Pemerintahan
Manajemen Lemah, Masalah Utama Koperasi Gunungkidul Yang Jadi Ujung Tombak Melawan Praktek Rentenir
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Di tengah maraknya praktek-praktek pinjaman online ataupun rentenir yang semakin mudah ditemukan, peran koperasi sebagai alternatif pembiayaan bagi masyarakat menjadi sangat diperlukan. Selama ini, dengan kemudahan yang diberikan, praktek rentenir ini memang tumbuh subur di masyarakat. Namun tentunya, praktek semacam ini sebenarnya sangat memberatkan masyarakat dengan cekikan bunga yang sangat besar.
Pemerintah sendiri terus melakukan pembinaan terhadap koperasi-koperasi yang ada agar masyarakat, khususnya yang rentan tersasar rentenir supaya lebih mudah untuk mengaksesnya.
“Pada setiap pembinaan, kami sudah sampaikan, tolong warga kami yang istilahnya di pasar atau yang membutuhkan pinjaman bisa dibantu sesuai dengan aturan,” ucap Kepala Bidang Koperasi, Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Ari Setiawan, Rabu (05/01/2022).
Menurutnya, koperasi dapat menjadi alternatif sebagai mitra bagi masyarakat untuk mendapatkan suntikan dana daripada melalui pinjaman online ataupun rentenir yang semakin marak. Cara kerja rentenir yang semakin adaptif dengan kemajuan zaman serta mudahnya syarat untuk mendapatkan uang pinjaman menjadikannya semakin menjamur di masyarakat. Namun begitu, penerapan bunga yang cukup tinggi dari rentenir seringkali menimbulkan permasalahan baru di masyarakat.
“Bagaimana caranya kalau bisa itu kita berantas, tidak hanya dari koperasi tapi juga pihak perbankan juga begitu. Tapi masyarakat kita kan maunya cepat. Rentenir memberikan pinjaman itu kan tidak memakai agunan sedangkan kalau koperasi kan harus jadi anggota dulu dan proses lainnya,” sambung Ari.

Adanya syarat-syarat seperti keanggotaan koperasi dinilai menjadi salah satu faktor masyarakat lebih memilih menggunakan jasa rentenir dengan segala resikonya. Selain itu, adanya batasan pinjaman koperasi sesuai dengan kemampuannya juga dinilai membuat rendahnya masyarakat yang mengakses pinjaman melalui koperasi. Sampai saat ini tercatat telah ada 273 Koperasi yang mana 125 koperasi diantaranya ialah bergerak di sektor simpan pinjam.
“Kalau koperasi kan memberikan pinjaman harus menjadi anggota dulu, jadi ada batasan-batasan. Misalnya rentenir meminjamkan 10 juta ya dikasih, kalau koperasi ya lihat dulu kemampuannya. Dan itu sudah kita tekankan saat pembinaan agar tidak sampai terjerat rentenir,” terangnya.
Ia menyoroti masih minimnya Rapat Anggota Tahunan yang telah dilaporkan oleh masing-masing koperasi. Hingga awal tahun 2022 ini, koperasi yang sudah melaksanakan rapat anggota tahunan baru 3 koperasi dari 273 koperasi yang ada. Pihaknya memberikan waktu hingga bulan Juni 2022 ini untuk koperasi agar segera melaksanakan rapat anggota tahunan.
“Kita kan ranahnya menghimbau dan mengawasi, tapi kalau sampai nanti tidak melakukan rapat anggota tahunan ya ada sanksinya. Kalau misal dibubarkan kan lihat dahulu koperasi itu sudah bisa belum memenuhi kewajiban terhadap anggotanya misalkan simpan pinjam,” pungkasnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
