fbpx
Connect with us

Politik

Masih Tahap Fit and Proper Test, DPD Gerindra DIY Sebut Kabar Rekomendasi Untuk Sutrisna-Ardi Hoax

Published

on

Jogja,(pidjar.com)–Kabar mengejutkan datang dari Partai Gerindra. DPD Partai Gerindra DIY menyebut bahwa kabar perihal adanya surat rekomendasi untuk pasangan Sutrisna Wibawa-Mahmud Ardi Widanta adalah hoax. Partai Gerindra hingga saat ini belum memilih pasangan calon Bupati maupun Wakil Bupati yang akan diusung dalam Pilkada Gunungkidul.

Ketua DPD Gerindra DIY, Brigjen (Purn) RM Noeryanto SH menegaskan, hingga saat ini, tidak ada surat rekomendasi yang turun dari Partai Gerindra kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul. Gerindra menurutnya saat ini baru akan memulai proses fit and proper test kepada para calon yang hendak mendaftar melalui Partai Gerindra.

“Kita ini baru mau tahapan fit and proper tes, jadi kalau sudah ada kabar perihal surat rekomendasi dari Gerindra, anggaplah itu hoax,” tandas Noer, Rabu (22/07/2020) kemarin.

Ditambahkannya, dari 3 Kabupaten yang akan menggelar Pilkada, baru Kabupaten Bantul yang telah ditentukan yang akan diusung. Sedangkan di Gunungkidul maupun Sleman, pihaknya masih menunggu proses lanjutan. Untuk Gunungkidul sendiri telah ada 2 calon Bupati yang mendaftar yakni Mayor Sunaryanta dan Prof Sutrisna Wibawa. Sementara untuk Kabupaten Sleman, hingga saat ini belum ada pendaftar. Tim sendiri telah bergerak di masing-masing daerah untuk melaporkan tokoh mana yang memiliki peluang terbesar untuk menang.

Berita Lainnya  Pendaftaran Caleg Mulai Dibuka, Belum Ada Parpol Daftarkan Diri di Hari Pertama

“Kalau Bantul sudah ditentukan karena memang hanya ada 1 pendaftar. Yang akan kami usung adalah Bupati Bantul saat ini, Suharsono,” jelasnya.

Namun begitu ia menegaskan, ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi oleh para kandidat yang akan mendaftar melalui Partai Gerindra. Diantarnya adalah memiliki komitmen untuk mengusung dan mengawal program nasional, kegerindraan, dan keistimewaan. Persyaratan lainnya adalah, calon Bupati yang akan diusung juga harus memiliki KTA Gerindra.

“Kita sudah bertekad untuk menguasai Jogja. Kita harus mengusung semuanya sebagai calon Bupati,” beber Noer.

DPD Gerindra DIY menargetkan bahwa pada 8 Agustus 2020 mendatang, sudah ada kepastian mengenai siapa calon yang akan diusung Gerindra. Proses di DPP sendiri akan cukup cepat karena pihaknya telah mendapatkan mandat dari Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo Subianto untuk menentukan calon Bupati yang akan diusung Pertai Gerindra.

Berita Lainnya  Pilkades Kelor Sempat Menghangat, Adu Mulut Timses Berujung Pemukulan

“Kalau kita mengusulkan, beliau bilang 99% akan langsung ditandatangani. Memang kebijakan di Gerindra seperti ini, untuk calon Bupati atau Walikota menjadi kewenangan DPD, sedangkan untuk level Gubernur yang memilih adalah Ketua Umum,” urainya.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat DPC Partai Gerindra Gunungkidul, Ngadiyono menyatakan bahwa tidak ada surat rekomendasi untuk pasangan Sutrisna Wibawa-Mahmud Ardi Widanta. Ngadiyono sendiri mengetahui secara pasti hal tersebut lantaran ia beberapa kali dipanggil ke kantor DPP Partai Gerindra untuk membahas terkait Pilkada Gunungkidul.

“Adanya kabar perihal turunnya rekomendasi ini sudah akan diselidiki oleh tim dari DPP. Sekarang sudah mulai bergerak tapi nanti akan diambil tindakan setelah Pilkada,” tutup Ngadiyono.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler