fbpx
Connect with us

Sosial

Masyarakat Tak Banyak Tahu Pertamax Naik, Permintaan di Gunungkidul Masih Stabil

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax per 10 Oktober 2018 belum berdampak pada penurunan permintaan masyarakat secara umum. Hal tersebut dikarenakan belum banyak masyarakat yang mengetahui adanya kenaikan harga Pertamax yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2018 tersebut. Namun bagi para pengecer, kenaikan yang terjadi dirasa sangat meresahkan. Saat ini, mereka memilih tidak menyetok BBM jenis tersebut.

Manager SPBU Gading Kecamatan Playen, Wahyudi mengatakan, harga Pertamax yang berlaku sejak Rabu (10/10/2018) pukul 11.00 WIB yakni Rp 10.400 per liter dari sebelumnya Rp 9.500 per liter. Namun hingga saat ini, permintaan BBM jenis Pertamax masih cenderung normal. Ia menyebut setiap hari di SPBU tempatnya mampu menghabiskan ribuan liter.

“Untuk pertamax biasanya 2 sampai 3 KL (Kilo Liter). Saat ini sepertinya juga masih sama,” ucapnya kepada pidjar.com, Jumat (12/10/2018).

Ia menyebut belum adanya perubahan permintaan ini lantaran belum banyak masyarakat yang mengetahui adanya kenaikan harga BBM tersebut. Ia berpendapat, pengurangan permintaan bisa saja terjadi jika masyarakat sudah mengetahui adanya kenaikan harga.

Berita Lainnya  Serahkan Ribuan Sertifikat Tanah, Wakil Menteri: Tak Masalah Jika Mau Diagunkan Untuk Modal Usaha

Hal serupa juga diungkapkan oleh pengawas lapangan SPBU Tegalsari, Warjono. Aktifitas masyarakat dalam membeli BBM sendiri sejak pagi tadi nampak normal. Tidak ada komplain maupun keluhan dari masyarakat terkait kenaikan BBM jenis Pertamax yang mulai diberlakukan.

“Belum ada yang komplain. Suasananya biasa saja,” paparnya.

Sementara itu, salah seorang konsumen yang mengisi di SPBU Tegalsari, Rahma warga Semanu mengaku bahawa dirinya tidak mengetahui jika ada kenaikan harga. Sebab selama ini dirinya selalu mengisi penuh isi tanki kendaraanya tanpa melihat angka di mesin pengisian BBM.

“Biasanya saya hanya bilang penuhi aja pak, kemudian bayar, jadi kurang perhatiin,” kata dia.

Suasana SPBU Tegalsari

Kenaikan Harga Pertamax Berdampak pada Pengecer

Melambungnya harga pertamax pada angka Rp 10.400 per liter membuat pengecer kebingungan untuk menentukan harga jual. Bahkan mereka memilih untuk tidak menyetok BBM jenis tersebut.

Berita Lainnya  Proyek Revitaliasi Senilai 7,8 Miliar Rampung, Pasar Playen Akan Segera Kembali Dibuka

“Kalau kita beli dengan harga itu (Rp 10.400 per liter) mau kita jual berapa. Paling konsumen juga beralih kepada pertalite,” kata salah seorang pengecer BBM di Jalan Wonosari-Paliyan, Irfan.

Hal senada juga diungkapkan oleh pengecer lain yang berada di Jalan Baron Kilometer 9, Wiyono. Dirinya memilih untuk tidak menyetok BBM jenis pertamax.

“Biasanya dalam dua hari habis 10-20 liter pertamax. Tapi kalau harganya seperti saat ini mending kita tidak jual. Karena lakunya lama sedangkan untungnya kecil,” pungkasnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler