fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Momen Nataru, Bupati Minta Warga Perantau Tak Mudik

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)–Mudik sudah menjadi budaya bagi masyarakat Gunungkidul yang tengah berada di perantauan. Aktifitas mudik ini biasanya dilakukan pada hari-hari besar. Seperti misalnya momen libur lebaran maupun adanya kegiatan rasulan. Momen libur akhir tahun juga biasanya dimanfaatkan oleh para warga perantauan untuk melakukan mudik.

Berkaitan dengan momen libur Natal dan Tahun Baru 2021 ini, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengeluarkan himbauan kepada warga Gunungkidul yang berada di daerah rantau untuk tidak mudik terlebih dahulu. Hal ini sesuai dengan aturan atau Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang Pencegahan dan Penanggulangan Coronavirus Disease yang saat ini masih terjadi.

“Warga Gunungkidul banyak yang berada di tanah rantau, kami menghimbau untuk akhir tahun ini sementara tidak mudik dulu. Ini hanya sebentar, sekitar 1 minggu saja,” kata Sunaryanta, Senin (13/12/2021).

Menurut dia, larangan tersebut dimaksudkan agar tidak terjadi lonjakan orang yang masuk ke Kabupaten Gunungkidul. Sebab saat ini juga masih dalam situasi pandemi, bukan tidak mungkin dalam perjalanan ataupun di tempat-tempat tertentu bisa terjadi penularan dan penyebaran covid19 di daerah. Pemerintah bersama dengan lintas sektoral berupaya semaksimal mungkin untuk menekan terjadinya lonjakan penularan covid19, mengingat sekarang ini situasi sedang landai.

Selain pelarangan mudik bagi mereka yang ada di daerah rantau, Sunaryanta juga menegaskan bahwa pemerintah melarang adanya kegiatan euphoria pergantian tahun. Di Alun-alun Gunungkidul dan obyek wisata serta tempat lainnya tidak diperkenankan adanya pesta kembang api ataupun kegiatan yang sekiranya membuat kerumunan.

Berita Lainnya  Konsekuensi Massifnya Penjualan Tanah Oleh Para Petani di Kawasan Selatan Gunungkidul

“Tidak ada perayaan tahun baru yang digelar oleh pemerintah, baik di tempat wisata ataupun Alun-alun kota Wonosari,” imbuh dia.

Pada akhir tahun ini, dirinya meminta peran aktif masyarakat untuk turut menekan laju penularan. Sejumlah pihak diharapkan turut andil dalam pemantauan yang dilakukan. Misalnya saja dari jaga warga yang berada di setiap Padukuhan dan lainnya.

Selain mudik, pemerintah juga memfokuskan pengamanan di jalur utama serta jalur alternatif menuju obyek wisata. Yang mana dalam Rakor Lintas Sektoral pagi tadi disebutkan 375 personel gabungan disiagakan di titik-titik tertentu misalnya jalur wisata, tempat wisata, lokasi pelayanan umum dan lainnya. Pun demikian dalam perayaan Natal mendatang petugas akan melakukan pengamanan semaksimal mungkin di tempat ibadah, termasuk dengan pengecekan di gereja-gereja bersama dengan tim Jibom Gegana Polda DIY.

Berita Lainnya  Ditemukan Dalam Kondisi Sakit dan Kelaparan di Ladang, Pria Tak Dikenal Akhirnya Dinyatakan Meninggal Dunia

“Semua memiliki peranan, beberapa skema sudah disepakati untuk diterapkan. Untuk personil sendiri tentu disiagakan,” ucap Kapolres Gunungkidul, AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah.

“Ada 5 pos pengamanan yang nantinya akan didirikan. Berkaitan dengan penyekatan dan ganjil genap kami masih menunggu aturan dari pemerintah pusat, namun yang jelas kami dari Polri TNI Dishub dan tim gabungan akan berjaga di lokasi yang telah ditentukan,” tandas dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler