fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Meski Tidak Dihadiri Camat, Dua Perangkat Desa Kedung Keris Resmi Dilantik

Diterbitkan

pada tanggal

––>

Nglipar, (pidjar.com)–Pelantikan Yeni Fatimah, sebagai Kepala Urusan Keuangan Desa Kedung Keris, Kecamatan Nglipar dan Nita Febri Avisha sebagai Kepala Dusun Kwarasan Kulon, digelar di Balai Desa Kedung Keris, Kamis (19/09/2019). Keduanya terpilih sebagai perangkat desa setelah menjalani seleksi oleh panitia beberapa hari yang lalu. Sayangnya, prosesi pelantikan kurang lengkap lantaran ketidak hadiran Sukamto, Camat Nglipar dalam acara tersebut. Akibat ketidak hadiran camat, acara pelantikan molor dari waktu yang sudah diagendakan.

Kepala Desa Kedung Keris Murdiyanto dalam sambutannya menyampaikan pengisian perangkat desa sebagai suatu proses yang memerlukan kesiapan dan kedewasaan semua pihak. Artinya dalam seleksi dipastikan hanya terpilih 1 orang untuk mengisi jabatan yang kosong. Calon yang gagal terpilih bukan berarti tidak mempunyai kemampuan tetapi hanya masalah kesempatan.

“Dan masih banyak kesempatan untuk turut mengabdikan diri dan membangun Desa Kedung Keris ke depan,” katanya.

Lebih lanjut diutarakan Murdiyanto, dalam seleksi pengisian perangkat desa kemarin ada beberapa peserta yang saat ini sudah mengabdi di lingkungan pemerintah desa Kedung Keris. Namun lantaran posisi yang lowong hanya ada 2, maka ada beberapa peserta yang tidak lolos seleksi lantaran kalah dalam skor penilaian.

Berita Lainnya  Momen Liburan Akhir Tahun Wisatawan Sepi, Hoax Tsunami dan Cuaca Jadi Kambing Hitam

Di sisi lain, kepala desa yang akan mengakhiri masa jabatannya pada akhir Oktober 2019 ini mengamanatkan perangkat desa terlantik agar menjalankan tugas secara sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

“Selain menjalin komunikasi dan harmonisasi  dengan berbagai elemen, saya berharap agar para terlantik menggalakkan upaya pemberdayaan seluruh komponen yang ada demi mendorong terwujudnya kemandirian desa di berbagai aspek,” tegasnya.

Sementara itu Kapolsek Nglipar AKP Sumarya selaku Forkompimca Kecamatan Nglipar menyampaikan permohonan maaf atas ketidak hadiran camat dalam acara pelantikan tersebut.

“Pak Camat sedianya hadir dalam acara ini, namun berhubung ada kegiatan lain di Desa Katongan yang dihadiri Wakil Bupati, maka untuk acara di sini batal hadir,” kata Sumarya.

Sebagai penjaga gawang di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat, Kapolsek Nglipar menitip pesan kepada seluruh elemen masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan masing masing.

Berita Lainnya  RAPBD 2019 Disepakati DPRD dan Pemkab Gunungkidul, Anggaran Belanja Tembus Angka 2 Triliun

“Terlebih lagi ini puncak musim kemarau panjang dan sangat rentan kebakaran. Saya minta sampah kering jangan dibakar, sebab itu dapat memicu bencana kebakaran. Silahkan sampahnya dikumpulkan lalu ditimbun, itu lebih bermanfaat dan dapat menjadi pupuk,” pinta Kapolsek.

Adapun Sumarya mengapresiasi terpilihnya 2 perempuan sebagai perangkat desa terpilih. Itu membuktikan adanya kesetaraan gender diberbagai bidang. Kalau dahulu untuk jabatan-jabatan tertentu harus dipegang pria, saat ini sudah tidak berlaku lagi.

“Apalagi dengan system seleksi ketat, transparan dan serba computer seperti sekarang ini. Tidak mustahil yang cerdas dan sigap menguasai teknologi lah yang akan terpilih. Dan biasanya kaum perempuan lebih teliti dalam mengerjakan soal soal yang diajukan panitia,” pungkasnya. (Wisnu)

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler