Sosial
Meski Masih Kategori Ringan, Aliran Sungai di Kawasan Kota Paling Tercemar di Gunungkidul
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul mengklaim jika kualitas air di Gunungkidul tidak stabil. Pasalnya, setiap musim kemarau, tingkat pencemaran air tergolong cukup tinggi. Sementara saat musim penghujan, kualitas air dianggap membaik dan pencemaran bisa sedikit terurai. Mulai Senin kemarin, dari Dinas Lingkungan Hidup mulai melakukan pengambilan sampel air untuk dilakukan uji laboratorium.
Kepala UPT Laboratorium Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Anna Prihatini menuturkan, faktor utama yang menyebabkan kualitas air mengalami penurunan adalah lantaran pola hidup masyarakat yang sembarangan. Misalnya saja membuang sampah dan limbah ke sungai serta beberapa tempat yang tidak semestinya. Kemudian aktifitas industri yang pembuangan limbahnya tidak diperhatikan juga menjadi sumber penurunan kualitas air di Gunungkidul.
“Selama ini sudah kami berikan pembinaan bagi masyarakat dan pelaku industri untuk memperhatikan pembuangan limbah. Jangan ke sungai,” kata Anna, Selasa (23/06/2020).
Adapun dari sekian banyaknya aliran sungai di Gunungkidul, ada beberapa yang masuk dalam kategori tercemar meski masih masuk kategori ringan. Aliran tersebut yakni yang melintas di Besole sampai di Wareng di Kecamatan Wonosari.
Menurutnya, sungai yang masuk dalam kategori tercemar tentu berbahaya jika dikonsumsi ataupun digunakan untuk keperluan masyarakat. Mulai timbulnya pencemaran air dan lingkungan juga dapat menimbulkan penyakit.
“Kualitas air di Gunungkidul memang naik turun. Tergantung dengan kondisi, “tambahnya.
Guna menekan pencemaran yang semakin tinggi, dari DLH sendiri terus berupaya melakukan sosialisasi pada masyarakat agar tidak membuang sampah semabarangan, menjaga pola hidup dan menggenjot program kali bersih.
Ia mengklaim jika program ini terus diterapkan dengan kesadaran, penurunan kualitas air dapat ditekan. Sebenarnya tak hanya masyarakat umum, melainkan sesekali dari dinas juga memberikan arahan pada wisatawan atau pengunjung kabupaten Gunungkidul untuk turut menjaga kebersihan lingkungan.
Beberapa yang digencarkan oleh dinas yakni meningkatkan jangkauan dan pengelolaan sampah mandiri. Kemudian juga langkah-langkah kecil lainnya.
“Kami juga melkaukan pengecekan dengan mengambil sampel air di sejumlah sungai mulai di Ngawen, Playen, Kota Wonosari, Patuk dan daerah lainnya,” tutupnya.
-
Uncategorized2 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized7 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial3 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
