Connect with us

Sosial

Mengenal Endar, Wanita Penyelamat Kucing-kucing Jalanan

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Belasan kucing berkeliaran bebas di rumah milik Endar Wahyu Tri, warga Padukuhan Gambiran, Kalurahan Bunder, Kapanewon Patuk. Belasan kucing tersebut sebelumnya adalah kucing-kucing liar yang dipungut dari jalanan. Kesukaan Endar terhadap kucing sejak kecil, menjadikan dirinya tergerak untuk menyelamatkan kucing-kucing yang terlantar di sekeliling ataupun yang ia temui di jalanan. Bergerak secara individu, ia telah memulai gerakan peduli kucing sejak beberapa tahun lalu. Hasilnya sudah banyak kucing yang ia pelihara dan kemudian diadopsi oleh orang lain.

Endar, sapaan akrabnya menyampaikan, awalnya ia membawa satu kucing jalanan yang ia temukan di pasar untuk dipelihara. Kala itu, ia merasa kasihan melihat kondisi kucing tersebut yang tak terawat. Berselang beberapa waktu kemudian, gerakan peduli kucing jalanan yang ia gagas harus berhenti sejenak lantaran program hamil yang sedang ia ikuti saat itu. Ia baru memulai gerakan tersebut kembali sekitar empat tahun belakangan.

Berita Lainnya  Uji Coba Bibit Padi Varietas Anyar Yang Lebih Cepat Panen, Petani Karangsari Raup Puluhan Ton

“Saya itu memang dari dulu suka kucing, awalnya cuma satu dibawa dari Pasar Beringharjo sebelum anak saya lahir. Saya beri nama cikong. Dulu rencana mau bawa dua, tapi karena yang satu berontak kan resiko pas bawa pakai motor, jadi cuma ambil satu saat itu,” ucapnya, Minggu (28/11/2021).

Lambat laun, Endar mulai kecanduan untuk memungut kucing-kucing jalanan yang ia temui. Sejumlah kucing hilir mudik ia pelihara di rumahnya. Saat ini, jumlah kucing jalanan yang ia pelihara berjumlah sekitar 15 ekor. Sebelumnya, paling banyak ia memelihara 20 ekor kucing jalanan dari berbagai tempat.

“Paling repot itu kalau bayi kucing yang baru lahir terus dibuang, itu kan masih perlu kehangatan dan susu dari induknya. Ya kadang kalau bayi kucing seperti itu ada yang mati juga. Sedih rasanya,” sambung Endar.

Setelah kucing-kucing jalanan ataupun buangan dirawat di rumahnya, tak jarang ia menawarkan kucing-kucing tersebut untuk diadopsi orang lain. Namun karena kecintaannya terhadap kucing yang begitu tinggi, ia usahakan sepenuhnya melakukan perawatan terhadap kucing-kucingnya. Untuk kebutuhan pakan dan vitamin, ia menyampaikan jika merogoh kocek pribadi. Setiap bulan, ia harus menyediakan satu sak pakan kucing dengan ukuran 20 kilogram untuk memberi makan kucing-kucingnya.

Berita Lainnya  Pandemi Corona, Masalah Kejiwaan di Gunungkidul Diperkirakan Melonjak

“Sedikit yang saya berikan. Soalnya kalau sudah merawat mau melepaskan itu nanti merasa bersalah. Tapi nanti kalau kewalahan terus ada orang yang dikenal mau merawat ya dikasihkan. Yang penting dijaga dan dirawat dengan baik. Kebutuhan pakan sebulan sekitar 20 kilogram, sama vitamin-vitamin lainnya ya sebulan habis sekitar Rp. 500 ribu,” jelas dia.

Dalam pemenuhan kebutuhan kucing-kucingnya, tak jarang ia mendapat bantuan dari rekannya sesama pecinta kucing. Seperti dalam setahun terakhir ini, untuk kecukupan steril kucing betina, vitamin, dan dry food mendapat bantuan dari rekannya dari luar negeri.

“Alhamdulillah untuk steril kucing sekitar 8 ekor biaya semua dari donatur pecinta kucing dari Jerman dan ada juga dari Kanada. Termasuk dry food dan vitamin untuk satu tahun terakhir ini,” terangnya.

Ia berpesan kepada pemelihara kucing agar tidak membuang sembarangan kucing-kucingnya. Kalau tidak ingin mempunyai anak kucing, pemelihara bisa menyeterilkan kucing betinanya agar tidak beranak. Menurutnya, sangat disayangkan jika anak kucing yang baru lahir kemudian dibuang padahal masih butuh kehangatan dan air susu dari induknya.

Berita Lainnya  Target Pendapatan Retribusi Parkir Dinaikkan Hampir 2 Kali Lipat

“Steril kucing itu kan cukup sekali agar kucing betina tidak beranak. Kalau saya pengennya edukasi sih, biar kucing itu tidak dibuang sembarangan. Kalau kucing baru lahir dibuang kan masih perlu perlindungan dari induknya, kadang ada yang bertahan, kadang juga tidak bertahan,” tutup Endar.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata4 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler