fbpx
Connect with us

Pariwisata

Menengok Eksotisme Bukit Roso Wulan, Wisata Perbukitan di Girisuko

Published

on

Panggang,(pidjar.com)–Pariwisata di Kabupaten Gunungkidul terus menunjukan perkembangannya. Selain wisata pantai, Gunungkidul juga kaya akan wisata alamnya. Bentang panorama alam kerap ditawarkan kepada wisatawan. Seperti dapat dilihat di obyek Wisata Bukit Roso Wulan (BRW) di Padukuhan Turunan, Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang.

Ketika mendengar Turunan, tentu identik dengan obyek wisata Watu Payung. Namun kini tak jauh dari lokasi itu terdapat obyek wisata anyar yakni BRW.

Obyek wisata di atas bukit tersebut juga menawarkan fiew bentang alam perbukitan serta aliran Sungai Oya yang nampak kecil berada jauh di bawah BRW. Namun begitu, untuk sampai ke BRW sendiri jalannya cukup terjal menyerupai sungai yang mengering. Bahkan tak sedikit wisatawan yang memilih untuk memarkirkan kendaraan di sebelum pintu masuk.

“Iya memang akses jalan masih sangat kurang. Tetapi rencananya jalan dengan panjang 400 meter itu akan dibantu dibangun oleh Anggota DPR RI, pak Gandung Pardiman dengan nilai bantuan Rp 100 juta,” kata salah seroang pengelola, Sugiyarto, Selasa (01/12/2020).

Sesampainya di sekitar BRW, wisatawan masih harus berjalan kaki menyusuri tangga dari cor semen untuk sampai di puncak BRW. Selama perjalanan, mata akan disuguhi pemandangan taman bunga yang cukup beragam.

Kemudian jika sampai di atas bukit, wisatawan akan disuguhi pemandangan alam yang mengagumkan. Disana pun terdapat beragam spot foto dengan background panorama alam yang dapat dimanfaatkan oleh wisatawan.

“Tiket masuk hanya Rp 2 ribu, parkir Rp 3 ribu untuk roda 2, Rp 5 ribu roda empat dan Rp 10 ribu untuk bus,” katanya.

Ia mengatakan, BRW ini berada di tanah kehutanan. Kemudian setelah dilakukan komunikasi, masyarakat diperbolehkan mengelola 10 persen dari lahan yang ada tersebut sebagai lokasi wisata.

“Lokasinya lebih tinggi dari Watu Payung, kita mengkonsep wisata budaya. Jadi nanti ada kesenian yang kita tawarkan disini, kesenian yang memang dilestarikan di wilayah kami,” terang dia.

Terkait dengan fasilitas, BRW sendiri terus berbenah diri. Saat ini pengelola tengah membangun fasilitas umum berupa mushola serta.

“Untuk kamar mandi sudah dibantu oleh Pak Gandung, pembangunan sudah selesai. Kami berterimakasih sekali atas bantuan yang selama ini diberikan,” terang dia.

Sementara itu, Gandung Pardiman mengungkapkan bahwa obyek wisata alam berbasis budaya ini perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak. Dirinya mengaku akan terus mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah-wilayah yang sekiranya membutuhkan.

“Saya membantu ini bukan dari uang pemerintah, jadi berbeda ya. Ada yang kita cari melalui CSR dan sebagainya,” ucap Gandung.

Selain di Turunan, Gandung dalam beberapa hari terakhir ini juga memberikan bantuan berupa satu unit ambulance di wilayah Pacar I, Girisuko, Panggang serta suntikan modal untuk koperasi. Bantuan tersebut menurutnya memang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Kalau suntikan modal untuk koperasi awalnya dulu Rp 20 juta, akan kita tambah lagi Rp 10 juta untuk penguatan. Harapan kita tidak ada rentenir, masyarakat sejahtera dan sehat,” terang dia.

Kemudian, di wilayah Tahunan, Kalurahan Karangduwet, Kapanewon Paliyan Gandung juga menyerahkan 100 sak semen dan material untuk pembangunan balai padukuhan. Harapannya, apa yang ia berikan ini dapat menjadi manfaat bagi masyarakat.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler