fbpx
Connect with us

Sosial

Menyusuri Rute Gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman Bersama Komunitas Onthel dan KNPI

Published

on

Karangmojo, (pidjar.com)–Tanggal 10 November tiap tahunnya selalu diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional. Tak jarang masyarakat mengadakan kegiatan untuk menyongsong ataupun memperingati Hari Pahlawan yang bersejarah itu. Salah satunya adalah kegiatan unik yang diinisiasi oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Gunungkidul dan Komunitas Sepeda Jawa Gunungkidul. Pada hari Minggu (07/11/2021) kemarin, mereka menyelenggarakan napak tilas Rute Gerilya Panglima Besar Jendral Sudirman dengan menggunakan sepeda onthel. Diharapkan dengan kegiatan ini, para kalangan muda bisa semakin menghargai perjuangan para pendahulu dalam memberikan kemerdekaan untuk rakyat Indonesia.

Ketua KNPI Gunungkidul, Heri Susanto, mengungkapkan kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai upaya merawat dan mengenal sejarah serta mengenang perjuangan para pahlawan yang sangat berjasa dalam kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satu pahlawan nasional yang terkenal di Bumi Handayani ialah Panglima Besar Jendral Sudirman. Jenderal Besar ini memang melakukan strategi perang gerilya yang rutenya melewati sejumlah wilayah di Gunungkidul.

“Kegiatan ini untuk menyongsong peringatan Hari Pahlawan Nasional tanggal 10 November nanti,” ucapnya, Minggu siang kemarin.

Napak tilas rute gerilya Jenderal Sudirman dengan menaiki sepeda onthel sendiri dimulai dari depan rumah dinas Wakil Bupati Gunungkidul. Para peserta menyusuri rute gerilya Panglima Besar Jendral Sudirman yang kemudian berakhir di monumen markas komando militer tentara Panglima Besar Jendral Sudirman di Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo.

Ia menyampaikan jika generasi muda penting untuk mengingat kembali perjuangan pahlawan karena dapat menguatkan jiwa nasionalisme sehingga dapat meneruskan perjuangan pahlawan dalam konteks zaman sekarang. Terlebih dalam masa pandemi covid19 seperti sekarang, dengan mengingat kembali jasa pahlawan diharapkan dapat menumbuhkan jiwa empati yang kuat antar sesama warga negara Indonesia.

“Jumlah pesertanya ada 50 orang, tentunya kami menerapkan protokol kesehatan dalam rangkaian kegiatannya,” sambung Heri.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan kerja bakti pembersihan monumen komando militer tentara Panglima Besar Jendral Sudirman agar kondisinya semakin terawat. Mereka juga diberikan bekal pengetahuan sejarah terbentuknya monumen tersebut oleh juru kunci monumen untuk merawat ingatan terhadap perjuangan pahlawan nasional.

“Hari pahlawan nasional dengan tema besar Pahlawanku Inspirasiku semoga menjadi momentum untuk terus memupuk jiwa nasionalisme di kalangan generasi muda dengan meneladani jejak sejarah para kusuma bangsa yang rela berkorban dari harta sampai dengan jiwa terlebih diera covid-19 untuk mampu memberikan peran nyata,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Sepeda Jawa Gunungkidul, Ade Jumeno, yang akrab disapa Pak Joyo, menyampaikan harapannya agar napak tilas semacam ini dapat rutin dilaksanakan. Tak harus dalam rangka Hari Pahlawan Nasional saja, namun kegiatan semacam ini bisa digalakkan dalam kesempatan apapun. Tentunya dengan mengingat kembali jasa pahlawan dapat membekali generasi muda tentang perjuangan pahlawan di jaman dulu sehingga dapat diterapkan dalam konteks era modern seperti saat ini.

“Harapannya kegiatan semacam ini bisa dilakukan rutin oleh pemerintah sehingga generasi muda tidak lupa pada sejarah,” terang Joyo.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler