Hukum
Masuk Ranah Pidana, Kasus Pembakaran dan Perusakan Kertas Suara Pemilu Diregister Gakkumdu
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gunungkidul masih terus mendalami kasus pembakaran surat suara di TPS 9 Jaranmati II, Kecamatan Karangmojo. Saat ini Bawaslu sudah meregister kasus tersebut dan masih dalam pendalamanan Penegak Hukum Terpadu (Gakumdu). Kasus tersebut diindikasikan masuk dalam ranah pidana Pemilu lantaran diduga melanggar Pasal 531 Undang-undang Pemilu.
Komisioner Divisi Penanganan dan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Gunungkidul, Sudarmanto mengatakan, saat ini kasus tersebut masih dalam proses registrasi. Sebab syarat-syarat kasus tersebut dianggap terpenuhi.
“Registernya register tindak pidana pemilu terkait perusakan surat suara. Langkah selanjutnya ya menuju pembahasan pertama oleh Gakkumdu,” ujar Sudarmanto, Jumat (26/04/2019).
Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan saksi dalam kasus tersebut. Menurutnya, kasus tersebut masuk dalam indikasi pelanggaran pasal 531 Undang-undang Pemilu.
“Jadi untuk kasus itu sudah masuk penanganan pelanggaran, tapi untuk menyimpulkan kasus itu masuk pasal apa ya harus dikaji dulu. Karena kan bisa (masuk) pidana umum dan pemilu juga,” katanya.

Komisioner Divisi Penanganan dan Pelanggaran Bawaslu Gunungkidul, Sudarmanto
Sudarmanto mengatakan, penanganan kasus tersebut membutuhkan penanganan dalam beberapa hari ke depan. Pihaknya mengklaim, terkait penanganan kasus semacam ini memang membutuhkan waktu yang cukup lama.
“Ya pokoknya setelah diregister ada waktu 14 hari (terkait penyelesaian kasus pembakaran surat suara),” sambung Sudarmanto.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan pihak medis untuk menentukan kesehatan kejiwaan pelaku pembakaran surat suara. Ia berasumsi bahwa setiap pemilih yang mendapat form C6 atau undangan mencoblos di TPS adalah pemilih yang bisa dikatakan dalam kondisi sehat.
“Ya kita belum bisa menyampaikan yang bersangkutan itu tidak sehat, tapi kalau dapat C6 ya semestinya dinyatakan sehat,” ucapnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, sekaligus anggota Gakumdu, AKP Rico Sanjaya melalui Iptu Wawan Anggoro mengungkapkan bahwa kasus tersebut masuk dalam pidana pemilu. Namun demikian, ia enggan berkomentar banyak terkait kelanjutan kasus itu.
“Masuk pidana Pemilu, jadi ditangani Gakkumdu di Bawaslu,” singkat Wawan.
-
Uncategorized7 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya6 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized7 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized7 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized20 jam yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
