fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Maksimalkan Penanganan Kebakaran, Unit Pembantu Damkar di Beberapa Wilayah Terus Diusulkan

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)– Eskalasi kejadian kebakaran beberapa bulan terakhir meningkat tajam, tercatat hingga sepanjang tahun 2023 ini terjadi 102 kejadian kebakaran. UPT Pemadam Kebakaran Gunungkidul menyebut salah satu kendala yang dihadapi dalam penanganan kebakaran ialah jarak titik kejadian yang cukup jauh dan belum ada pos pembantu pemadam kebakaran.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Gunungkidul, Handoko, mengatakan dalam kajian rencana sistem proteksi kebakaran setidaknya memerlukan 9 pos pembantu pemadam kebakaran di Gunungkidul. Kebutuhan tersebut berdasarkan pertumbuhan penduduk dan permukiman serta radius cakupan yang mampu mengoptimalkan penanganan kebakaran.

“Kalau dari kajuan itu sebetulnya butuh 13 pos pembantu, tapi secara kewilayahan cukup 9 pos pembantu,” ungkap Handoko, Selasa (17/10/2023).

Berita Lainnya  Lonjakan Kasus Covid19 Kembali Terjadi, Dinas Telusuri Keterkaitan Dengan Libur Lebaran

“5 menit pertama kejadian kebakaran itu masih bisa ditangani manual, setelah 10 menit maka perlu peralatan, dan setelah 15 menit perlu mesin untuk memadamkan api. Disini kan yang jadi kendala soal jarak, misalnya di panggang atau purwosari kita sampai lokasi bisa sekitar 45 menit,” jelasnya.

Meski demikian, kebutuhan tersebut terkendala keterbatasan anggaran milik Pemkab Gunungkidul. Sejauh ini pihaknya baru akan menambah satu pos pembantu di Kapanewon Karangmojo. Keberadaan pos pembantu pemadam kebakaran menurutnya cukup penting. Hal itu karena dalam aturan seharusnya ketika terjadi kebakaran petugas harus sampai dilokasi maksimal 15 menit setelah mendapatkan laporan.

“Otomatis jarak itu sangat berpengaruh terhadap kecepatan penanganan,” sambung Handoko.

Berita Lainnya  Bupati Gunungkidul Raih Penghargaan Woman Development Award 2019

Ia menjelaskan untuk unit pemadam di Karangmojo sudah mulai dibangun menggunakan anggaran pemerintah. Diharapkan tahun ini pun proses pembangunannya telah selesaj dan kemudian unit ini dapat digunakan, sehingga jika terjadi kebakaran di wilayah utara maupun timur dapat segera dijangkau dan ditangani oleh pemadam.

“Harapannya tahun 2024 bisa mulai beroperasi, ini diupayakan sarana prasarana dan sumber daya manusianya,”imbuh Handoko.

Menurut dia, untuk unit di Karangmojo ini jika telah beroperasi nantinya akan diambilkan kendaraan dari unit Wonosari paling tidak terdapat 1 unit mobil damkar dan 1 mobil tangki. Nantinya jika APBD mencukupi bisa mencover pengadaan kendaaraan damkar.

“Kalau untuk pegawai operasional yang dibutuhkan kira-kira 22 orang dan ditambah 2 ASN sebagai komandan dan administrasi,” jelasnya.

Berita Lainnya  Sultan Minta Kawasan Pasir Pantai Selatan Bersih Dari Bangunan, Pemkab Gunungkidul Nyatakan Kesulitan

Diakuinya kejadian kebakaran beberapa waktu terakhir meningkat cukup signifikan. Dari data yang ada, sepanjang tahun 2023 ini sudah terjadi 102 kebakaran yang didominasi kebakaran hutan dan lahan sebanyak 58 kejadian.

Pihaknya pun terus mengusulkan agar pos pembantu pemadam kebakaran dapat segera terealisasi. Diharapkan dengan adanya penambahan pos pembantu dapat mempercepat penanganan kejadian kebakaran.

“Kita selalu mengusulkan untuk pos lain, ini kami usulkan ada penambahan 4 pos pembantu di Kapanewon Rongkop, Panggang, dan Saptosari,” pungkasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler