Pemerintahan
Minimalisir Kecurigaan Peserta, Ujian Pengisian Pamong Hargosari Dibuat Terbuka
Tanjungsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pengisian pamong kalurahan kerap kali berujung ketidakpuasan dari peserta yang gagal. Kerap kali praduga kecurangan kong kali kong antara oknum panitia dengan peserta menjadi kambing hitamnya. Mengantisipasi hal itu, pengisian pamong kalurahan di Kalurahan Hargosari, Kapanewon Tanjungsari melakukan hal berbeda. Pasalnya, soal ujian dibuat pada hari yang sama dengan pelaksanaan ujian. Sehingga tindakan kecurangan pun dapat diminimalisir.
Sebagai informasi, pengisian pamong Kalurahan Hargosari, Kapanewon Tanjungsari diikuti oleh 13 peserta seleksi di balai Kalurahan, Kamis 19/11/2020 pagi tadi. Adapun ujian dilakukan untuk mengisi jabatan sebagai Carik, Dukuh Mojosari, Dukuh Klepu, dan Dukuh Candisari. Kali ini terdapat 13 peserta yang terdiri dari 5 pendaftar Carik, 4 pendaftar dukuh Mojosari, 2 pendaftar dukuh Klepu, dan 2 pendaftar dukuh Candisari.
Sistem yang dilaksanakan dalam proses seleksi kali ini berbeda dengan sebelumnya. Karena tidak menerapkan sistem karantina, dimana tim membuat soal kemudian dikarantina satu malam sebelum pelaksanaan ujian. Kali ini soal yang digunakan dalam ujian tertulis dibuat di hari yang sama.
“Jadi untuk periode ini sistemnya begitu, buat soal langsung ujian, pencocokan. Selesai itu langsung pengumuman. Walaupun melelahkan dan ribet ya gak papa namanya juga mau melayani masyarakat,” Panewu Tanjungsari, Rakhmadian Wijayanto.
Pelaksanaan proses pengisian pamong Kalurahan Hargosari diawasi langsung oleh pemerintah Kapanewon Tanjungsari. Dari awal pembentukan panitia hingga proses pencocokan. Ia mengatakan sistem tersebut dilaksanakan dalam rangka membangun kepercayaan masyarakat kepada pemerintah desa. Seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan.

“Kita mulai membangun dari yang kecil seperti ini, kita paparkan dan warga boleh ikut menyaksikan. Demi transparansi, kalau yang seperti ini saja masyarakat tidak percaya bagaimana pemerintah desa mau melaksanakan program-program yang lebih besar lainnya. Selama saya masih menjabat, transparansi seperti ini akan terus dilaksanakan” terang Rakhmadian.
Dalam proses pencocokan ujian praktik yang dilaksanakan siang ini. Berdasarkan rekapitulasi ujian praktik sebagian besar peserta memperoleh poin kosong dalam soal undang-undang peraturan daerah.
“Dulu waktu pembekalan sudah diberikan materi ini, cukup fatal memang kalau masalah UU. Tapi nanti ada pelatihan lagi dari kabupaten dan kecamatan. Itu akan kami tekankan” tandas Rakhmadian. (DINA KAMILA)
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized1 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Peristiwa4 minggu yang laluLaka Maut Dinihari, Pemotor Tewas Dihantam Pick Up
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa4 minggu yang laluPeriode Maut Jalanan Gunungkidul, Ratusan Kecelakaan Puluhan Korban Meninggal Dunia
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa1 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa2 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
