP PAN, Totok Daryanto.

Padahal selama ini, PAN adalah poros utama yang sebelumnya dikabarkan akan mengusung Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi yang juga merupakan kadernya. Namun pasca Munas PAN yang memilih Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum, kekuatan Amien Rais saat ini tengah meredup di kalangan PAN. Sebagaimana diketahui, Immawan dikenal sangat dekat dengan Amien Rais.

Berita Lainnya  Kartu Program PIP Bergambar Paslon Bupati, Bawaslu Akan Surati Anggota DPR RI

Jika PAN akhirnya mengusung Sunaryanta, kemungkinan besar hanya akan ada 3 pasangan calon yang berlaga. Namun, jika PAN memilih Immawan, nantinya akan ada 4 pasangan calon.

“Akhir Maret atau awal April ini, akan segera terbit surat rekomendasi DPP PAN terkait dengan calon Bupati Gunungkidul yang akan diusung. Nantinya, calon Bupati yang direkomendasikan, ditugaskan untuk membentuk koalisi dan sekaligus memilih pasangan Wakil Bupati,” urai Totok Daryanto.

Sinyal menguatnya duet Sunaryanta-Martanty sendiri semakin menguat manakala Golkar telah menentukan arah dukungannya. Menurut Sekretaris DPD Golkar Gunungkidul, Heri Nugroho, pihaknya memastikan bahwa Golkar akan mengusung Martanty sebagai calon Wakil Bipati.

“Martanti hampir pasti cawabup dari Golkar. Tapi ya kita tunggu saja,” ujar Heri.

Namun demikian, Golkar sendiri masih membuka adanya opsi lain sebagai rencana lain. Belum adanya keputusan resmi dari DPP juga menjadi alasan Partai Golkar mengundang sejumlah nama yang telah mendaftar sebagai calon bupati ataupun wakil bupati dari partai Golkar untuk pemaparan visi dan misi. Rencananya, pemaparan visi dan misi akan dilangsungkan pada 21 Maret mendatang. Saat ini, ada 6 nama yang dipanggil ke kantor DPD Golkar untuk paparan visi dan misi tersebut.

“Ada Sunaryanto, Sutrisno Wibowo, Dadang Iskandar, Immawan Wahyudi, Bahron Rosyid dan Martanty Soenar Dewi,” terang dia.

Disinggung mengenai arah koalisi, Heri memilih untuk lebih irit bicara. Dirinya baru akan berani menyampaikanya setelah ada keputusan resmi dari pusat.

“Komunikasi politik biasa belum mengerucut, akhir Maret semoga sudah deal,” terang dia.

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler