Sosial
Mengenal Lettu Cristiyanto, Pilot Yang Fotonya Viral Saat Peringatan HUT RI
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sebuah foto seorang pilot dengan memegang secarik kertas bertuliskan Bangga Menjadi Anak Gunung Kidul viral di kalangan netizen di Gunungkidul tepat saat peringatan hari kemerdekaan RI yang ke-73 pada 17 Agustus 2018 silam. Foto tersebut lalu lalang di kalangan linimasa sejumlah media social baik Facebook maupun Instagram. Komentar positif pun terus menghujani ke foto yang telah dibagikan serta disukai hingga ribuan kali tersebut.
Pilot yang viral di foto tersebut adalah Christiyanto Dwi Utomo. Perwira berpangkat Letnan Satu itu bertugas di Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi. Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Lettu Christiyanto mengaku memang sangat dekat dengan Gunungkidul. Meskipun lahir dan besar di Jakarta, namun banyak sanak familinya yang hidup dan tinggal di Gunungkidul. Kedua orang tua Christiyanto memang berasal dari Gunungkidul. Ayahnya berasal dari Perumahan Taman Bunga, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari sementara sang ibu berasal dari Branang, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari. Ia pun masih kerap untuk datang ke Gunungkidul mengunjungi keluarganya.
“Saya tinggal di Komplek TNI AU LAnud Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur. Kalau Lebaran, saya pasti pulang ke Wonosari,” terang Cristiyanto, Rabu (22/08/2018) siang.
Diceritakannya, foto yang tengah viral tersebut ia ambil saat melakukan latihan Flaypass dalam rangka peringatan kemerdekaan RI ke-73. Foto ini diambil pada ketinggian 6000 feet.
"Saya ambil foto di lokasi holding point, itu adalah tempat di mana saya bisa sedikit santai. Tempat menunggu untuk waktu saat mau flypass," kata dia, Selasa (21/08/2018).

Ia mengaku, pembuatan tulisan Bangga Menjadi Anak Gunung Kidul ini merupakan ungkapan ekspresi kebanggaannya menjadi orang Gunungkidul. Meskipun tidak menetap di Gunungkidul namun ia tetap ikut merasa bangga dengan pesatnya kemajuan saat ini.
"Biar semua orang tahu bahwa Gunungkidul saat ini semakin maju tidak hanya di bidang pariwisata saja. Jika orang dahulu kalau mendengar kata Gunungkidul pasti hanya tentang kekeringan susah air dan makan tiwul," bebernya sembari tertawa.
Christiyanto merupakan lulusan AAU 2011 dan masuk sekolah penerbangan TNI AU Adisucipto. Ia juga telah lulus dari Sekbang pada tahun 2013 dan mendapat penempatan di Skadron Tempur.
"Saya pernah berada di Skadron Udara 14 Lanud Iswhjudi mengawaki peaawat F5 Tiger. Namun setelah pesawat F5 Tiger digrounded (tidak terbang lagi karena faktor usia yang sudah cukup tua). Sekarang saya di pesawat T50i Golden Eagle di Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi," urainya.
Diungkapkan Christiyanto, menjadi pilot sebenarnya bukan merupakan cita-citanya. Dulu ia pernah bermimpi menjadi seorang dokter.
Namun alam membawanya menjadi seorang penerbang. Hal tersebut tidaklah aneh. Pasalnya ia dibesarkan di keluarga militer.
"Saya dibesarkan di keluarga militer, ibu saya pensiunan WARA / Wanita Angkatan Udara dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel. Sementara bapak saya menjadi illustrator majalah," kata dia.
Menjadi seorang penerbang menurutnya memiliki suka duka tersendiri. Meninggalkan keluarga saat mendapat tugas penerbangan ke daerah perbatasan terasa sangat berat. Meskipun dalam satu tahun hanya 4 kali melakukan penerbangan ke lokasi-lokasi tersebut.
"Saya bangga karena dipercaya menerbangkan pesawat yang dibeli dari uang rakyat Indonesia. Sehingga saya harus dengan penuh tanggung jawab mengawaki pesawat ini dengan sebaik baiknya sebagai pertanggungjawaban saya kepada rakyat Indonesia. Kalau dukanya, setiap ada penugasan, saya harus meninggalkan keluarga saya di Madiun," imbuh dia.
Christiyanto berpesan kepada muda mudi di Gunungkidul agar dapat menjadi kebanggaan keluarga terutama untuk tanah leluhur, Gunungkidul. Ia juga berpesan untuk menjauhi narkoba dan tetap menjaga persatuan bangsa.
"Saya bekerja untuk TNI AU khususnya untuk seluruh rakyat Indonesia. Apa yang saya dapatkan sekarang ini baik dari gaji maupun perlengkapan dinas yang saya gunakan adalah dari uang rakyat Indonesia. Dengan itulah saya dapat menghidupi keluarga istri dan anak saya, itu semangat saya semoga dapat di menjadi penyemangat adik-adik di Gunungkidul," pungkas dia.
-
Uncategorized5 hari yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized4 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized4 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized2 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
