Connect with us

Budaya

Menelisik Bangunan Rumah Tradisional Tertua di Gunungkidul

Diterbitkan

pada

Saptosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Berbicara mengenai rumah tradisional di tanah Jawa, Kabupaten Gunungkidul bisa dibilang gudangnya. Terutama rumah berbentuk joglo yang dari tahun ke tahun tak pernah tergilas peradaban. Bentuknya yang didominasi dengan kayu termasuk penyangga atau akrab disebut soko atau slop tiang penyangga menjadikan rumah joglo kian moncer dari tahun ke tahun.

Di Kabupaten Gunungkidul sendiri, salah satu rumah joglo tertua yang telah mendapat penghargaan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2011 lalu adalah rumah Mujono warga Padukuhan Gebang (16/04), Kalurahan Ngloro Saptosari.

Saat dikunjungi pidjar-com-525357.hostingersite.com, putri Mujono, Nur Isti (29) mengatakan, rumahnya yang kini ia singgahi berukuran 29×12 meter persegi. Rumah yang diwariskan dari leluhurnya tersebut merupakan gabungan dari lima rumah dengan bentuk dan fungsi berbeda.

Berita Lainnya  ARTJOG 2023 Digelar, Selamat Lebaran Seniman Indonesia

“Paling belakang bentuknya limasan, yang tengah juga limasan dan bagian depan joglo. Sisi kiri ada dua rumah berbentuk kampung yang masing-masing berfungsi untuk dapur dan tempat makan,” kata Nur, Sabtu (24/10/2020).

Rumah yang berdiri di atas tanah berukuran 1.191 meter persegi tersebut menghadap ke selatan. Dua kampung dapur dan ruang makan tersebut dikatakan Nur belum lama dibangun.

“Kalau cerita bapak, rumah paling belakang bentuknya limasan warisan dari Mbah Canggah sekitar tahun 1930,” ujarnya.

Jika ditelisik, Mbah Canggah atau Mbah Buyut Nur, bernama Karyo Seiko mendirikan rumah limasan tahun 1930. Baru kemudian diberikan kepada eyang Nur yang bernama Marto Wiyono pada tahun 1952. Masuk tahun 1980, rumah ini diberikan kepada ayah Nur, Supardi Wiyono.

Berita Lainnya  Kreatif, Siswa Baru di Sekolah Ini Wajib Pakai Seragam Batik Karya Sendiri

“Rumah ini sudah turun temurun tiga generasi,” kata paparnya.

Dikatakan Nur, rumah limasan paling belakang memiliki tiang penyangga dengan diameter 14 centimeter. Rumah limasan tersebut berukuran 18×12 meter persegi dengan tiang setinggi 3,10 meter dan sekelilingnya berdinding kayu atau sering disebut gebyok.

“Di bagian belakang ini berfungsi tempat tidur ayah saya Mujono. Di dalamnya kamar ada Gladak atau kotak berukuran 1,5 x2,5×1,25 meter yang berfungsi sebagai tempat menyimpan gabah hasil panen,” papar dia.

Sedangkan rumah paling depan berbentuk Joglo Tumpang 5 dan merupakan warisan yang sama dengan rumah paling belakang. Ukuran soko tiangnya adalah 15 cm, luas 12 x 9 meter persegi dan tinggi 3,5 meter.

Berita Lainnya  Dewan Dorong Pemerintah Untuk Keluarkan Izin Pentas Seni Terbuka

“Sebetulnya tidak ada ritual khusus untuk merawat rumah ini, kami hanya rajin membersihkannya jadi awet tidak dirapuhkan rayap,” ucap dia.

Keluarga ini, tiap kali hendak memnerdihkan dinding menggunakan ramuan khusus berupa cengkeh dicampur dengan tembakau. Baru kemduain direndam dalam air bersama batang pisang tiga malam.

“Ramuan kemudian diusapkan kedidinding, gasilnya selain awet dan bersih, dinding kayu yang sudah diusap rendaman tersebut menjadi semakin bersinar,” tutup Nur.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Kunjungan Terus Meningkat, Pemkab Naikkan Target PAD Wisata Jadi Rp63,2 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata tahun 2026 menjadi...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Pria Asal Karangmojo Ditemukan Meninggal di Lereng Tanjakan Bulak Bogor Rongkop

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Rongkop,(pidjar.com)– Seorang pria berinisial DM (34), warga Padukuhan Kelor, Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, ditemukan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Onsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja ,(pidjar.com)– Menghadirkan perpaduan suasana pegunungan dengan nuansa Jepang, Onsen Resort Kaliurang menawarkan pengalaman menginap yang menyasar keluarga, pasangan,...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata4 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Berita Terpopuler