bisnis
Mencicipi Sajian Sop Daging Terenak di Gunungkidul
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Industri kuliner di Gunungkidul semakin berkembang. Saat ini, cukup banyak warung makan maupun restoran yang menyajikan berbagai macam hidangan. Salah satunya yang baru saja dibuka adalah Warung Makan Sop Buntut dan Soto Lamongan Sar Pring yang terletak di Jalan Ksatrian, Kepek, Wonosari, tepatnya di belakang Pasar Pring Wonosari.
Sesuai dengan namanya, di warung makan ini, menyajikan berbagai macam olahan daging sapi dalam bentuk sop maupun soto. Meski baru dibuka kurang dari seminggu terakhir, warung makan milik Juwarto (38) warga Padukuhan Turi, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Ponjong ini sudah ramai oleh pembeli.
Hal ini lantaran, cita rasa dari sop maupun soto dari Sop Buntut dan Soto Lamongan Sar Pring ini memang begitu istimewa. Bahkan bisa dibilang, dengan cita rasa khas yang demikian, sop buntut di warung makan ini adalah yang terenak di Gunungkidul.
Keunggulan dari hasil masakan dari Sop Buntut dan Soto Lamongan Sar Pring ini adalah pemaduan aneka macam rasa yang pas. Bumbu rahasia yang digabungkan dengan kaldu sapi sangat memanjakan lidah. Hal ini masih ditambah dengan olahan daging yang empuk yang bumbunya sangat meresap.
Setiap gigitan saat menikmati olahan daging olahan warung ini memberikan sensasi tersendiri. Dalam setiap gigitan, daging dengan mudah bisa dilepaskan dari tulang lantaran memang dimasak secara benar.

Ditemui pidjar-com-525357.hostingersite.com, pemilik warung, Juwarto mengungkapkan, ia memang sengaja membuka warung makan yang bisa memberikan kualitas nomor satu kepada warga Gunungkidul. Tak main-main, ia menggandeng seorang koki yang dulunya pernah bekerja di salah satu restoran ternama di Yogyakarta sebagai juru masak utama di warung makan miliknya.
Dari sinilah kemudian ia bisa menyajikan olahan-olahan makanan berkualitas untuk dihadirkan kepada warga Gunungkidul. Dan tentunya, masakan-masakan ini bisa tersaji dengan harga yang sangat terjangkau.
“Saya sengaja memilih menu olahan sapi dalam bentuk sop dan soto karena di Gunungkidul saya kira belum ada yang bisa menyajikan olahan sapi dengan kualitas nomor satu. Kebetulan saya kenal dengan koki yang sudah berpengalaman di bidang sop buntut selama puluhan tahun. Tinggal sedikit kita modifikasi untuk memberikan sensasi rasa yang berkualitas kepada masyarakat Gunungkidul,” terang Juwarto ketika ditemui di warung miliknya.
Untuk menjaga kualitas rasa, tak hanya sekedar mengandalkan bumbu rahasia, ia juga sangat menjaga bahan baku masakan. Ia sengaja mendatangkan daging sapi langsung dari peternak sapi asal Semanu. Ia mengenal betul pemeliharaan sapi maupun asal muasal daging dalam proses pemeliharaannya maupun penyembelihannya hingga terjamin kesegarannya.
“Kami sangat menjaga kualitas. Saya juga nggak mau jual daging yang tidak fresh. Walaupun tidak habis, besok akan kami ganti dengan daging yang baru. Kuah dengan daging lama kan tidak akan enak. Jadi untuk rasa punya kami boleh diadu,” tegas dia.
Berbagai menu sup dan soto dapat ditemukan di warung. Warung yang dibuka mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB tersebut ia kelola sendiri. Dalam proses pengolahannya Juwanto melakukan pengawasan langsung.
Prosesnya dimulai dari perebusan daging selama kurang lebih dua jam untuk menghasilkan daging yang empuk. Kemudian seluruh bumbu rempah dihaluskan dan dimasukkan dalam kuah untuk dijadikan kaldu. Bagi pembeli yang menginginkan rasa lebih segar, penyajian sup dapat ditambah perasan jeruk nipis.
“Untuk kuahnya kita pakai bagian kaki, biar bening. Bumbu halus tidak dimasukkan begitu saja tetapi disaring terlebih dahulu” tambahnya.
Saat ini, respon masyarakat berkaitan dengan menu yang ia hadirkan sangat positif. Meski baru buka pada Rabu (25/11/2020) lalu, warung Juwarto sudah ramai dikunjungi oleh masyarakat. Hal ini lantaran meski menyajikan hidangan kualitas restoran, harga yang ia patok tak terlalu tinggi. Untuk bisa menikmati sajian berkualitas ini, pembeli cukup menyediakan uang dari Rp 10.000 hingga Rp 25.000 per porsinya.
“Semua tergantung pada jenis pesanannya, artinya banyaknya daging,” tutup dia. (DINA KAMILA)
-
Uncategorized1 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized7 hari yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial3 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan2 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized5 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Lansia di Candirejo Ditemukan Meninggal Terbakar
-
Kriminal4 minggu yang laluPenipuan Program Koperasi Desa Merah Putih Terbongkar, Pelaku Minta Uang hingga Rp80 Juta ke Kalurahan
