Sosial
Masyarakat Tak Banyak Tahu Pertamax Naik, Permintaan di Gunungkidul Masih Stabil
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax per 10 Oktober 2018 belum berdampak pada penurunan permintaan masyarakat secara umum. Hal tersebut dikarenakan belum banyak masyarakat yang mengetahui adanya kenaikan harga Pertamax yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2018 tersebut. Namun bagi para pengecer, kenaikan yang terjadi dirasa sangat meresahkan. Saat ini, mereka memilih tidak menyetok BBM jenis tersebut.
Manager SPBU Gading Kecamatan Playen, Wahyudi mengatakan, harga Pertamax yang berlaku sejak Rabu (10/10/2018) pukul 11.00 WIB yakni Rp 10.400 per liter dari sebelumnya Rp 9.500 per liter. Namun hingga saat ini, permintaan BBM jenis Pertamax masih cenderung normal. Ia menyebut setiap hari di SPBU tempatnya mampu menghabiskan ribuan liter.
“Untuk pertamax biasanya 2 sampai 3 KL (Kilo Liter). Saat ini sepertinya juga masih sama,” ucapnya kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Jumat (12/10/2018).
Ia menyebut belum adanya perubahan permintaan ini lantaran belum banyak masyarakat yang mengetahui adanya kenaikan harga BBM tersebut. Ia berpendapat, pengurangan permintaan bisa saja terjadi jika masyarakat sudah mengetahui adanya kenaikan harga.
Hal serupa juga diungkapkan oleh pengawas lapangan SPBU Tegalsari, Warjono. Aktifitas masyarakat dalam membeli BBM sendiri sejak pagi tadi nampak normal. Tidak ada komplain maupun keluhan dari masyarakat terkait kenaikan BBM jenis Pertamax yang mulai diberlakukan.
“Belum ada yang komplain. Suasananya biasa saja,” paparnya.
Sementara itu, salah seorang konsumen yang mengisi di SPBU Tegalsari, Rahma warga Semanu mengaku bahawa dirinya tidak mengetahui jika ada kenaikan harga. Sebab selama ini dirinya selalu mengisi penuh isi tanki kendaraanya tanpa melihat angka di mesin pengisian BBM.
“Biasanya saya hanya bilang penuhi aja pak, kemudian bayar, jadi kurang perhatiin,” kata dia.

Suasana SPBU Tegalsari
Kenaikan Harga Pertamax Berdampak pada Pengecer
Melambungnya harga pertamax pada angka Rp 10.400 per liter membuat pengecer kebingungan untuk menentukan harga jual. Bahkan mereka memilih untuk tidak menyetok BBM jenis tersebut.
“Kalau kita beli dengan harga itu (Rp 10.400 per liter) mau kita jual berapa. Paling konsumen juga beralih kepada pertalite,” kata salah seorang pengecer BBM di Jalan Wonosari-Paliyan, Irfan.
Hal senada juga diungkapkan oleh pengecer lain yang berada di Jalan Baron Kilometer 9, Wiyono. Dirinya memilih untuk tidak menyetok BBM jenis pertamax.
“Biasanya dalam dua hari habis 10-20 liter pertamax. Tapi kalau harganya seperti saat ini mending kita tidak jual. Karena lakunya lama sedangkan untungnya kecil,” pungkasnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
