Sosial
Mengenal Komunitas Resan, Gencarkan Penanaman Pohon Beringin untuk Jaga Ketersediaan Air
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat setiap musim kemarau adalah kekeringan. Dikarenakan sumber air yang ada di daerah mengering sehingga tidak dapat dimanfaatkan lagi saat musim kemarau. Kondisi ini menarik kepedulian sejumlah orang yang tergabung dalam komunitas Resan untuk ikut andil dalam perbaikan ketersediaan air dalam jangka panjang.
Salah seorang pemuda yang mendirikan Komunitas Resan, Edi Padmo mengatakan pihaknya berupaya melakikan konservasi air di kabupaten Gunungkidul. Tindakannya adalah menanam pohon beringin di sumber-sumber yang mulai mengering atau sudah mengering.
“Kami tergerak untuk ikut andil dalam konservasi sumber air, permasalahan yang ada banyak sumber air tapi kering dan ada yang tidak digunakan oleh masyarakat,”kata Edi Padmo, Jumat (02/10/2020).
Keinginannya cukup sederhana, dengan adanya komunitas yang bergerak untuk menanam resan diharapkan sumber air yang ada dapat kembali dimanfaatkan oleh masyarakat dalam pemenuhan air bersih dan tidak lagi terjadi kekeringan.
Menurut dia pohon beringin atau yang lebih dikenal dengan resan oleh masyarakat memiliki fungsi sebagai penjaga mata air. Di Gunungkidul, pohon semacam ini memang masih ada akan tetapi banyak yang ditebang terlebih yang berada di sumber.
Dengan demikian, sumber air yang seharusnya dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan air justru tidak bermanfaat. Komunitas resan sendiri terdiri dari komunitas lain yang bergabung dalam satu wadah kepedulian sosial. Beberapa waktu lalu, mereka sempat menelusuri wilayah Gunungkidul untuk mengecek sumber air.
Sebagai contohnya, di Padukuhan Mojosari, Kapanewon Playen. Di daerah tersebut banyak sumber air, namun saat ini kondisinya mengering. Diperoleh informasi, dulunya sering dimanfaatkan oleh warga untuk pemenuhan kebutuhan air mereka. Hal serupa juga ditemui di beberapa wilayah lainnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, bersama dengan komunitasnya sudah berhasil menanam ratusan pohon beringin di sumber air di sejumlah kapanewon diantaranya, di Kapanewon Playen, Gedangsari, Saptosari, Nglipar, dan Semin. Kendati begitu, karena masih rintisan untuk dampaknya juga tidak bisa langsung dirasakan. menurutnya membutuhkan beberapa tahun guna merasakan dampak secara nyata.
Adapun Gunungkidul memiliki 3 karakter karakteristik sumber air dari pegunungan Baturagung sisi utara, Ledok di kawasan tengah dan pegunungan.
“Kalau dari pengamatan dan survei yang kami lakukan, sumber air justru banyak yang tidak terawat, padahal airnya ada yang melimpah. Untuk program semacam ini, saya terinspirasi dari salah seorang warga Wonogiri yang berhasil melakukan konservasi air,” tambahnya.
Di rumah sederhananya yang berada di Padukuhan Tanjung 1, Kalurahan Bleberan, terdapat puluhan batang pohon beringin yang beberapa bulan lagi akan ditanam menggunakan polybag dan ada juga yang sudah dipindah. Ia juga memiliki keinginan ada pihak lain yang bekerjasama dengan komunitas ini untuk ikut dalam konservasi air di Gunungkidul.
“Menumbuhkan kepedulian banyak orang itulah yang sulit. Karena upaya seperti ini perlu adanya dukungan dan kesadaran bersama,”papar pria yang juga sebagai petani muda Gunungkidul itu.
Selain itu, ada komunitas yang mengembangkan dengan tanaman buah, seperti di Kalurahan Getas, Kapanewon Playen. Pengembangan kebun buah dan pohon penampung air, dengan begitu ada beberapa keuntungan yang dirasakan.
-
Uncategorized6 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya5 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized5 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized6 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized6 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
