fbpx
Connect with us

Olahraga

Meski Masih Sepi Peminat, Woodball Jadi Cabang Olahraga Paling Potensial Gunungkidul

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Prestasi olahraga Gunungkidul memang sangat minim. Bahkan di tingkat DIY saja, para atlet Gunungkidul tak bisa berbuat banyak. Jajaran papan bawah menjadi langganan setiap kali mengikuti event Pekan Olahraga Daerah (Porda). Kekuatan Gunungkidul sendiri hanya berkisar di beberapa cabang olahraga. Salah satu yang cukup berprestasi adalah Woodbal. Meski sepi peminat, cabang olahraga ini bahkan sempat menyabet juara umum dalam event Porda 2019.

Guna meningkatkan capaian, berbagai macam usaha mulai dilakukan oleh KONI Gunungkidul sebagai induk olahraga di Gunungkidul. Jelang Porda 2022 yang akan diselenggarakan di Sleman, sejumlah cabang olahraga memulai persiapan sejak awal.

Sekretaris KONI Gunungkidul, Heri Santoso mengatakan, dalam persiapan menuju Porda 2022, saat ini beberapa cabang olahraga (cabor) sudah melakukan persiapan. Sejumlah proses seleksi hingga latihan mulai dihelat. Hal tersebut untuk mengetahui sejauh mana potensi yang dimiliki para atlet serta kemajuan skill mereka.

“Sudah ada beberapa cabang olahraga yang melakukan seleksi untuk mendapatkan atlet terbaik. Misal ada atlet yang tidak ada progressnya nanti akan diganti. Kalau yang ada kemajuan atau biasa terus dievaluasi dan dimotivasi agar ke depan bisa lebih bagus lagi,” ucap Heri Santoso, Senin (14/06/2021).

KONI sendiri terus memantau persiapan cabanng-cabang olahraga tersebut. Kemudian organisasi ini melakukan pemetaan cabor mana yang sekiranya potensial untuk memperoleh medali.

“Kita lihat progressnya pasca Porda 2019 lalu bagaimana, itu yang jadi evaluasi kita. Untuk proses seleksinya masih cukup panjang, tapi memang persiapan harus dilakukan dari awal,” imbuhnya.

Ia menambahkan, berdasarkan capaian pada Porda sebelumnya, cabang olahraga yang biasanya menyumbang medali terbanyak adalah atletik. Kemudian beberapa tahun terakhir, Woodball juga menyumbang medali emas dan bahkan pada tahun 2019 silam menyabet sebagai cabor juara umum.

“Cabor ini (woodball) progressnya memang cukup baik, selalu menyumbang medali dalam event yang diadakan,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, saat ini bersama KONI Kabupaten/Kota da DIY saat ini baru menelaah kembali peraturan Mutasi Atlet yang akan digunakan sebagai salah satu pedoman Porda. Salah satunya pada peraturan mutasi tersebut menyepakati batas akhir mutasi maksimal terhitung 31 Agustus 2021. Kemudian secara umum proses seleksi koletif akan dilakukan pada bulan tersebut.

“Setelah proses itu, nanti baru akan muncul berapa target medali yang harus dibawa pulang oleh Kontingen Gunungkidul,” imbuhnya.

Salah satu cabor yang sudah memulai persiapan dan seleksi diawal adalah cabor woodball. Seperti yang dilakukan pada Minggu (13/06/2021) ini telah dilakukan seleksi tahap awal di lapangan Selang. Seleksi awal ini masih akan berlanjut hingga beberapa tahapan akhir.

“Pagi tadi kita sudah ikuti proses seleksi. Alhamdulillah saya dapat posisi nomor 1 dengan poin 104, kemudian disusul Supriyanto dari Gadungsari, dan Kusnardiyanto,” ucap Jarwan, salah satu atlet Woodball.

Kemudian untuk kelompok putri, posisi 1 adalah Fatihatun Uzma, kemudian Iswinarti, dan Lestari B. Menurutnya selama ia terjun dicabor ini memang setiap tahunnya menjadi penyumbang medali emas dalam event bergengsi ini.

“Butuh ketelitian, kesabaran saat melakukan olahraga ini. Untuk anak muda memang masih agak kurang peminatnya. Tapi dari pengkab berusaha untuk regenerasi terus agar cabor ini juga diminati,” kata dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler