fbpx
Connect with us

bisnis

Ayo Gass Terus Tebar Bantuan Permodalan Usaha Untuk Para Anggotanya

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Program Ayo Gas yang digagas oleh paslon Immawan Wahyudi-Martanty Soenar Dewi saat ini terus bergerak ke masyarakat. Pendampingan, pelatihan, dan pemberian modal berangsur mulai diberikan kepada para pelaku UMKM yang mendaftarkan diri pada program tersebut. Sejumlah pelaku usaha baik mandiri maupun kelompok UMKM yang dinilai telah siap telah diberikan bantuan permodalan sesuai dengan kebutuhan mereka. Pada Minggu (29/11/2020) kemarin, tim Ayo Gass memberikan stimulan permodalan kepada sejumlah anggota mandiri yang menjadi suplier bibit pisang.

Kepada pidjar.com, salah seorang penerima bantuan permodalan dari Ayo Gass, Desi Pramita Putri menceritakan, sejak 2018 lalu dirinya mulai menekuni jual beli berbagai macam produk secara online. Kemudian ia membaca perihal adanya program Ayo Gass dari sejumlah media massa. Ia melihat, ada peluang besar dari usaha keripik pisang di bawah binaan Ayo Gass. Setelah beberapa waktu, ia lantas memilih untuk bergabung dengan program tersebut sebagai suplier bibit pisang.

“Ingin mencoba hal baru. Kebetulan ada program Ayo Gass yang memberikan pelatihan, pendampingan dan stimulan permodalan makanya ikut gabung. Harapannya usaha saya ini bisa lebih maju lagi dan bermanfaat untuk kesejahteraan keluarga,” ucap Desi Pramita Putri.

Adapun pisang sendiri merupakan panganan buah yang memang sangat mudah ditemui di Gunungkidul. Namun demikian, buah yang dapat diolah dengan beragam variasi ini beberapa sulit dipenuhi kebutuhannya. Tak jarang, para pengusaha keripik pisang dan olahan pisang lainnya harus mengambil dari daerah lain.

“Ini peluang besar bagi saya dengan pembibitan pisang ini, kebutuhan di Gunungkidul setidaknya bisa terpenuhi sendiri,” imbuh perempuan warga Padukuhan Kenteng, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu itu.

Layaknya permasalahan para pegiat usaha anyar, permodalan menjadi kendala Desi dalam pengembangan. Untungnya, dalam perkembangannya, ia lantas mendapatkan bantuan modal dari Ayo Gass. Bantuan sendiri telah diserahkan secara langsung kepadanya. Rencananya, bantuan modal yang ada ini akan ia gunakan sepenuhnya untuk permodalan usaha.

“Ya jadi tambah semangat ini, semoga bisa berkembang pesat,” lanjut dia.

CEO Ayo Gass, Andi Widiatmoko mengungkapkan program Ayo Gas hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pelatihan, pembinaan dan permodalan. Harapannya, nantinya program ini dapat membantu memecahkan permasalahan ekonomi yang ada, kemudian juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Gunungkidul.

Disinggung mengenai pelatihan dan pembinaan saat ini sudah sangat banyak baik kelompok dan mandiri yang masuk dalam program tersebut. Beberapa kelompok unggul di olahan makanan, salah satu yang dibidik oleh Ayo Gas adalah produksi keripik pisang. Meski tergolong sederhana namun usaha ini cukup menjanjikan dan efek dominonya selalu ada.

“Kita back up semuanya, termasuk dari segi penyediaan bahan baku hingga produksi maupun pasca produksi. Ya salah satunya seperti yang dilakukan oleh mbak Desi menjadi suplier bibit pisang kemudian nanti anda sendiri yang mengembangkan dan menjual bahan baku sampai di tahap pengolahan,” ucap Andi.

“Kenapa pisang? oke, pisang sendiri sering kali dianggap tidak memiliki nilai jual tinggi. Tapi di sini kita upayakan pisang memiliki nilai tinggi untuk ekonomi. Sebenarnya di Gunungkidul juga belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat kadang harus ambil di wilayah Jawa Timuran,” ujarnya.

Minggu kemarin dirinya bersama tim memberikan permodalan sebesar 3 juta rupiah kepada sejumlah anggota Ayo Gass yang bergerak di sektor pembenihan bibit pisang. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada beberapa kelompok usaha lain. Saat ini sudah ada 22 usaha yang dibantu permodalannya. Rencananya, pemberian bantuan ini akan terus dilakukan untuk mempercepat proses berkembangnya usaha anggota Ayo Gass.

“Hasil produksi dari anggota ini akan kita beli dan kemudian kami pasarkan. Kita juga buka peluang anggota yang berperan jadi reseller produk,” imbuh dia.

Antusiasme masyarakat Gunungkidul khususnya kaum wanita kepada program Ayo Gass ini sendiri sangat besar. Hanya dalam kurun waktu 2 bulan sejak dilaunching, jumlah peserta yang telah bergabung mencapai 7.500 orang. Jumlah ini menurut Andi melebihi target yang telah dicanangkan. Ia berharap usaha masyarakat ini dengan pengelolaan yang profesional oleh Ayo Gass bisa menjadi lebih berkembang. Dengan begitu, perekonomian masyarakat akan semakin sejahtera. Dan pada akhirnya, pihaknya bisa turut membantu program pemerintah dalam menjadikan UMKM sebagai tulang punggung daerah selain dari dunia wisata.

“Ini merupakan upaya kami untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gunungkidul dan membuka peluang usaha serta menyediakan lapangan pekerjaan,” tutupnya.

Sementara itu, Calon Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi terus mendorong kepada pegiat Ayo Gass agar semakin rajin terjun ke masyarakat. Antusiasme yang besar ini harus ditindaklanjuti dengan karya nyata di masyarakat. Pihaknya sangat berkomitmen dalam memberikan sumbang sih nyata kepada masyarakat, mengingat pada masa pandemi semacam ini, beban perekonomian menjadi cukup berat dirasakan oleh masyarakat.

“Kita harus menanggulangi dampak perekonomian akibat pandemi ini secara nyata. Sehingga kemudian kita menggagas dan mendorong program Ayo Gass agar bisa langsung berkarya. Jadi ini adalah bukan hanya janji saja, tapi sudah dalam tataran sudah dilakukan, alhamdulillah bisa membantu masyarakat,” papar Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan.

Adapun ia menekankan, Ayo Gass sendiri memiliki konsep unik untuk terus memacu usaha para anggotanya. Pihaknya secara langsung terjun ke masyarakat untuk memetakan permasalahan usaha yang menjadi penghambat.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler