Pemerintahan
Masih Belum Maksimal, Smart City Masuk Jadi Program Prioritas Jangka Menengah
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Mulai tahun 2018 lalu Kabupaten Gunungkidul masuk dalam daerah yang menerapkan program 100 smart city. Terdapat beberapa program yang berkaitan dengan implementasi teknologi dalam sejumlah kegiatan, baik pemerintahan, pelayanan umum dan lainnya. 2 tahun berjalan, program ini sudah menghasilkan sejumlah inovasi di kalangan jalannya pemerintahan dan pelayanan umum dengan memanfaatkan teknologi.
Program smart city sendiri saat ini diklaim telah berjalan 75 persen dan beberapa terobosan serta inovasi pemkab Gunungkidul diakui unggul. Namun demikian masih ada beberapa hal yang dianggap perlu adanya penanganan dan perhatian lebih sehingga harapkan jauh lebih maksimal. Untuk itu, pemerintah kabupaten Gunungkidul memasukkan program smart city dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2025.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengungkapkan, bahwa program 100 Smart City yang digencarkan sejak akhir tahun 2018 ditujukan kepada masyarakat untuk mempermudah pelayanan yang kini dilakukan serba digital.
“Kemarin kan mulainya di pertengahan, jadi akan kita maksimalkan di 2021-2025” terangnya.
Terdapat enam pilar dalam program 100 Smart City yang ada di Gunungkidul yakni smart government, smart economies, smart living, smart branding, smart enfirement, dan smart society. Dimana program yang berhasil dilaksanakan hingga tahun ini adalah Ayunda Si Menik Makan Sego Cething dan Gunungkidul Cerdas.

Kelik juga menerangkan bahwa program Ayundya si Menik Makan Sego Ceting adalah program yang dilakukan untuk mencegah stunting dan sudah berhasil dilaksanakan di Gedangsari. Sedangkan Gunungkidul Cerdas adalah pemberian kemudahan kepada siswa untuk dapat mengakses pembelajaran dari sekolah lain.
“Program lain yang berhasil kami laksanakan yaitu membangun pasar digital yang ada di Ngingrong, Telaga Jonge, dan Argo Wijil, Gari” jelas Kelik.
Karena bekerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) piloting program Smart City selalu dilakukan di daerah yang memiliki potensi tinggi, kemudian apabila dinilai berhasil maka akan diterapkan di seluruh 18 Kapanewon. Kelik memberi contoh pada program Gunungkidul Cerdas dimana pada 2019 piloting hanya dilakukan pada 3 sekolah namun tahun 2020 sudah diterapkan di 30 SD dan SMP.
Selain itu pemerintah akan terus mengembangkan program 100 Smart City di seluruh bidang pelayanan masyarakat dan membangun branding Kabupaten Gunungkidul supaya memiliki icon atau ciri khas. Seperti yang sudah dikenal bahwa Gunungkidul merupakan kota pariwisata karena potensinya yang tinggi.
Selama masa pelaksanaan program tersebut, Kelik mengungkapkan bahwa masyarakat selalu menerima dengan baik. Hal itu tentu saja menjadi salah satu faktor keberhasilan pelaksanaan program. Sesuai dengan tujuan awal bahwa untuk membantu masyarakat dan memudahkan pelayanan.
“Contohnya pasar digital yang di Ngingrong, maju kan. Berhasil. Jadi masyarakat pilih ada pasar digital atau tidak? Tentu setuju ada” Kelik menjelaskan.
Ia juga berharap agar kedepannya seluruh program dapat terealisasi dengan maksimal. Seluruh OPD dapat memberikan gambaran daerah mana saja yang tinggi potensi sebagai daerah wisata. Pagi tadi dilakukan evaluasi penerapan smart city di Gunungkidul. Rerata dari seluruh program yang digagas telah berjalan 75 persen dan tinggal dilanjutkan dengan inovasi lainnya untuk menjadikan daerah berkembang lagi.
“Dari hasil evaluasi tadi, kita harus meningkatkan inovasi. Jadi kita akan menggandeng pihak eksternal seperti lembaga pendidikan dan OPD,” pungkasnya. (DINA KAMILA)
-
Uncategorized3 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 hari yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized3 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized2 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized3 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized1 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized2 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized1 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
