Pariwisata
Wacana Perpanjangan Penutupan Obyek Wisata di Gunungkidul
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pandemi covid19 yang terjadi lebih dari 1 tahun ini menghempaskan sejumlah sektor yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Salah satunya adalah pariwisata. Sempat berangsur membaik, sektor pariwisata kembali terpuruk pasca penerapan PPKM Darurat oleh pemerintah. Sejak awal Juli 2021 lalu, seluruh obyek wisata di Gunungkidul memang ditutup total.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono mengatakan, dalam pantauan selama 14 hari diterapkannya PPKM Darurat di Gunungkidul ini, seluruh obyek wisata di Gunungkidul ini bebas dari kunjungan wisatawan. Dari pos-pos retribusi selama kebijakan PPKM ini juga tidak ada laporan mengenai kunjungan wisatawan yang kemudian diminta putar balik.
“Sudah tidak ada laporan dari pos. Mungkin karena beberapa lokasi masuk wilayah Gunungkidul sudah ada penyekatan yang dilakukan secara terpadu, sehingga bisa dihalau dari penyekatan tersebut,” kata Harry Sukmono, Sabtu (17/07/2021).
Meski demikian, sejumlah petugas pos retribusi dan petugas lainnya hingga saat ini tetap melakukan penjagaan. Jika nantinya ada wisatawan yang hendak masuk, langsung dihalau dan diminta putar balik.
Disinggung mengenai adanya kemungkinan penutupan obyek wisata dilakukan perpanjangan, Harry mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu instruksi dan arahan pimpiman. Sejauh ini belum ada instruksi terkait wacana perpanjangan penutupan obyek wisata. Beberapa daerah juga mulai menerapkan wisata virtual, namun untuk Gunungkidul sejauh ini belum ada wacara semacam itu.

“Sampai saat ini belum ada wacana itu. Dulu di awal-awal pandemi kita pernah melakukannya,” jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh petugas jaga TPR JJLS, Wijang Antok. Menurutnya sudah tidak ada wisatawan dari luar kota yang hendak masuk ke obyek wisata khususnya pantai selatan. Mereka yang keluar masuk hanya warga lokal seperti nelayan dan petani.
“Kita tetap jaga tapi sudah ndak ada wisatawan luar kota yang datang kok,” ucap Wijang.
Terpisah, Ketua Pengelola Obyek Wisata Sri Gethuk, Tri Harjono mengatakan, selama pandemi kunjungan dan pendapatan obyek wisata yang dikelolanya terus mengalami penurunan. Di awal-awal pandemi kunjungan berkurang sampai dengan 50 persen. Kemudian berangsur meningkat namun kemudian kembali turun bahkan mencapai 75 persen penurunannya.
Saat ini dengan tutupnya obyek pariwisata tak ada aktivitas yang dilakukan. Pengelola dan pelaku wisata memanfaatkan kondisi ini untuk melakukan bersih-bersih dan perbaikan sarana prasarana.
“Kita lakukan bersih-bersih 2 kali dalam seminggu. Kawasan wisata harus tetap bersih dan terawat,” papar Tri Harjono.
Sebagaimana diketahui, obyek wisata Sri Gethuk merupakan salah satu obwis yang dulunya sangat diminati oleh wisatawan dari berbagai daerah. Ada beragam aktivitas wisata yang bisa dilakukan di tempat ini, termasuk mengenal sejarah.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized2 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized5 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
