Connect with us

Sosial

Teror Kobra Terus Berlanjut, Warga Tangkap Puluhan Ular Berbagai Ukuran

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Warga Padukuhan Kepek I, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari masih terus merasakan teror kemunculan puluhan ular berbisa jenis kobra. Sudah sejak satu pekan terakhir ini kemunculan anakan kobra tersebut membuat warga khawatir. Hingga Selasa (10/12/2019) pagi tadi, tercatat sudah 21 ekor ular berhasil ditangkap. Adapun satu diantaranya merupakan ular dewasa dengan panjang 1 meter. Warga kini berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi keresahan masyarakat seiring terus bermunculannya ular tersebut.

Salah seorang warga Kepek, Ervan Bambang Dermanto menjelaskan, pada Senin (09/12/2019) malam tadi, warga kembali berhasil menangkap satu ekor anak ular kobra berukuran kecil. Menurutnya dengan hasil tangkapan tersebut, hingga kini tercatat sudah ada 21 ekor ular kobra yang berhasil ditangkap.

“Semalam masih ada 1 yang tertangkap. Ular itu di pemukiman warga biasanya keluar dari galengan (talud dari susunan batu), di rongga-rongganya itu,” ujar Ervan, Selasa pagi.

Ia mengatakan, 21 ekor ular yang berhasil ditangkap oleh warga dan relawan itu kini diamankan oleh komunitas pecinta reptil Gunungkidul. Rencananya ular tersebut akan dilepasliarkan kembali di hutan yang jauh dari pemukiman warga.

Berita Lainnya  Api Amuk Dua Rumah Hingga Ludes, Korban Alami Kerugian Hingga 250 Juta

“Saat ini semua ular masih disimpan dan dikarantina,” katanya.

Dengan masih terus bermunculnya ular di kawasan rumah warga, masyarakat setempat hingga saat ini masih terus merasa resah. Ia mengaku setiap malam warga masih banyak berada di luar rumah untuk memantau keberadaan ular-ular yang kemungkinan masih ada dan berkeliaran.

“Yang meresahkan itu ular kan mau masuk ke dalam rumah. Ya sekitar radius 100 meter dari galengan itu tadi ular biasanya muncul. Tidur pun warga jadi tidak nyenyak,” ungkap dia.

Ia berharap pemerintah mau turun tangan memberikan bantuan untuk mencari dan menangkap indukan ular kobra itu. Sebab jika hal ini terus dibiarkan, dikhawatirkan ular akan terus berkembangbiak dan mengancam keselamatan warga.

Berita Lainnya  Mundur Dari Bursa Calon Bupati, Ini Pernyataan Resmi Wahyu Purwanto

“Meski ular ini masih kecil atau anakan tapi bisanya sudah sangat berbahaya. Kita berharap pemerintah mau turun tangan, sampai saat ini belum ada langkah riil dari pemerintah desa maupun kabupaten untuk membantu kami menangkap indukan ular. Meski satu ular berukuran 1 meter berhasil ditangkap warga kami masih resah,” beber dia.

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi meminta masyarakat untuk tetap tenang terkait munculnya belasan anakan ular kobra di wilayah Padukuhan Kepek I, Desa Kepek. Immawan sendiri berjanji akan memberikan bantuan. Pihaknnya akan segera berkoordinasi dengan Organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membahas langkah-langkah bantuan tersebut.

“Tentu saja kami akan memberi arahan kepada OPD terkait yang punya kordinasi dengan BKSDA, dalam hal ini adalah DLH untuk turut mewaspadai dan membantu warga dalam menghadapi fenomena ini,” kata Immawan.

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Puskesmas dan unsur kesehatan lainnya agar siap untuk melayani jika sampai terjadi korban dari gigitan ular kobra. Dia berharap warga yang mengetahui keberadaan ular untuk tidak sembarangan mengatasi kemunculan ular kobra. Selain itu diharapkan tidak seorang diri untuk menangani kemunculan ular tersebut.

Berita Lainnya  Sempat Diwarnai Hujan, Perayaan Tahun Baru di Alun-alun Wonosari Tetap Berlangsung Meriah

“Laporkan kepada petugas yang kira-kira lebih bisa mengatasi secara baik karakter dan bahaya dari binatang melata terutama ular yang berbisa,” ucapnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata4 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis7 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler