Pemerintahan
Merebaknya Anthraks dan Kekhawatiran Hancurnya Harga Ternak Gunungkidul
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kasus munculnya virus antraks di Kapanewon Ponjong dan Kapanewon Gedangsari yang membuat belasan ternak mati beberapa waktu lalu menjadi perhatian semua pihak. Munculnya virus antraks di Gunungkidul sendiri bukan pertama kalinya terjadi. Beberapa tahun silam kejadian serupa juga sempat muncul di Bumi Handayani. Tak hanya membuat matinya ternak, namun virus tersebut juga menular ke manusia.
Spora virus antraks sendiri dapat bertahan hingga sepuluh tahun menjadi pekerjaan tersendiri untuk meminimalisir munculnya penularan antraks antar hewan ataupun penularan ke manusia. Diperlukan adanya penanganan tuntas dari pemerintah agar kasus-kasus semacam ini tak kembali terulang. Adapun hal ini menjadi penting mengingat sektor peternakan sendiri sangat penting bagi warga masyarakat Gunungkidul.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul, Heri Nugroho, menyampaikan, perlu dilakukan lokalisir untuk menghindari kejadian merebaknya virus anthraks terulang kembali. Ketika penularan antraks terus berulang terjadi, menurutnya dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan pembeli terhadap hewan ternak di Gunungkidul. Nantinya, harga hewan ternak Gunungkidul akan terdampak dan tak kunjung stabil. Sebuah hal yang tentunya akan sangat meresahkan masyarakat mengingat sebagian warga Gunungkidul, khususnya yang hidup di pedesaan memiliki hewan ternak.
“Semoga itu tidak terjadi, perlu langkah-langkah strategis dalam penyelesaian masalah anthraks di Gunungkidul,” ungkap dia, Senin (21/02/2022).
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul pun telah diminta untuk melakukan lokalisir kawasan yang menjadi zona merah penularan antraks belakangan ini. Ia menambahkan, adanya penularan antraks pada hewan ternak di Gunungkidul jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan. Menurutnya, jika isu penularan anthraks berkembang dan tidak diiringi dengan kesigapan seperti melokalisir hewan ternak, dikhawatirkan menjadi monopoli pedagang nakal.

“Ini kalau bisa dilakukan dan diharapkan agar tidak menulari sapi yang lain sehingga harganya tidak turun,” imbuhnya.
Untuk menyikapi permasalahan itu, ia telah memberikan instruksi kepada komisi B yang membidangi peternakan dan komisi D yang membidangi kesehatan untuk segera mengambil langkah taktis. Hewan ternak di Gunungkidul sendiri dikenal mempunyai kualitas yang baik serta peternaknya yang dikenal tidak pantang menyerah. Menurutnya harus ada pemicu agar aspek ekonominya dapat meningkat.
“Pada intinya lokalisir jangan sampai ke mana-mana dan tidak berdampak pada ternak yang lain,” ucap Heri.
-
Peristiwa4 minggu yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan4 minggu yang laluResep Soto Tangkar
-
Kriminal2 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa1 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial1 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Peristiwa3 minggu yang laluLaka Maut Dinihari, Pemotor Tewas Dihantam Pick Up
-
Uncategorized4 hari yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan5 hari yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized2 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluPeriode Maut Jalanan Gunungkidul, Ratusan Kecelakaan Puluhan Korban Meninggal Dunia
-
Pemerintahan4 minggu yang laluPrihatinnya Kalangan Dewan, Pelaku Bunuh Diri Mulai Merambah Remaja Hingga Anak
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Beruntun di Baleharjo Gunungkidul, Pengendara Vixion Meninggal Dunia
