Peristiwa
Masih Berusia Anak, Pelajar Pelaku Pencabulan Jalanan Tidak Ditahan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Nasib ARH (15) seorang pelajar warga Desa Wareng, Kecamatan Wonosari bisa dinilang cukup beruntung. Meski aksinya melakukan pencabulan terhadap seorang pemotor wanita di kawasan Lapangan Wareng, Desa Wareng, Kecamatan Wonosari pada Sabtu (31/03/2018) siang lalu berujung pada penangkapan polisi, ia tak harus merasakan dinginnya penjara. Kasus pencabulan tersebut rencananya akan diproses secara diversi oleh kepolisian. Usia ARH yang masih berkategori anak-anak menjadi faktor utama pihak kepolisian memilih jalur tersebut.
Kapolsek Wonosari Kompol Sutama melalui Kasi Humas Polsek Wonosari, Aiptu Nugroho menerangkan, secara hukum, proses pencabulan yang dilakukan ARH tersebut tetap dilakukan. Namun demikian, pelaku yang masih berkategori di bawah umur membuat kepolisian memilih jalur penyelesaian di luar peradilan atau diversi.
Petugas kepolisian sendiri pasca penangkapan langsung memanggil kedua orang tua yang bersangkutan ke Mapolsek Wonosari.
“Sesuai dengan perundangan, untuk penanganan hukum terkait kasus yang melibatkan anak, harus didampingi,” ucap Nugroho, Senin (02/04/2018) pagi.
Pun demikian dengan penahanan, aparat kepolisian memutuskan untuk mengembalikan yang bersangkutan kepada orang tuanya. Kepada ARH, polisi tidak melakukan penahanan. Ia diperbolehkan pulang meski sempat beberapa waktu menjalani pemeriksaan di Mapolsek Wonosari.

“Akan tetapi ini proses hukum dalam hal ini diversi tetap jalan terus. Hanya saja memang tidak kami lakukan penahanan,” urainya.
Sementara terkait hasil pemeriksaan sementara terhadap pelaku, Nugroho enggan membeberkan lebih lanjut. Demikian pula ketika disinggung mengenai motif ARH melakukan pencabulan itu, ia juga tidak mau memaparkan.
“Nanti saja, saat ini masih didalami oleh penyidik,” tutur dia.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ARH ditangkap setelah diketahui melakukan tindak pelecehan seksual terhadap CL (26) seorang perawat warga Girisubo pada Sabtu (31/03/2018) siang sekitar pukul 11.30 WIB di jalan Wareng-Pampang tepatnya di sekitar lapangan Wareng. Dalam aksinya, pelaku membuntuti korban yang tengah berkendara sendirian. Saat berada di lokasi yang sepi, ARH lalu memepet korban dan lantas meremas payudara kiri korban sebelum akhirnya kabur. Kejadian ini berbuntut panjang setelah korban yang tak terima melapor ke Polsek Wonosari yang kemudian diikuti dengan penangkapan terhadap pelaku.
Sebagai informasi, kasus pencabulan jalanan merupakan kejadian kedua pada tahun 2018 ini. Pada 23 Januari 2018 lalu, seorang pria berinisial RHN, warga Playen dibekuk polisi setelah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang gadis berinisial PAS (19) warga Kabupaten Bantul di Jalan Jogja-Wonosari, tepatnya di kompleks Hutan Tleseh, Kecamatan Playen.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
