Pendidikan
Dilaporkan Hanya Rusak Ringan, Bangunan SD Kanigoro II Ternyata Hampir Ambruk
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul melakukan pengecekan pada sejumlah bangunan sekolah dasar (SD) di beberapa lokasi. Hal ini dilakukan guna mengetahui kondisi fisik serta tingkat kesiapan bangunan-bangunan SD tersebut dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. Dalam pengecekan ini sendiri, ditemukan adanya kesalahan laporan yang terjadi Sekolah Dasar Negeri Kanigoro II. Kondisi bangunan sekolah ini cukup memprihatinkan dan dianggap kurang layak sementara dalam laporan yang diterima dinas, SD ini hanya mengalami kerusakan yang ringan.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rosyid membenarkan adanya kesalahan pelaporan terkait dengan kondisi bangunan SD Negeri Kanigoro II. Dalam laporan operator Dapodik, kondisi sekolah ini memang ada kerusakan namun hanya dalam kategori ringan. Dalam perkembangannya kemudian, berbagai informasi masuk mengenai kondisi sekolah tersebut. Dilanjutkan Bahron, pihaknya lantas membentuk tim untuk melakukan pengecekan. Fakta di lapangan justru menampakkan hal yang berbeda. Di SD Kanigoro II, ditemui ada ruang kelas yang mengalami rusak parah.
“Ada bangunan kelas yang rusak parah dan kondisi atap mulai keropos. Ruangan itu terancam ambruk,” kata Bahron Rasyid, Selasa (28/02/2020).
Dalam kondisi bangunan yang rusak ini, proses kegiatan belajar mengajar di SD tetap berlangsung. Menurut Bahron, hal serupa tidak hanya terjadi di SDN Kanigoro II saja, melainkan beberapa waktu lalu pun dinas juga mendapati SD Gedangklutuk yang juga mengalami hal serupa.
Terkait dengan kesalahan laporan ini, Bahron meminta kepada para operator untuk melakukan penginputan data yang sesuai dengan kondisi fisik di lapangan. Nantinya jika tidak sesuai dengan kondisi lapangan, dari dinas tidak mengetahui kondisi riil di lapangan dan prioritas perbaikan justru dialihkan ke sekolah-sekolah lainnya.
“Tentu akan berpengaruh dalam secara keseluruhan. Maka itu dalam penginputan data harus berhati-hati,” tambahnya.
Bahron menyampaikan, peran aktif dalam pelaporan kondisi sekolah sangatlah dibutuhkan. Karena pihak sekolah sendiri yang benar-benar mengatahui kondisi sekolah masing-masing. Pelaporan ini sangat penting dalam penentuan skala prioritas karena anggaran dari Pemkab sangatlah terbatas.
“Kerusakan kecil atau ringan menjadi tanggungjawab sekolah, sedangkan kalau rusak sedang hingga berat maka Pemkab bisa mengalokasikan anggaran untuk perbaikan sekolah,” imbuh Bahron.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Ari Siswanto setuju jika sekolah harus turut berperan aktif untuk melaporkan kondisi aset masing-masing. Menurutnya kondisi di lapangan yang mengetahui lebih pasti tentunya adalah dari pihak sekolah sendiri. Untuk perbaikan memang sangatlah terbatas dan disesuaikan dengan skala prioritas.
“Ya kalau tidak dilaporkan, maka pemkab tidak tahu kalau ada sekolah yang rusak. Ini menjadi tanggung jawab sekolah, khususnya kepalanya sehingga harus berperan aktif,” beber Ari.
“Ini juga berlaku untuk sekolah lain, kondisi sekolah harus terjamin keamanannya agar tidak membahayakan siswa dan siswa bisa belajar dengan tenang,” pungkasnya.
-
Uncategorized4 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya3 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized3 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial5 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized4 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
