bisnis
Geliat Industri Batik Kapanewon Pinggiran, Serap Hingga Ratusan Tenaga Kerja
Gedangsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)— Kalurahan Tegalrejo, Kapanewon Gedangsari merupakan salah satu sentra kerajinan batik yang ada di Kabupaten Gunungkidul. batik merupakan unggulan dari daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah tersebut. sejak bertahun-tahun silam, ratusan warga di daerah ini menggantungkan hidupnya dari kerajinan batik tersebut.
Salah seorang pengrajin batik di Kalurahan Tegalrejo, Sihono mengatakan bertahun-tahun lamanya ia bekerja sebagai pengrajin batik di wilayah Jawa Tengah. Seiring waktu yang berjalan, ia memutuskan untuk merintis pembuatan batik tulis dan batik cap sendiri. Ia mengajak beberapa tetangganya untuk ikut dalam usaha ini, tak disangka usaha rintisannya ini berkembang pesat.
Permintaan pasar pun mulai masuk bahkan membludak. Usaha batik cap dan tulis khas Kalurahan Tegalrejo, Kapanewon Gedangsari pun mulai banyak dicari oleh konsumen baik dalam daerah maupun luar daerah.
“Kalau membatik ini kan sebenarnya turun temurun dari nenek kami terdahulu, tapi ya dulu hanya buruh. Sekitar tahun 2011 saya mulai merintis pembuatan dan pemasaran secara mandiri,” ujar Sihono, Rabu (07/12/2022).
Ia menjelaskan untuk motifnya sendiri, di Tegalrejo memiliki 2 motif yang menjadi andalan mereka yakni motif gedhang atau pisang yang diambil dari nama Kapanewon atau Kecamatan Gedangsari dan motif Srikaya karena daerah ini merupakan penghasil buah srikaya beserta olahan lainnya. Selain itu, juga disesuaikan dengan permintaan pasar.
Proses pembuatan selembar batik pun bervariasi. Untuk batik tulis menggunakan kain biasa membutuhkan waktu 10 hari lamanya dengan harga 3 juta sampai dengan 5 juta rupiah sedangkan batik tulis kain sutera dengan kualitas terbaik membutuhkan waktu pembuatan sekitar 2 bulan lamanya.
“Harga untuk Kain Batik Tulis Sutra ini lumayan mahal yaitu puluhan juta rupiah. Bahannya sudah mahal, kemudian waktu pembuatannya lama dan ada banyak detailnya. Kalau untuk yang batik cap paling rate harga ratusan ribu saja,” jelasnya.
“Kalau untuk pemasaran kami online, ada kerjasama dengan beberapa daerah luar Jawa juga untuk mencukupi permintaan disana. Kemudian setiap ada event pameran kami juga selalu ikut,” imbuh Sihono.
Beberapa hari kemarin, Pidjar.com sempat mengunjungi rumah produksi batik milik Sihono ini. Nampak beberapa pekerja tengah sibuk mencanting kain putih polos. Ada beberapa orang yang juga sedang merebus kain untuk proses pewarnaan.
“Ini menyelesaikan pesanan,” terang salah seorang pekerja sembari mencanting kain bakal batik tulis.
Selain proses pembuatan dan detail motif yang menjadikan harga kain batik ini mahal, bahan baku pewarna pun juga menjadi salah satu faktornya. Agar warnanya timbul sempurna membutuhkan waktu yang lama dan beberapa kali proses pewarnaan. Bahan bakunya pun juga memanfaatkan pewarna alami bisanya dedaunan ataupun lainnya.
Sementara itu, Lurah Tegalrejo, Sarjono mengatakan Kampung Batik merupakan keunggulan wisata budaya di Kalurahan Tegalrejo Kapanewon Gedangsari. Selama ini tercatat ada 200 warga Tegalrejo yang menggantungkan hidup mereka dari membatik ini. Batik daerah ini pun sudah mulai terkenal di dalam negeri bahkan luar negeri.
“Kampung batik merupakan unggulan kami karena untuk wisata ya sebenarnya ada tapi masih belum dikembangkan dengan maksimal. Kalau untuk batik bahkan sudah sampai ke negara Singapura,” papar Sarjono.
Adapun selama ini pemerintah kalurahan dan kabupaten tetap memberikan pendampingan terhadap pengrajin batik ini agar semakin berkembang.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized3 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized3 hari yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
