Pariwisata
Menikmati Panorama Layaknya Ubud di Desa Pilangrejo
Nglipar,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Keasrian bentang alam di kawasan Ubud, Bali memang sudah membahana. Tak hanya di Indonesia saja, panorama Ubud tersebut sudah menjadi konsumsi internasional. Namun siapa sangka ternyata saat ini, untuk menikmati panorama layaknya Ubud tersebut tak perlu jauh-jauh. Gunungkidul rupanya memiliki kawasan yang mirip dengan Ubud. Adalah lokasi persawahan di kawasan Desa Pilangrejo, Kecamatan Nglipar.
Untuk mencari lokasi tersebut bukanlah hal yang sulit. Wisatawan bisa mengikuti plakat kristal yang tertera di tepi jalan menuju kawasan Embung Batara Sriten. Lokasinya pun tidak tersembunyi, bahkan nampak dari tepi jalan raya.
“Lokasinya berada di samping TPR (Tempat Pemungutan Retribusi). Pengunjung dapat berjalan sekitar 50 meter menuju persawahan tersebut,” ungkap warga sekitar, Billy, Selasa (05/02/2019).
Keindahan bentang alam di kawasan tersebut, menurut Billy sangatlah menyejukan. Bagaimana tidak, kawasan terassiring padi yang berada di lereng bukit itu menyerupai pemandangan di Ubud, Bali.
“Ketinggian sekitar 700 mdpl. Selain bisa menikmati panorama persawahan, dari situ pengunjung juga bisa melihat hampir 80 % Kabupaten Gunungkidul,” imbuhnya.

Billy mengakui, memang kawasan tersebut bukan merupakan lokasi wisata. Akan tetapi, penikmat fotografi maupun penggila selfie dapat mengambil gambar dengan bebas.
“Yang menarik itu ada gubuk milik Wakijo (pemilik sawah). Di situ bisa menikmati indahnya alam. Selain itu, jika dari samping perpaduan warna hijau padi dan merahnya tanah sangat fotogenik,” ungkap dia.

Sementara itu, Sekretaris Desa Pilangrejo, Roni mengatakan pihaknya telah mengkonsep kawasan tersebut menjadi wanadesa. Di lokasi tersebut, menurut konsep yang ada akan dibangun bumi perkemahan dan wisata camping ground.
“Luasnya kira-kira 1,5 hektar. Sebelah barat Embung Batara Sriten,” kata dia.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, saat ini memang kawasan tersebut belum banyak diketahui oleh banyak orang. Hanya beberapa wisatawan yang berkunjung ke embung menyempatkan diri ke lokasi tersebut.
Belum standarnya akses jalan menjadi kendala yang dihadapi oleh pihaknya. Menurutnya, lokasi semacam ini merupakan satu dari sedikit potensi wisata yang ada di wilayahnya. Menurutnya, ada sangat banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan.
“Kalau potensi lain di Desa Pilangrejo di padukuhan Ngangkruk tepatnya di Bundelan, semacam puncak gunung lokasi di sebelah timur Embung Sriten, kendala masih di jalan yang belum memadahi,” ucap dia.
Disinggung mengenai pengembangan jangka pendek, Roni mengaku akan melihat perkembangan jumlah wisatawan. Jika nantinya terus mengalami peningkatan, pihaknya akan membangun sejumlah fasilitas.
“Kalau banyak peminatnya yang pengen foto di situ dijadikan spot foto baru, nanti dibuat akses pada fotografernya biar bisa eksplor semua,” pungkas dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
