fbpx
Connect with us

Sosial

Polisi Minta Masyarakat Waspadai Ajaran Radikalisme Melalui Media Sosial

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Kepolisian Resor Gunungkidul meminta masyarakat mewaspadai media sosial sebagai ajang penyebaran ajaran radikal. Seperti yang diketahui belakangan ini aksi terorisme seakan mengintai kebhinekaan Indonedia.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto menerangkan, pihaknya saat ini memang tengah fokus memerangi radikalisme di tengah masyarakat. Adapun yang telah dilakukan yakni mengedepankan fungsi pul baket atau kegiatan intelejen.

“Harapannya kegiatan radikalisme di Gunungkidul dapat dicegah sedini mungkin,” ucap Iptu Sunaryanto, Kamis (08/04/2021).

Iptu Suryanto menambahkan, ia tidak menutup kemungkinan jika sebaran paham radikal ini merambah kepada generasi milinial. Mereka banyak diracuni dengan ajaran-ajaran yang irasional dari media sosial.

“Iming-iming surga dengan cara melukai suatu kelompok itukan hal yang tidak irasional harus diperhatikan jika ajaran itu tidak benar,” jelasnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk pro aktif saling mengawasi putra-putri atau orang terdekat dalam menggunakan media sosial. Sehingga harapannya kegiatan radikalisme di Gunungkidul bisa dicegah sedini mungkin.

“Yang terjadi dari luar Gunungkidul memang ajaran garis keras ini masuk melalui media sosial, perlu kita waspadai,” ucap Iptu Suryanto.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul, Arif Gunadi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemantauan berkaitan dengan aktivitas keagaamaan di Gunungkidul. Ia memastikan tidak ada aktivitas kegiatan yang mencurigakan.

“Kami sudah melakukan pantauan ya berkaitan dengan aktivitas keagamaan, hanya saja belum kami temukan kegiatan yang mengarah kepada terorisme,” tandasnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler