Connect with us

Sosial

Menelisik Potensi Rezeki dari Rumput Laut di Pantai Selatan

Diterbitkan

pada

Tepus,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Meski tinggal di daerah yang dekat dengan kawasan wisata, tidak seluruh warga masyarakat Kalurahan Tepus dapat merasakan manfaatnya. Banyak dari mereka yang masih menggantungkan hidup sebagai petani di musim penghujan, sedangkan saat kemarau tiba mereka beralih menjadi pemetik rumput laut.

Hasil petikan rumput laut itu biasanya dijual oleh warga sekitar ke para pengepul. Kemudian dari para pengepul ini kembali dijual ke pengusaha yang bergerak dalam bidang pengolahan rumput laut.

Beberapa yang sering kali ditemukan di pantai Gunungkidul dan laku dijual adalah jenis Sargassum yang menjadi digunakan campuran cat, jenis Gelidium yang biasa dijadikan racikan obat maupun kosmetik, jenis Ulva yang biasa digoreng menjadi peyek, dan jenis Gracilaria yang bisa diolah menjadi agar-agar.

Tak banyak memang pengepul rumput laut di Gunungkidul hanya ada beberapa saja. Seperi yang dilakukan oleh Samilah warga Padukuhan Jeruk, Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus tetap berjuang untuk mempertahankan bisnis sebagai pengepul rumput laut selama ini.

Berita Lainnya  Pupuk Kesadaran Masyarakat Untuk Sulap Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com ia mengatakan, usahanya tersebut mulanya milik mertua dia. Namun kemudian beralih ke keluarga kecil Samilah. Menjadi pengepul rumput laut telah ditekuni sejak tahun 1983. Tentu yang namanya usaha ada beragam kendala yang dihadapi mulai dari pemasaran hingga permodalan.

“Modal dan pemasaran menjadi kendala yang sering kali saya hadapi,” kata Samilah, Minggu (13/12/2020).

Kekurangan modal adalah hal yang paling sering ia alami. Dalam sehari ia dapat mengeluarkan uang paling sedikit Rp. 5 juta bahkan bisa sampai Rp. 20 juta saat musim panen, mengingat warga yang menjual rumput laut ke dirinya cukup banyak.

Disisi lain, beberapa jenis rumput laut tergolong tinggi. Sehingga modal yang dikeluarkan untuk membeli dari petani juga besar hingga puluhan juta. Samilah memaparkan harga rumput laut jenis gracilaria ia beli dari petani seharga 5 ribu sampai dengan 7 ribu rupiah. Sargasum dan Glidium sekitar 20 ribu, san jenis Ulfa seharga 3 ribu rupiah.

Berita Lainnya  Janda Bolong, Jenis Tanaman Hias yang Laris Manis di Pasar Online

Terkadang harga tersebut bisa berubah tergantung dengan pasaran dan permintaan. Bisa justru melambung tinggi ataupun anjlok diharga paling rendah.

Pemasaran juga menjadi salah satu permasalahan yang kompleks. Meski ia telah memiliki pelanggan namun yang namanya bisnis ada saja kendala yang dihadapi. Sebagai contohnya, pabrik-pabrik yang menjadi pelanggannya terkadang menunda pengambilan bahan di penampungan Samilah. Mereka beralasan bahwa gudang pabrik mereka sedang overload.

“Paling cepat pabrik itu ngambil dua bulan sekali. Pernah sampai puluhan ton rumput laut numpuk di sini, ngendap 6 bulan. Tapi ya gimana, saya tetap harus beli dari pemetik tapi pabrik tidak ambil-ambil. Kalau ada yang tanya kenapa masih mau nampung ya saya jawab ‘nanti juga laku’ gitu,” ujar Samilah.

Menurut dia, meski sering ada kendala namun usaha yang ia geluti selama bertahun-tahun ini sebenarnya menjanjikan baik untuk dirinya maupun warga sekitar. Sehingga apapun yang dihadapi ia tetap berusaha menampung hasil petikan dari warga tersebut.

Berita Lainnya  Petani Cabai Ceplus Panggang Mampu Meraup Rp 7,6 Juta Perbulan

Seperti yang diajarkan oleh orang tuanya bahwa menjadi manusia harus dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Selain menjadi pengepul rumput laut, Samilah juga memberdayakan beberapa lansia yang ada di sekitar rumahnya untuk ikut membantu membuat agar-agar kertas dari rumput laut gracilaria.

“Saya juga ada produksi rumahan (agar-agar) bareng lansia di sekitar rumah. Hasil produksi kami ini biasanya dipasarkan ke pelaku wisata dan toko oleh-oleh yang ada di Jogja,” sambungnya.

“Setidaknya saya bisa bermanfaat untuk orang lain. Mereka dapat penghasilan dari memetik rumput laut atau ikut produksi itu. Setiap hari dapur mereka harus tetep ngepul. Apalagi pas musim kemarau disini susah dapet air bersih. Jadi harus beli air tangki yang harganya mahal. Saya bantu sebisa saya” tutup dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis4 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler