Pemerintahan
Melikan dan Pengkol Naik Status, Gunungkidul Kini Bebas Dari Desa Tertinggal
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dampak yang dari kucuran dana yang diberikan ke pemerintah-pemerintah desa diklaim mulai dirasakan dengan baik oleh desa dan masayrakat sekitar. Pasalnya sejumlah program pembangunan dan pemberdayaan yang diberikan ini mampu mengangkat perekonomian dan kesejahteraan di kalangan masyarakat. Tahun 2019 ini, 2 desa di Gunungkidul yang semula masuk dalam kategori Desa Tertinggal naik peringkat ke Desa Berklembang. Sehingga saat ini, Gunungkidul telah terbebas dari kategori desa tertinggal.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Sudjoko mengungkapkan, tahun 2017 hingga 2018 lalu di Gunungkidul masih memiliki 2 desa yang masuk dalam kategori Desa Tertinggal. Dua diantaranya yakni Desa Melikan, Kecamatan Rongkop, dan Desa Pengkol Kecamatan Nglipar. Seiring dengan kucuran dana dan pendampingan yang dilakukan oleh pemerintah, indeks desa membangun (IDM) mulai meningkat. Masyarakat dan pemerintah bersinergi dalam melakukan pembangunan desa.
“Ada 2 desa yang dari tahun 2017 sampai 2018 kemarin masuk dalam kategori tertinggal. Tapi sekarang Gunungkidul sudah 0 desa tertinggal. Dua desa ini sudah naik menjadi desa berkembang,” kata Sudjoko, Jumat (13/09/2019).
Berdasarkan data dan perkembangan yang terus dipantau oleh pemerintah daerah, tahun sesuai dengan indeks desa membangun (IDM) tahun 2015 lalu hanya ada 1 desa mandiri, desa maju ada 31 desa, kategori berkembang 86 desa, kategori tertinggal 26, dan sangat tertinggal tidak ada. Kemudian 2 tahun berikutnya, yakni ditahun 2017 kategori desa mandiri ada 7 desa, maju 70 desa, berkembang 65, dan tertinggal 2 desa.
Tahun 2019 ini, terdapat desa mandiri 11 desa, maju 77 desa, berkembang 56 dan untuk 2 desa tertinggal sebelumnya telah naik menjadi kategori satu tingkat lebih baik kembali. Adapun beberapa diantaranya desa yang sudah maju dan menjadi layaknya percontohan bagi desa-desa lain yakni Desa Wonosari, Kepek, Kemadang, Bejiharjo, Patuk dan lainnya.

“Pendampingan terus dilakukan oleh petugas yang ada. Jadi dalam segala hal paling tidak dapat direncanakan dengan baik dan dilaksanakan sesuai dengan aturan. Sehingga pembangunan yang ada dapat berkesinambungan dan maksimal, dampaknya juga dapat dirasakan oleh semuanya,” tambah Sudjoko.
Sementara itu, kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakatm DP3AKBPMD Gunungkidul, Subiyantoro menambahkan, dengan adanya kucuran bantuan dana dari pemerintah daerah dan pusat, berdampak baik dalm pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dan desa. Selama ini, desa dan masyarakat bersinergi dalam melakukan pembangunan. Ada beberapa produk unggulan dan pembangunan yang mulai terlihat efeknya baik pembangunan daerah dan perekonomian masyarakat yang ada di kawasan tersebut.
“Salah satu kesuksesannya yakni dengan adanya kucuran dana yang ada. Beberapa desa mulai memapakkan diri dalam pengelolaan yang unggul dan inovasi dalam pemberdayaan masyarakatnya,” ucap Subiayantoro.
“Untuk indeks desa membangun sendiri merupakan produk dari kementerian desa, di mana system ini digunakan unntuk mengukur ketahanan dan perkembangan masing-masing desa dengan adanya bantuan yang terus diberikan,” tambahnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized2 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
