fbpx
Connect with us

Sosial

Cerita Warga Yang Sempat Tangkap Hewan Liar Pemangsa Kambing Ternak

Diterbitkan

pada

Panggang, (pidjar.com)–Adanya hewan buas yang kerap memangsa kambing ternak milik warga hingga saat ini masih menjadi misteri. Berbagai spekulasi muncul terkait wujud fisik hewan buas tersebut. Salah satu yang cukup aneh dalam karakteristik serangannya, saat memangsa kambing ternak, hewan itu tidak memakan daging korbannya. Melainkan hanya digigit di bagian leher dan diambil bagian jeroannya saja.

Tak hanya itu, dalam setiap kejadian, selalu terdapat lebih dari satu kambing yang menjadi korbannya. Sejumlah upaya mulai dari berjaga hingga bermalam di sekitar kandang dilakukan warga untuk menangkap ataupun sekedar mengetahui wujud hewan buas tersebut. Namun sebagian besar dari upaya tersebut tak membuahkan hasil. Saat dijaga warga, hewan tersebut tak menampakkan batang hidungnya. Hal ini diduga karena penciuman hewan buas tersebut sangatlah tajam sehingga bisa mendeteksi keberadaan manusia.

Berita Lainnya  Jelang Perayaan Imlek, Vihara Jina Dharma Sradha Siraman Mulai Bersolek

Di tengah serangan yang terus terjadi di sejumlah wilayah di Gunungkidul, beberapa warga mengklaim sempat menangkap hewan liar pemangsa ternak itu. Warga menyebut, hewan pemangsa ini adalah sejenis anjing liar.

Cerita adanya penangkapan hewan misterius pemangsa ternak sendiri disebut pernah terjadi di Padukuhan Warak, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang, beberapa tahun lalu. Warga setempat, Sukardiyono, mengungkapkan jika dahulu ayahnya pernah menangkap tiga ekor hewan buas tersebut. Ia menyampaikan, secara fisik, hewan buas tersebut sangat mirip dengan anjing, namun memiliki postur tubuh yang lebih besar. Sebelum dilakukan penangkapan, memang banyak laporan adanya kambing ternak milik warga yang menjadi korban dari hewan buas. Ayahnya yang sudah terbiasa berburu hewan, kemudian berinisiatif untuk membuat jebakan di sekitar kandang kambing.

“Kalau tahunnya lupa kapan, sudah cukup lama kejadiannya. Dulu yang menangkap itu ayah saya. Memang dari dulu banyak kambing yang jadi korbannya,” ulas Sukardiyono, Sabtu (27/11/2021).

Pemasangan jebakan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Setidaknya tiga ekor hewan buas berhasil ditangkap dalam kurun waktu sekitar dua bulan. Sukadiyono menyebut, bahwa saat itu menyaksikan sendiri penangkapan hewan buas tersebut. Saat terjebak dan kemudian ditangkap, hewan buas tersebut masih dalam keadaan hidup. Oleh warga, hewan itu kemudian ditembak menggunakan senapan angin untuk mematikannya.

Berita Lainnya  Upaya Polisi Lindungi Penglajo Gunungkidul Dari Sasaran Kejahatan Klithih

“Waktu ditangkap di jebakan masih posisi hidup, waktu itu langsung saya tembak mati dan hewannya dikuburkan,” papar dia.

Seorang warga setempat lainnya, Estiani, membenarkan jika dahulu pernah ada hewan buas pemangsa kambing yang sempat ditangkap oleh warga. Namun ia tidak begitu ingat kejadiannya pada tahun berapa karena sudah cukup lama.

“Iya benar, dulu yang menangkap itu namanya Mbah Yanto. Memang orangnya sudah bisa memburu hewan-hewan seperti itu, tidak hanya anjing liar, tapi juga ular,” beber Estiani.

Menurutnya, berdasarkan pengamatan, memang terdapat perbedaan yang cukup mencolok pada hewan buas tersebut daripada anjing pada umumnya. Misalnya saja moncong hewan buas tersebut lebih panjang dan runcing daripada anjing biasa. Kemudian pada bagian ekor yang lebih pendek. Anjing liar pemangsa ternak ini juga memiliki taring yang lebih panjang daripada anjing pada umumnya. Menurutnya, setelah adanya penangkapan tersebut kambing ternak milik warga sudah tidak ada yang dimangsa lagi.

Berita Lainnya  Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname

“Kalau di sini sekarang sudah aman setelah hewan buas itu ditangkap dan dibunuh, sudah tidak ada gangguan hewan buas lagi,” terangnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler